Bulukumba, Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) melaksanakan kegiatan Baitul Arqam bagi dosen dan tenaga kependidikan yang dirangkaikan dengan Syawalan 1447 Hijriah, pada 3–4 April 2026 di auditorium kampus 2 UM Bulukumba. Kegiatan ini mengangkat tema “Penguatan Nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam Mewujudkan Dosen dan Tenaga Kependidikan yang Profesional, Berintegritas, dan Berkemajuan”, serta tema Syawalan “Refleksi Ramadhan dalam Membangun Karakter Akademisi Berakhlak Mulia.”

Kegiatan diawali dengan penyerahan daftar nama peserta Baitul Arqam oleh Rektor UM Bulukumba kepada Master of Training sebagai simbol dimulainya proses pembinaan ideologis dan spiritual bagi seluruh peserta selama 2 hari.

Dalam sambutannya, Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M. Si., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang dipadukan dengan momentum Syawalan. Ia menegaskan bahwa Baitul Arqam memiliki peran strategis dalam membangun kesamaan pemahaman dan perspektif keislaman serta Kemuhammadiyahan di lingkungan kampus.

“Kesyukuran kita panjatkan karena hari ini Baitul Arqam dapat dilaksanakan dan dirangkaikan dengan Syawalan. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman yang utuh tentang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, sehingga kita memiliki kesamaan perspektif dalam menjalankan peran sebagai akademisi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bulukumba Drs. A. Muh. Yakin, M.M., menekankan bahwa Baitul Arqam maupun Darul Arqam merupakan program yang dilaksanakan di berbagai jenjang dalam Muhammadiyah sebagai upaya penguatan nilai dan konsistensi dalam beramal.

“Hampir di seluruh jenjang Muhammadiyah, kegiatan seperti ini terus dilakukan. Ini adalah bagian dari penguatan agar kita tetap konsisten dalam melakukan kebaikan, serta memastikan bahwa strategi perjuangan kita tetap searah,” ungkapnya.

Senada dengan itu, perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), Dr. H. Husain Abdul Rahman, M.Pd., menegaskan pentingnya memperluas wawasan sebagai warga Muhammadiyah, meskipun telah memahami ideologi organisasi.

“Meskipun kita sudah mengetahui dan memahami ideologi Muhammadiyah, kita tetap dituntut untuk memiliki pandangan yang luas. Sama halnya dengan ibadah puasa Ramadhan yang dilakukan setiap tahun, itu menjadi sarana penguatan dan penyegaran nilai-nilai keimanan kita,” tuturnya.

Rangkaian kegiatan semakin bermakna dengan penyampaian hikmah Syawalan oleh Ketua Majelis Tabligh PWM Sulawesi Tenggara Drs. H. Syamsu, M.Pd., yang mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Ramadhan sebagai titik awal transformasi diri menuju pribadi yang lebih berakhlak mulia, baik dalam kehidupan personal maupun profesional.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh dosen dan tenaga kependidikan UM Bulukumba tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang unggul, tetapi juga karakter keislaman yang kuat, integritas tinggi, serta komitmen dalam mewujudkan nilai-nilai Muhammadiyah dalam kehidupan kampus dan masyarakat luas. (Mutiara Hidza)