BANTAENG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng secara resmi menerima mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Bulukumba. 

Kegiatan penerimaan berlangsung di Kantor Bupati Bantaeng, Kamis (12/2/2026), sebagai penanda dimulainya pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat.

Penerimaan mahasiswa KKN ini menjadi bagian dari implementasi tridharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang akan dilaksanakan di Kecamatan Pa’jukukang dan Eremerasa.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Bulukumba, Ilmar Andi Achmad, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bantaeng atas dukungan dan keterbukaan dalam menerima mahasiswa KKN.

Ia menyebutkan, kesempatan tersebut menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan akademik sekaligus berkontribusi langsung kepada masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bantaeng yang telah memberikan ruang bagi mahasiswa untuk melaksanakan pengabdian dan pembelajaran langsung di masyarakat,” ujarnya.

Ilmar juga berharap kehadiran mahasiswa KKN dapat memberi kontribusi nyata serta selaras dengan arah pembangunan daerah.

“Kami menitipkan mahasiswa kepada pemerintah daerah agar dapat berproses dan memberikan dampak positif, sekaligus mendukung visi dan misi Kabupaten Bantaeng,” katanya.

Selain itu, ia mengingatkan mahasiswa untuk mampu beradaptasi dengan lingkungan, membangun kolaborasi, serta menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat selama masa KKN.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bantaeng, Asruddin, menyampaikan ucapan selamat datang kepada civitas akademika Universitas Muhammadiyah Bulukumba beserta mahasiswa peserta KKN.

Dalam arahannya, Asruddin menekankan pentingnya pelaksanaan program KKN yang selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Bantaeng, yakni Bangkit, Maju, dan Religius menuju Indonesia Emas 2045.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar menyesuaikan diri dengan adat istiadat setempat serta menjalin sinergi dengan masyarakat, tokoh pemuda, dan pemerintah desa.

Asruddin turut menyoroti pentingnya penguatan literasi digital dalam program kerja mahasiswa KKN. 

Menurutnya, pemanfaatan ilmu pengetahuan berbasis digital menjadi kebutuhan masyarakat saat ini dan diharapkan dapat mendukung penguatan program-program desa.

Ia menambahkan, kegiatan KKN merupakan sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan dalam konteks nyata kehidupan masyarakat, baik dalam aspek pemerintahan, pembangunan, maupun sosial kemasyarakatan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan masyarakat sekaligus memberikan pengalaman lapangan yang bermakna bagi mahasiswa peserta KKN.

(Sakril)