Mahasiswa KKN FKIP UM Bulukumba Diterima Pemkab Bantaeng

BANTAENG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng secara resmi menerima mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Bulukumba.  Kegiatan penerimaan berlangsung di Kantor Bupati Bantaeng, Kamis (12/2/2026), sebagai penanda dimulainya pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat. Penerimaan mahasiswa KKN ini menjadi bagian dari implementasi tridharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang akan dilaksanakan di Kecamatan Pa’jukukang dan Eremerasa. Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Bulukumba, Ilmar Andi Achmad, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bantaeng atas dukungan dan keterbukaan dalam menerima mahasiswa KKN. Ia menyebutkan, kesempatan tersebut menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan akademik sekaligus berkontribusi langsung kepada masyarakat. “Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bantaeng yang telah memberikan ruang bagi mahasiswa untuk melaksanakan pengabdian dan pembelajaran langsung di masyarakat,” ujarnya. Ilmar juga berharap kehadiran mahasiswa KKN dapat memberi kontribusi nyata serta selaras dengan arah pembangunan daerah. “Kami menitipkan mahasiswa kepada pemerintah daerah agar dapat berproses dan memberikan dampak positif, sekaligus mendukung visi dan misi Kabupaten Bantaeng,” katanya. Selain itu, ia mengingatkan mahasiswa untuk mampu beradaptasi dengan lingkungan, membangun kolaborasi, serta menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat selama masa KKN. Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bantaeng, Asruddin, menyampaikan ucapan selamat datang kepada civitas akademika Universitas Muhammadiyah Bulukumba beserta mahasiswa peserta KKN. Dalam arahannya, Asruddin menekankan pentingnya pelaksanaan program KKN yang selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Bantaeng, yakni Bangkit, Maju, dan Religius menuju Indonesia Emas 2045. Ia juga mengingatkan mahasiswa agar menyesuaikan diri dengan adat istiadat setempat serta menjalin sinergi dengan masyarakat, tokoh pemuda, dan pemerintah desa. Asruddin turut menyoroti pentingnya penguatan literasi digital dalam program kerja mahasiswa KKN.  Menurutnya, pemanfaatan ilmu pengetahuan berbasis digital menjadi kebutuhan masyarakat saat ini dan diharapkan dapat mendukung penguatan program-program desa. Ia menambahkan, kegiatan KKN merupakan sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan dalam konteks nyata kehidupan masyarakat, baik dalam aspek pemerintahan, pembangunan, maupun sosial kemasyarakatan. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan masyarakat sekaligus memberikan pengalaman lapangan yang bermakna bagi mahasiswa peserta KKN. (Sakril)

FKIP UM Bulukumba Gelar Pembekalan dan Pelepasan KKN VII, Dorong Peningkatan Pendidikan dan Literasi Masyarakat

BULUKUMBA – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Bulukumba menyelenggarakan kegiatan Pembekalan dan Pelepasan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan VII dengan tema “Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Literasi Masyarakat melalui Peran Aktif Mahasiswa KKN.” Kegiatan berlangsung di Auditorium Kampus 2 UM Bulukumba, Rabu, 11 Februari 2026. Ketua panitia, Juliana Rahman, S.Pd., M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan KKN diharapkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa. “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa memperoleh pengalaman langsung di lapangan. Mahasiswa diharapkan hadir sebagai agen perubahan yang mampu memberi kontribusi positif.” Ia juga menjelaskan bahwa KKN Angkatan VII diikuti oleh 94 mahasiswa dari empat program studi yang akan ditempatkan di Kecamatan Pa’jukukang dan Kecamatan Eremerasa Kabupaten Bantaeng, serta menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. “Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada tim panitia dan seluruh peserta KKN atas kerja sama dan partisipasinya dalam kegiatan ini,” ujarnya. Sementara itu, Dekan FKIP UM Bulukumba, Dr. Nur Ina Syam, S.S., M.Pd., berpesan agar mahasiswa menjaga nama baik almamater selama menjalankan pengabdian. “Para peserta harus menjaga nama baik almamater, karena kegiatan ini merupakan implementasi salah satu nilai Caturdharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, yaitu pengabdian kepada masyarakat.” Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan program KKN perlu berbasis pada analisis masalah dan kebutuhan masyarakat serta dilaksanakan melalui kolaborasi. “Program kerja mahasiswa hendaknya disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat dan dilaksanakan dengan membangun kolaborasi yang baik,” tambahnya. Amanah disampaikan oleh Ketua BPH UM Bulukumba, Andi Muhammad Safwan, S.Pd, yang mengingatkan mahasiswa tentang tanggung jawab pengabdian selama di lokasi KKN. “Banyak pekerjaan yang harus dilakukan di lokasi KKN, bukan sekadar berekreasi.”Dalam pesannya, ia juga mengutip ayat Al-Qur’an, “Berpegang teguhlah kepada agama Allah dan janganlah bercerai-berai,” sebagai pedoman menjaga persatuan dan nilai keagamaan. Ia melanjutkan, “Jadikan agama sebagai pelindung, tetap bersama dalam kebaikan, dan di tempat KKN mahasiswa harus memberi contoh yang baik bagi masyarakat.” Selain itu, ia menekankan pentingnya musyawarah dan kekompakan. “Dahulukan musyawarah mufakat dan jaga kekompakan dalam menjalankan program,” pesannya. Materi pembekalan dalam kegiatan tersebut turut disampaikan oleh Ilmar Andi Achmad,S.Pd., M.Pd., selaku Kepala LPPM UM Bulukumba, yang memberikan arahan teknis dan akademik sebagai bekal mahasiswa dalam pelaksanaan pengabdian di lapangan. Melalui kegiatan ini, FKIP UM Bulukumba berharap mahasiswa mampu menjalankan tugas pengabdian dengan penuh tanggung jawab, memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan dan literasi masyarakat, serta membawa nama baik institusi selama menjalankan KKN. (Syayyidina Ali)

UM Bulukumba Resmi Membuka Festival Pelajar 2026, Perkuat Komitmen Pembinaan Generasi Muda

Bulukumba — Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) resmi membuka kegiatan Festival Pelajar 2026 yang mengusung tema “UMB Youth Fest: Berani Berkarya, Siap Menginspirasi.” Kegiatan ini menjadi wadah pengembangan minat, bakat, dan kreativitas pelajar melalui berbagai kompetisi dan aktivitas edukatif yang dilaksanakan pada 10–13 Februari 2026 di lingkungan Kampus UM Bulukumba. Festival Pelajar 2026 diikuti ratusan peserta dari berbagai sekolah SMA/SMK/MA sederajat dan menghadirkan beragam kegiatan, di antaranya mini expo dan seminar kewirausahaan, lomba akustik, karya tulis ilmiah (KTI), pidato umum, bola voli, tahfidz Al-Qur’an, serta Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ). Seluruh rangkaian kegiatan diselenggarakan tanpa biaya pendaftaran dan memperebutkan trofi serta uang pembinaan bagi para pemenang. Koordinator kegiatan, Fauzan Akbar, S.Pd., M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa Festival Pelajar 2026 dirancang sebagai ruang aktualisasi diri bagi para pelajar. “Festival ini kami hadirkan sebagai wadah bagi pelajar untuk menyalurkan minat, bakat, dan kreativitas mereka melalui kompetisi yang positif dan edukatif,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada perlombaan semata, tetapi juga pada pembentukan karakter generasi muda. “Kami memadukan kompetisi akademik, seni, olahraga, dan keagamaan sebagai bentuk kolaborasi edukatif yang diharapkan mampu menginspirasi pelajar untuk terus berkarya dan mengembangkan potensinya,” tambahnya. Fauzan juga menjelaskan bahwa Festival Pelajar 2026 merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027* yang sedang berlangsung di UM Bulukumba. Sementara itu, Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Sebagai institusi pendidikan, universitas memiliki tanggung jawab untuk menyediakan ruang yang sehat dan konstruktif bagi generasi muda dalam menyalurkan bakat dan minatnya,” tuturnya. Ia juga menekankan pentingnya sportivitas dan kualitas dalam setiap kompetisi yang diikuti para peserta. “Melalui festival ini, kami mendorong peserta untuk tampil maksimal, menjunjung tinggi sportivitas, dan menunjukkan prestasi terbaik agar lahir para juara dari kompetisi yang berkualitas,” tegasnya. Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., secara khusus menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. “Saya mengucapkan terima kasih kepada panitia, pendamping, dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif serta berkontribusi dalam menyukseskan Festival Pelajar 2026,” ujarnya. Menutup sambutannya, Rektor mengajak seluruh peserta untuk mengikuti setiap perlombaan dengan penuh tanggung jawab. “Jadikan festival ini sebagai pengalaman berharga untuk mengembangkan potensi diri, memperkuat karakter, dan menumbuhkan semangat kolaborasi,” pungkasnya. Dengan terselenggaranya Festival Pelajar 2026, UM Bulukumba berharap kegiatan ini menjadi momentum inspiratif yang tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga memperkuat kreativitas, karakter, dan semangat kebersamaan di kalangan pelajar. (Syayyidina Ali)

Sinergi UM Bulukumba, PDM, dan BAZNAS Cetak Muballigh–Muballighat Berbasis Kepedulian Sosial

Bulukumba — Universitas Muhammadiyah (UM) Bulukumba bekerja sama dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bulukumba serta BAZNAS Kabupaten Bulukumba menyelenggarakan kegiatan Pelatihan dan Refreshing Muballigh–Muballighat dengan tema “Sinergi Dakwah, Ilmu, dan Kepedulian Sosial.” Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 6–7 Februari 2026, bertempat di Gedung Lecture Theater UM Bulukumba. Ketua panitia kegiatan, Sufriadi, S.Pd., M.Pd., dalam laporannya menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pelatihan ini diikuti oleh sekitar 50 mahasiswa peserta yang selanjutnya akan diterjunkan dalam aktivitas dakwah pada bulan suci Ramadan bersama 12 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) di Kabupaten Bulukumba. “Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Peserta yang mengikuti pelatihan berjumlah sekitar 50 mahasiswa dan nantinya akan terlibat langsung dalam kegiatan dakwah Ramadan bersama 12 PCM di Kabupaten Bulukumba,” ungkap Sufriadi. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pelatihan dan refreshing muballigh–muballighat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas keilmuan dan keterampilan dakwah mahasiswa, memperkuat integrasi nilai dakwah dengan kepedulian sosial, serta menyiapkan kader muballigh–muballighat yang mampu menjalankan peran dakwah secara kontekstual di tengah masyarakat. “Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana untuk menebarkan nilai-nilai kebaikan dan mengimplementasikan ajaran Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin di tengah kehidupan sosial masyarakat,” tambahnya. Dalam sambutannya, Kepala Lembaga Pengembangan dan Pembinaan Al-Islam Kemuhammadiyahan (LP2AIK) UM Bulukumba, Andi Marwan Fachruddin, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan pentingnya tanggung jawab seorang muballigh sebagai penyampai pesan-pesan kebaikan di tengah masyarakat. Menurutnya, peran pendakwah tidak hanya sebatas menyampaikan ajaran agama, tetapi juga mencerminkan integritas moral dalam kehidupan sosial. “Seorang muballigh tidak hanya bertugas menyampaikan ajaran agama, tetapi juga memikul amanah moral untuk mengajak kepada kebaikan dengan penuh kesadaran, keteladanan, dan integritas,” tegasnya. Sementara itu, amanah dari PDM Bulukumba yang disampaikan oleh Drs. H. Syamsul Bakir menekankan nilai strategis kegiatan ini dalam konteks gerakan Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah. “Muhammadiyah adalah gerakan dakwah yang berorientasi pada penegakan nilai-nilai Islam. Karena itu, mahasiswa perlu terus meningkatkan kapasitas dakwahnya, membangun tradisi dialog, dan memahami bahwa dakwah bukan sekadar identitas, melainkan kewajiban umat Islam untuk menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran,” ujarnya. Melalui program Safari Ramadan, pelaksanaan dakwah diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung. “Melalui program Safari Ramadan, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan dakwah secara nyata dengan mengajak masyarakat kepada nilai-nilai keagamaan sekaligus memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.” Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, dan lembaga sosial dalam menyiapkan generasi muballigh–muballighat yang berilmu, peduli, dan siap mengabdi kepada masyarakat. UM Bulukumba berharap pelatihan ini memberikan dampak berkelanjutan dalam penguatan dakwah yang konstruktif di Kabupaten Bulukumba dan sekitarnya. (Syayyidina Ali)

UM Bulukumba Raih Akreditasi “Baik Sekali” dari BAN-PT: Komitmen Terhadap Peningkatan Mutu Berkelanjutan

Bulukumba, Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang konsisten membangun kualitas dan kepercayaan publik. Melalui kerja panjang yang senyap namun terukur, UM Bulukumba resmi meraih peringkat Akreditasi “Baik Sekali” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Capaian prestisius ini ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan BAN-PT Nomor 25/SK/BAN-PT/Ak/PT/I/2026, sekaligus menjadi penanda penting bahwa UM Bulukumba terus melangkah di jalur peningkatan mutu pendidikan tinggi yang berkelanjutan. Kerja Kolektif yang Berbuah Pengakuan Nasional Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., menyampaikan bahwa raihan akreditasi Baik Sekali bukanlah hasil kerja sesaat, melainkan buah dari komitmen kolektif seluruh civitas akademika yang terus dirawat dari waktu ke waktu. “Akreditasi Baik Sekali ini menjadi bukti nyata komitmen UM Bulukumba dalam meningkatkan kualitas tata kelola, akademik, serta layanan pendidikan kepada mahasiswa dan masyarakat,” ungkap Rektor. Lebih dari sekadar predikat, akreditasi ini mencerminkan keseriusan institusi dalam membangun sistem pendidikan yang adaptif, akuntabel, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Tata kelola yang diperkuat, proses akademik yang ditingkatkan, serta layanan pendidikan yang terus diperbaiki menjadi fondasi utama pencapaian tersebut. Apresiasi untuk Civitas Akademika Rektor UM Bulukumba juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses akreditasi institusi, dari hulu hingga hilir. “Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh tim akreditasi, pimpinan universitas, pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta seluruh civitas akademika UM Bulukumba yang telah bekerja keras, bersinergi, dan berkomitmen penuh dalam proses akreditasi ini. Capaian Baik Sekali merupakan hasil kerja bersama yang patut kita syukuri,” tuturnya. Sinergi lintas elemen kampus inilah yang menjadi kekuatan UM Bulukumba dalam menjawab tantangan penjaminan mutu pendidikan tinggi di tingkat nasional.Penjaminan Mutu sebagai Budaya, Bukan Sekadar Dokumen Sementara itu, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UM Bulukumba, Sri Wahyuni Thamrin, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa tantangan ke depan justru terletak pada bagaimana mutu dijaga dan ditingkatkan secara konsisten dalam praktik nyata. “Penjaminan mutu ke depan diharapkan tidak hanya fokus pada kelengkapan dokumen, tetapi benar-benar diterapkan dalam setiap kegiatan di kampus UM Bulukumba. Penjaminan mutu harus menjadi kebiasaan bersama agar setiap proses berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan,” jelasnya. Ia juga menekankan bahwa setiap hasil evaluasi harus bermuara pada aksi nyata, bukan berhenti sebagai laporan administratif semata. “Hasil evaluasi tidak boleh berhenti pada laporan, tetapi harus ditindaklanjuti dengan perbaikan nyata agar kualitas pendidikan terus meningkat secara berkelanjutan,” tambahnya. Menguatkan Langkah Menuju Pendidikan Tinggi BermutuDengan diraihnya Akreditasi Baik Sekali dari BAN-PT, UM Bulukumba tidak hanya mencatatkan prestasi institusional, tetapi juga menegaskan arah masa depannya: menjadi perguruan tinggi yang berdaya saing, berkarakter, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Capaian ini menjadi pijakan penting bagi UM Bulukumba untuk terus melanjutkan transformasi mutu—memperkuat tata kelol, meningkatkan kualitas akademik, serta menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Penulis: Yulia Citra Djafar*

UM Bulukumba Perkuat Jejaring Global lewat Penandatanganan MoA di Forum Internasional PANRITA–MALEBBI

Makassar — Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) turut ambil bagian dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (MoA) bersama Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dalam kegiatan internasional Panelist Visiting Professor and Training (PANRITA) dan Malebbi Leaders Bilateral and Boundless Incorporation (MALEBBI), di Balai Sidang Muktamar Unismuh, Senin, 2 Februari 2026. Rektor Unismuh Makassar, Dr. Ir. Abd. Rakhim Nanda, ST., MT., IPU., dalam sambutannya menegaskan bahwa kerja sama antarperguruan tinggi tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen semata. Menurutnya, MoU dan MoA harus ditindaklanjuti melalui implementasi program yang memberi dampak konkret bagi institusi dan mitra. Melalui kegiatan PANRITA dan MALEBBI, Unismuh Makassar menggandeng lima perguruan tinggi luar negeri, yakni Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), Taksin University dan Yala Rajabhat University (Thailand), serta Ateneo de Davao University dan Isabela State University (Filipina). Forum ini juga dihadiri pimpinan sejumlah perguruan tinggi di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, termasuk UM Bulukumba. Wakil Rektor I UM Bulukumba, Dr. Hj. Andi Sumrah AP, M.Si., yang mengikuti rangkaian kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa partisipasi UM Bulukumba dalam penandatanganan MoA menjadi momentum penting untuk memastikan kerja sama yang telah disepakati dapat diwujudkan secara konkret. Menurutnya, berbagai kesepakatan tersebut harus ditindaklanjuti melalui program nyata yang berdampak langsung bagi sivitas akademika. “Kami berharap MoA yang telah ditandatangani tidak berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi dapat diimplementasikan dalam bentuk kegiatan konkret, seperti kolaborasi riset, pengabdian kepada masyarakat berskala internasional, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta publikasi ilmiah bersama,” ujarnya. Ia menambahkan, keterlibatan aktif UM Bulukumba dalam PANRITA dan MALEBBI membuka peluang strategis untuk memperluas jejaring global, meningkatkan mutu akademik, serta memperkuat daya saing institusi di tingkat nasional maupun internasional. Melalui keikutsertaan dalam forum internasional ini, UM Bulukumba menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kolaborasi antarkampus yang berkelanjutan dan berbasis implementasi, sejalan dengan upaya penguatan mutu pendidikan tinggi di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah. (Syayyidina Ali)

KL Lazismu UM Bulukumba Ikuti Rakerwil Sulsel, Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat

ENREKANG — Kantor Layanan (KL) Lazismu Universitas Muhammadiyah (UM) Bulukumba turut berpartisipasi dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Lazismu Sulawesi Selatan yang digelar di Kampus Universitas Muhammadiyah Enrekang, Sabtu–Ahad (31 Januari–1 Februari 2026). Kegiatan ini menjadi bagian penting dari konsolidasi Lazismu dalam memastikan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah berjalan secara terintegrasi, berdampak, dan berkelanjutan. Rakerwil Lazismu Sulawesi Selatan mengusung tema “Inovasi Sosial yang Terintegrasi, Berdampak, dan Berkemajuan” dan diikuti oleh seluruh perwakilan Lazismu Daerah se-Sulawesi Selatan. Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan arah kebijakan dan rencana kerja Lazismu di tingkat wilayah dan daerah. Rakerwil tersebut menghadirkan perwakilan Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hafizh Syafa’aturrahman, yang menyampaikan arahan terkait penguatan sistem kelembagaan Lazismu secara nasional. Ia menegaskan bahwa Lazismu bekerja dalam satu sistem yang saling terhubung dari tingkat pusat hingga daerah. “Lazismu tidak bekerja secara parsial. Pelaporan dilakukan secara rutin dan terstandar, tidak hanya di tingkat pusat, tetapi juga secara nasional. Ini merupakan wujud komitmen Lazismu dalam menjaga akuntabilitas dan kepercayaan publik,” ujar Hafizh. Ia menambahkan, seluruh pedoman dan panduan Lazismu dirancang untuk mendukung program yang terintegrasi, berdampak, dan berkelanjutan, serta selaras dengan visi besar Muhammadiyah. Program-program Lazismu juga merupakan turunan dari keputusan Muktamar Muhammadiyah dan dijalankan sesuai dengan regulasi serta hukum negara. “Rakerwil adalah forum kebijakan yang terkonsolidasikan,” katanya. Menurut Hafizh, forum ini penting untuk memastikan keselarasan antara rencana strategis Lazismu Pusat dengan implementasi program di wilayah dan daerah. Dalam kegiatan tersebut, KL Lazismu UM Bulukumba menugaskan Nasir, S.Pd., M.Pd. pada bidang keuangan serta Drs. H. Zainuddin Latief pada administrasi program. Keikutsertaan ini menjadi bentuk komitmen KL Lazismu UM Bulukumba dalam mendukung penguatan tata kelola kelembagaan Lazismu. Nasir berharap Rakerwil Lazismu Sulawesi Selatan mampu memperkuat sinergi kebajikan dan mengoptimalkan pengelolaan zakat di seluruh wilayah. “Rakerwil ini kami harapkan dapat meningkatkan sinergi kebajikan dan optimalisasi zakat, baik dari sisi penghimpunan, penguatan program pemberdayaan masyarakat, maupun pengembangan program-program unggulan Lazismu. Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan zakat harus terus dijaga agar kepercayaan publik semakin kuat,” ujarnya. Ia juga menilai Rakerwil sebagai ruang strategis untuk mendorong lahirnya inovasi sosial yang berdampak nyata bagi masyarakat. “Melalui forum ini, Lazismu didorong untuk terus menghadirkan inovasi sosial yang berorientasi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya di Sulawesi Selatan,” tambahnya. Melalui keikutsertaan dalam Rakerwil ini, KL Lazismu UM Bulukumba diharapkan mampu mengimplementasikan hasil-hasil kebijakan secara konkret di tingkat lokal, memperkuat tata kelola kelembagaan, serta menghadirkan program zakat yang semakin profesional, transparan, dan berdampak bagi kemaslahatan umat. (Syayyidina Ali)

Dosen UM Bulukumba Ikuti Pelatihan Auditor Mutu Internal APMU PTMA di Yogyakarta

Yogyakarta — Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) terus menunjukkan komitmennya dalam penguatan sistem penjaminan mutu internal dengan turut serta dalam Pelatihan Auditor Mutu Internal Asosiasi Penjaminam Mutu Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (APMU PTMA) Batch #2 yang diselenggarakan oleh Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta pada 22–23 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia. UM Bulukumba mengutus dosennya untuk mengikuti pelatihan tersebut sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang audit mutu internal. Salah satu peserta, Dr. Nur Ina Syam, M.Pd., menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi bekal penting dalam memperkuat kompetensi auditor internal di lingkungan universitas. “Harapan saya setelah mengikuti pelatihan ini adalah semoga saya mampu menjadi auditor internal yang kompeten dan profesional, yang tidak hanya mampu menemukan ketidaksesuaian, tetapi juga mampu menjadi mitra strategis bagi unit kerja dalam melakukan perbaikan berkelanjutan demi tercapainya target mutu di UM Bulukumba,” ungkapnya. Lebih lanjut, Dr. Ina menilai bahwa pelatihan Audit Mutu Internal (AMI) ini diselenggarakan secara sangat sistematis dengan dukungan narasumber yang kompeten dan berpengalaman di bidang penjaminan mutu pendidikan tinggi. Materi yang disajikan dinilai mampu memperkuat pemahaman konseptual sekaligus kesiapan praktis peserta. “Materi yang disusun secara sistematis dan narasumber yang sangat kompeten membuat kami semakin siap menjalankan tugas sebagai auditor internal. Simulasi praktik audit di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, khususnya pada Program Studi S1 Psikologi, sangat membantu dalam mengasah ketajaman analisis serta kemampuan dalam mengidentifikasi temuan dan rekomendasi perbaikan,” tambahnya. Senada dengan hal tersebut, peserta lainnya dari UM Bulukumba, Ardianto, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pelatihan Auditor Mutu Internal ini memiliki peran strategis dalam memperkuat implementasi sistem penjaminan mutu internal di perguruan tinggi. “Pelatihan Auditor Mutu Internal ini sangat strategis karena auditor tidak hanya berfungsi untuk menemukan ketidaksesuaian, tetapi juga berperan sebagai mitra unit kerja dalam mendorong perbaikan berkelanjutan dan peningkatan mutu institusi,” jelasnya. Ia juga berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat diimplementasikan secara konsisten di seluruh unit kerja UM Bulukumba, sehingga budaya mutu benar-benar terbangun secara menyeluruh. “Melalui pelatihan ini, kami semakin memahami bahwa budaya mutu harus dijalankan secara kolaboratif dan berkelanjutan, bukan sekadar pemenuhan administrasi, tetapi sebagai bagian dari tata kelola universitas yang profesional,” ujarnya. Melalui keikutsertaan dalam Pelatihan Auditor Mutu Internal APMU PTMA Batch #2 ini, UM Bulukumba menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, tata kelola, serta daya saing institusi secara berkelanjutan di tingkat nasional. (Syayyidina Ali)

UM Bulukumba Jadi Lokasi Konsolidasi LAZISMu Sulsel, Perkuat Sinergi Kampus dan Gerakan Sosial

BULUKUMBA — Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) menjadi salah satu lokasi pelaksanaan konsolidasi organisasi Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMu) Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Rektorat UM Bulukumba, Sabtu, 17 Januari 2026. Konsolidasi ini merupakan bagian dari agenda penguatan kelembagaan LAZISMu yang dilaksanakan di berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), khususnya Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Lazismu daerah di Sulawesi Selatan. Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., menyambut baik pelaksanaan konsolidasi sekaligus kehadiran Kantor Layanan LAZISMu (KLL) di lingkungan kampus. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan LAZISMu merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran sosial Muhammadiyah. “Kehadiran Kantor Layanan LAZISMu di kampus UM Bulukumba menjadi penguat komitmen kami dalam membangun kepedulian sosial yang terintegrasi dengan dunia pendidikan,” ujar Jumase. Ia menilai program-program LAZISMu memiliki dampak langsung bagi mahasiswa dan masyarakat sekitar, terutama dalam mendukung akses pendidikan bagi mahasiswa kurang mampu. “Program sosial seperti Beasiswa Sang Surya sangat membantu mahasiswa yang membutuhkan. Ini menjadi bukti bahwa sinergi UM Bulukumba dan LAZISMu mampu menghadirkan manfaat berkelanjutan,” katanya. Sementara itu, Ketua LAZISMu Sulawesi Selatan, Prof. H. Mahmudin, M.Ag., menegaskan bahwa konsolidasi ini menjadi bagian penting dalam penguatan peran LAZISMu, baik di tingkat wilayah maupun daerah. “Konsolidasi ini bertujuan memperkuat tata kelola LAZISMu agar semakin profesional, transparan, dan siap merespons persoalan sosial maupun kebencanaan secara cepat dan tepat,” ungkap Prof. Mahmudin. Hal senada disampaikan Ketua Kantor Layanan LAZISMu (KLL) UM Bulukumba, Yuliartati, S.E., M.M. Ia menyebut kolaborasi antara LAZISMu Wilayah dan KLL UM Bulukumba sebagai upaya konkret dalam memperkuat kesiapsiagaan sosial. “Kolaborasi ini menjadi bagian dari penguatan kesiapsiagaan dalam merespons berbagai persoalan sosial yang tidak terduga secara profesional dan berdampak, sehingga dapat mewujudkan kepedulian bagi sesama,” tuturnya. Yuliartati menambahkan, kegiatan konsolidasi tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan Buku Pedoman Kantor Layanan LAZISMu. Buku ini menjadi panduan dalam penguatan tata kelola dan operasional KLL di lingkungan kampus. Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara LAZISMu dan UM Bulukumba semakin solid dalam menjalankan misi kemanusiaan dan pengabdian kepada masyarakat, sejalan dengan nilai-nilai Islam Berkemajuan yang menjadi spirit gerakan Muhammadiyah. (Syayyidina Ali)

UM Bulukumba Perkuat Kerja Sama Internasional melalui MoU dengan Universiti Muhammadiyah Malaysia

SINJAI, Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) ikut serta dalam kegiatan Sosialisasi Studi Lanjut Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) sekaligus Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universiti Muhammadiyah Malaysia dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah–’Aisyiyah (PTMA). Kegiatan ini berlangsung di Universitas Muhammadiyah Sinjai (UMSi), Senin, 29 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat jejaring kerja sama internasional di bidang pendidikan tinggi, khususnya dalam membuka peluang studi lanjut, pertukaran akademik, serta pengembangan riset dan sumber daya manusia antarperguruan tinggi Muhammadiyah di tingkat global. Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., menyampaikan bahwa keikutsertaan UM Bulukumba dalam kegiatan tersebut merupakan langkah strategis dalam pengembangan institusi. “Keikutsertaan UM Bulukumba dalam sosialisasi dan penandatanganan MoU ini merupakan langkah strategis untuk memperluas jejaring kerja sama internasional, khususnya dalam membuka peluang studi lanjut bagi mahasiswa dan dosen,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kerja sama dengan Universiti Muhammadiyah Malaysia diharapkan dapat memberi dampak nyata bagi peningkatan mutu akademik. “Kerja sama ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas akademik, penguatan riset kolaboratif, serta pertukaran pengalaman antarperguruan tinggi Muhammadiyah di tingkat internasional,” lanjutnya. Lebih lanjut, Dr. Jumase menegaskan komitmen UM Bulukumba dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global. “Melalui kemitraan ini, UM Bulukumba berkomitmen menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing internasional, dan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam dan kemuhammadiyahan,” tutupnya. Melalui kegiatan ini, UM Bulukumba berharap kerja sama yang terjalin dapat segera ditindaklanjuti dalam bentuk program-program konkret yang memberikan manfaat langsung bagi sivitas akademika. (Syayyidina Ali)