Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UM Bulukumba dan Universitas Khairun Ternate Teken MoU

BULUKUMBA — Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) menjalin kerja sama akademik dengan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Khairun Ternate melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Implementation Agreement (IA), Selasa, 11 Agustus 2026. Penandatanganan yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Bulukumba tersebut difasilitasi Kantor Urusan Internasional dan Kerja Sama (KUIK) UM Bulukumba. Kerja sama ini diarahkan untuk memperluas jejaring akademik lintas wilayah sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan sumber daya manusia. Rektor UM Bulukumba, Dr. Hj. Andi Sumrah AP, M.Si., menyambut positif kerja sama tersebut. Ia menilai kolaborasi antarperguruan tinggi menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi dan memperluas kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat. “Kami menyambut baik terjalinnya kerja sama antara Universitas Muhammadiyah Bulukumba dengan Universitas Khairun Ternate. MoU ini merupakan langkah strategis untuk memperluas jejaring akademik dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, khususnya dalam bidang pendidikan bahasa dan sastra Indonesia,” ujar Andi Sumrah. Menurut dia, kesepakatan tersebut tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen. Kerja sama perlu segera diwujudkan melalui berbagai program yang melibatkan dosen dan mahasiswa dari kedua perguruan tinggi. “Kita berharap segera akan lahir kolaborasi penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran dan pengembangan kapasitas mahasiswa, kuliah tamu, serta berbagai kegiatan akademik lainnya. Dengan demikian, kerja sama ini benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas pendidikan tinggi,” katanya. Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia UM Bulukumba, Juliana Rahman, S.Pd., M.Pd., mengatakan kerja sama dengan Universitas Khairun Ternate menjadi langkah strategis untuk memperluas jejaring akademik sekaligus memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Atas nama Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Bulukumba, kami menyambut baik dan mengapresiasi penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Khairun Ternate. Kerja sama lintas wilayah ini merupakan langkah strategis untuk memperluas jejaring akademik dan memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujar Juliana. Ia menyebut kerja sama tersebut menjadi kebanggaan bagi Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UM Bulukumba karena dapat membangun kolaborasi akademik dengan perguruan tinggi dari wilayah lain di Indonesia. “Sebuah kebanggaan tersendiri bagi Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UM Bulukumba dapat bergandengan tangan dengan Universitas Khairun Ternate,” katanya. Juliana berharap kerja sama tersebut segera ditindaklanjuti melalui program yang memberikan pengalaman akademik lebih luas bagi mahasiswa sekaligus meningkatkan kapasitas dosen. “Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada dokumen kesepakatan semata, melainkan segera ditindaklanjuti dengan program nyata seperti kuliah tamu (guest lecture), pertukaran mahasiswa, penelitian kolaboratif, dan pengabdian kepada masyarakat demi kemajuan mutu pendidikan bahasa dan sastra di Indonesia,” jelasnya. Kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari upaya Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UM Bulukumba membangun jejaring akademik yang lebih luas. Melalui jejaring ini, kedua program studi diharapkan dapat saling bertukar gagasan, pengetahuan, pengalaman, serta praktik baik dalam pengembangan pendidikan bahasa dan sastra. Bagi UM Bulukumba, kerja sama lintas perguruan tinggi tersebut sejalan dengan komitmen untuk memperkuat mutu, relevansi, dan daya saing pendidikan tinggi melalui kolaborasi dengan berbagai institusi dan mitra strategis. Dengan ditandatanganinya MoU dan Implementation Agreement tersebut, UM Bulukumba dan Universitas Khairun Ternate diharapkan dapat mengembangkan kerja sama yang produktif dan berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi dosen, mahasiswa, dan pengembangan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. (Syayyidina Ali)
FKIP UM Bulukumba Lepas 172 Mahasiswa PLP dan Magang Angkatan VII

Bulukumba — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) menggelar Pembekalan dan Pelepasan Mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dan Magang Angkatan VII di Auditorium Kampus 2 UM Bulukumba, Senin, 10 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti 172 mahasiswa dari lima program studi yang akan ditempatkan di 15 sekolah dan 4 instansi mitra. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan melalui pengalaman langsung di lapangan. Ketua Panitia, Juliana Rahman, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa PLP dan Magang bukan sekadar pemenuhan tuntutan akademik, tetapi merupakan bagian dari proses pembelajaran mahasiswa. “PLP merupakan tahapan pembelajaran akademik mahasiswa, bukan hanya untuk pemenuhan SKS. Lebih dari itu, PLP menjadi ruang untuk mentransformasikan teori yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam praktik di lapangan,” ujarnya. Sementara itu, Dekan FKIP UM Bulukumba, Dr. Nur Ina Syam, S.S., M.Pd., berpesan agar mahasiswa menjaga nama baik almamater sekaligus menunjukkan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan selama berada di lokasi PLP dan Magang. “Selama berada di lokasi PLP dan Magang, jaga nama baik almamater dan tunjukkan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan melalui sikap dan perilaku,” pesannya. Ia juga mendorong mahasiswa untuk tidak hanya hadir sebagai peserta yang belajar, tetapi mampu memberikan kontribusi positif di tempat penugasan. “Berikan kontribusi terbaik di tempat PLP dan Magang, sekaligus manfaatkan kesempatan ini untuk memperluas jejaring,” tambahnya. Rektor UM Bulukumba, Dr. Hj. Andi Sumrah AP, M.Si., menyampaikan bahwa PLP dan Magang merupakan bagian penting dalam proses pembentukan jati diri mahasiswa sebagai calon tenaga profesional. Menurutnya, pengalaman di lapangan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji sekaligus mengembangkan kemampuan yang telah diperoleh di bangku kuliah. “PLP dan Magang merupakan proses pembentukan jati diri untuk menjadi tenaga profesional,” ungkapnya. Ia mengingatkan mahasiswa agar menjadikan berbagai persoalan yang ditemui selama berada di lapangan sebagai bagian dari proses pembelajaran. Kemampuan menghadapi situasi nyata, menurutnya, akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam memasuki dunia profesional. “Jadikan persoalan-persoalan yang ditemui sebagai ruang belajar. Dari sana, mahasiswa dapat memahami bagaimana teori yang diperoleh di kampus diterapkan dalam situasi nyata,” tuturnya. Rektor juga berharap mahasiswa memanfaatkan pengalaman tersebut untuk membangun kesiapan profesional dan memperluas jejaring. “PLP bukan hanya tentang mendapatkan nilai akademik yang baik, tetapi juga tentang mendapatkan pengalaman, membangun karakter, dan memperluas jejaring,” tambahnya. Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Wilayah V, H. Arafah, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya inovasi dan kemampuan membaca perubahan dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan. Mahasiswa didorong untuk tidak hanya mengandalkan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi mampu menerjemahkannya menjadi gagasan yang relevan dan dapat diterapkan di lapangan. “Buatlah konsep dan gagasan terbaik yang nantinya dapat diimplementasikan di tempat PLP dan Magang. Jadikan kesempatan ini sebagai ruang untuk menunjukkan kapasitas dan menghadirkan inovasi yang bermanfaat,” pesannya. Sementara itu, amanah Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UM Bulukumba yang disampaikan oleh Andi Muhammad Safwan, S.Pd., mengingatkan mahasiswa untuk menjaga kesopanan dan kesantunan sebagai calon pendidik. Ia juga menekankan pentingnya kesiapan menjalani setiap tahapan proses dengan sungguh-sungguh. “Siap berproses dan tempatkan sesuatu pada tempatnya. Silakan berproses, karena pencapaian itu tidak bisa diperoleh secara instan,” pesannya. Dalam kegiatan pembekalan tersebut, mahasiswa mendapatkan materi dari Hamzah, S.Pd., M.Pd.; Ilmar Andi Achmad, S.Pd., M.Pd.; serta Dr. Nur Ina Syam, S.S., M.Pd. Pembekalan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menjalankan PLP dan Magang secara profesional serta mampu memberikan kontribusi nyata di sekolah dan instansi mitra. Sebanyak 172 mahasiswa PLP dan Magang Angkatan VII FKIP UM Bulukumba selanjutnya akan menjalankan program di 15 sekolah dan 4 instansi mitra sebagai bagian dari proses pembentukan calon pendidik dan tenaga profesional yang kompeten, berkarakter, dan siap menghadapi dinamika dunia pendidikan. (Syayyidina Ali)
Rapat Senat Terbuka Milad Ke-7 UM Bulukumba, Teguhkan Komitmen Bangun Kampus Berkemajuan

BULUKUMBA – Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) menggelar Rapat Senat Terbuka dalam rangka Milad ke-7 di Auditorium Kampus 2 UM Bulukumba, Kamis, 9 Juli 2026. Mengusung tema “Dengan Iman dan Ilmu UMB Berkemajuan”, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh sivitas akademika untuk membangun perguruan tinggi yang unggul, berdaya saing, serta memberi manfaat bagi masyarakat melalui penguatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Rapat senat dihadiri unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bulukumba, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Bulukumba, Badan Pembina Harian (BPH), Senat Universitas, pimpinan fakultas dan program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta mitra UM Bulukumba. Dalam pidato Milad, Pelaksana Harian (Plh.) Rektor UM Bulukumba, Dr. Hj. Andi Sumrah AP, M.Si., menegaskan bahwa perjalanan tujuh tahun UM Bulukumba tidak hanya diukur dari pembangunan sarana maupun penambahan program studi, tetapi dari kontribusinya dalam membangun peradaban melalui pendidikan. “UM Bulukumba hadir bukan semata membangun gedung dan membuka program studi, tetapi membangun sebuah peradaban pendidikan yang melahirkan sumber daya manusia beriman, berilmu, dan berkemajuan,” ujarnya. Menurut Andi Sumrah, capaian yang diraih hingga usia ketujuh merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen kampus bersama Persyarikatan Muhammadiyah, pemerintah daerah, dan berbagai mitra yang selama ini memberikan dukungan. “Keberhasilan yang kita capai hari ini adalah keberhasilan bersama. Ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika, pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, Persyarikatan Muhammadiyah, pemerintah daerah, serta seluruh mitra yang telah memberikan dukungan,” katanya. Ia mengajak seluruh keluarga besar UM Bulukumba menjadikan Milad ke-7 sebagai momentum refleksi sekaligus pijakan untuk meningkatkan kualitas kinerja dan pengabdian kepada masyarakat. “Mari kita bekerja lebih berkualitas, menghadirkan pengabdian yang semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kampus harus menjadi pusat solusi bagi persoalan bangsa dan daerah,” tuturnya. Andi Sumrah juga menekankan bahwa kebersamaan dan keikhlasan menjadi modal utama dalam membawa UM Bulukumba terus berkembang sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah yang berkemajuan. “Dengan kebersamaan dan keikhlasan, kita akan terus melangkah menuju universitas yang berkemajuan dan menjadi kebanggaan masyarakat Bulukumba, Sulawesi Selatan, bahkan Indonesia,” ucapnya. Ia turut mengingatkan pentingnya menghilangkan sekat-sekat sektoral di lingkungan kampus agar seluruh sivitas dapat bergerak dalam satu visi. “Mari kita tinggalkan ego sektoral dan menjadikan UM Bulukumba sebagai rumah bersama untuk melahirkan generasi unggul, berkarakter, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,” katanya. Pada kesempatan yang sama, amanah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bulukumba disampaikan oleh Drs. H. Syamsul Bakir. Ia berharap seluruh sivitas akademika terus menjaga semangat pengabdian dengan penuh keikhlasan demi kemajuan UM Bulukumba sebagai amal usaha Muhammadiyah. “Marilah kita bekerja dengan sungguh-sungguh dan penuh keikhlasan untuk memajukan UM Bulukumba sebagai amal usaha Muhammadiyah yang semakin unggul dan berkemajuan,” ujarnya. Dalam rapat senat tersebut, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Dr. Nur Ina Syam, S.S., M.Pd., membacakan penerima Penghargaan Sivitas Akademika Berprestasi Tahun 2026 sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi dalam pengembangan universitas. Penerima penghargaan kategori Dosen Berprestasi diraih Ilmar Andi Achmad, S.Pd., M.Pd. Kategori Tenaga Kependidikan Berprestasi diberikan kepada Dra. Hj. Rosmayani. Sementara kategori Mahasiswa Berprestasi diberikan kepada Ernawati dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP dan Nurul Syarif dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Sains dan Teknologi. Selain penghargaan sivitas akademika berprestasi, panitia Milad ke-7 juga mengumumkan para pemenang berbagai perlombaan yang telah digelar selama rangkaian peringatan Milad. Beragam kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi, menumbuhkan kreativitas, menjunjung sportivitas, serta memperkuat rasa memiliki terhadap kampus. Rangkaian Rapat Senat Terbuka Milad ke-7 ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas perjalanan tujuh tahun UM Bulukumba. Momentum tersebut sekaligus menjadi penegasan komitmen universitas untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat demi memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Bulukumba, Sulawesi Selatan, dan Indonesia.
UM Bulukumba Berdayakan Ekonomi Ibu Rumah Tangga melalui Inovasi Usaha Kacang Sembunyi di Desa Bonto Bulaeng

BULUKUMBA – Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) terus menunjukkan komitmennya dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan program Pemberdayaan Ekonomi Ibu Rumah Tangga melalui Inovasi dan Penguatan Kelompok Usaha Kacang Sembunyi di Desa Bonto Bulaeng, Kabupaten Bulukumba. Program yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui platform BIMA tersebut dibuka langsung oleh Ketua Tim PKM UM Bulukumba, Andi Anugrah yang didampingi oleh anggota tim, Ardianto, dan Sulma. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa program pengabdian ini dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui penguatan usaha berbasis potensi lokal. Menurut Andi Anugrah, kegiatan PKM tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan masyarakat, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendampingi kelompok usaha agar mampu berkembang secara berkelanjutan. “Kegiatan hibah PKM ini memang ditujukan untuk membantu membangun kemandirian dan meningkatkan keterampilan masyarakat, sehingga mampu mengembangkan potensi usaha Kelompok Usaha Masseddi Bonto dalam memproduksi olahan kacang sembunyi di Desa Bonto Bulaeng,” ujarnya. Ia menambahkan, pendampingan yang diberikan mencakup berbagai aspek penting dalam pengembangan usaha, mulai dari peningkatan kualitas produksi hingga penguatan daya saing produk di pasaran. “Melalui program ini, kelompok mitra diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kapasitas dan higienisitas produksi, tetapi juga mengembangkan inovasi kemasan, menciptakan varian rasa baru yang sesuai dengan selera pasar, memperluas jangkauan pemasaran melalui media digital seperti TikTok, Instagram, dan Facebook, serta menerapkan digitalisasi manajemen keuangan,” lanjutnya. Lebih jauh, Andi Anugrah berharap program tersebut mampu memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Bonto Bulaeng. “Pada akhirnya, program ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan menggerakkan roda ekonomi desa secara berkelanjutan,” tutupnya. Pelaksanaan kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari Ketua Tim Penggerak PKK Desa Bonto Bulaeng, Surianti, Ia menilai program PKM menjadi peluang bagi kelompok usaha perempuan untuk meningkatkan keterampilan sekaligus mengembangkan usaha yang dimiliki. Surianti mengaku bersyukur Desa Bonto Bulaeng dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan program pengabdian tersebut. “Saya sangat berterima kasih atas adanya kegiatan ini dan merasa senang karena desa kami mendapat kesempatan berharga,” tuturnya. Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mengikuti setiap sesi pelatihan secara maksimal. “Oleh karena itu, saya berharap kepada ibu-ibu peserta agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini dengan sebaik-baiknya,” tambah Surianti. Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi bertajuk Digitalisasi Manajemen Keuangan Usaha Kacang Sembunyi oleh anggota Tim PKM UM Bulukumba, Sulma. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya transformasi digital sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan daya saing usaha mikro. Menurut Sulma, pelaku usaha perlu mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar pengelolaan usaha menjadi lebih efektif dan profesional. “Untuk menjadi usaha yang besar ke depannya, Kelompok Usaha Masseddi Bonto tentu perlu beradaptasi melalui digitalisasi manajemen keuangan,” jelasnya. menjelaskan bahwa penerapan teknologi digital dapat dimulai dari hal sederhana, seperti penggunaan aplikasi kasir portabel yang mudah dioperasikan. “Salah satunya adalah dengan memanfaatkan aplikasi kasir portabel yang dapat dengan mudah diakses melalui handphone milik pemilik toko maupun karyawan,” imbuh Sulma. Melalui kegiatan PKM ini, UM Bulukumba berharap Kelompok Usaha Masseddi Bonto mampu meningkatkan kualitas produk, menghadirkan inovasi kemasan dan varian rasa, memperluas akses pemasaran melalui media digital, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat. Program ini juga menjadi bukti nyata komitmen UM Bulukumba dalam menghadirkan pengabdian yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.
Stadium Generale Bersama Wamendiktisaintek, UM Bulukumba Dukung Transformasi Pendidikan Tinggi Nasional

Makassar – Pelaksana Harian (PLH) Rektor, Dr. Andi Sumrah AP, M.Si., Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) menghadiri kegiatan “Stadium Generale” yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Makassar, Sabtu, 20 Juni 2026. Kegiatan tersebut digelar di Ruang Teater I-GIFt, Lantai 2 Gedung Iqra, Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar. Stadium Generale menghadirkan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., sebagai narasumber utama. Forum akademik tersebut dihadiri oleh pimpinan Universitas Muhammadiyah Makassar, pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) se-Sulawesi Selatan. Dalam Stadium Generale tersebut, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., menegaskan bahwa perguruan tinggi saat ini menghadapi tantangan besar di tengah perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat. Menurutnya, kampus harus mampu memahami dinamika masyarakat, kebutuhan mahasiswa, harapan orang tua, serta tuntutan dunia kerja agar tetap relevan. “Mengembangkan pendidikan tinggi saat ini memang tidak mudah. Perguruan tinggi dituntut memahami betul dinamika sosial yang berkembang. Ada tiga persoalan penting yang harus terus kita jawab, yakni mutu, akses, dan relevansi,” ujar Prof. Fauzan. Ia menjelaskan bahwa aspek relevansi menjadi perhatian penting karena berkaitan langsung dengan kemampuan perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan zaman. Mahasiswa menginginkan kompetensi yang spesifik dan aplikatif, kepastian memperoleh pekerjaan setelah lulus, koneksi dengan dunia industri, jejaring profesional, kurikulum yang relevan, serta kesempatan menyelesaikan studi tepat waktu. Harapan serupa juga datang dari para orang tua mahasiswa. “Kalau kemudian ini menjadi keinginan dari orang tua dan keinginan mahasiswa, maka pertanyaannya adalah apakah proses pembelajaran atau tata kelola pendidikan tinggi yang kita kelola ini telah mampu menjawab persoalan-persoalan ini?” tegasnya. Prof. Fauzan juga mendorong seluruh perguruan tinggi untuk terus memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas pembelajaran, mengembangkan riset dan inovasi, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar lulusan yang dihasilkan memiliki daya saing dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, dunia usaha, dan dunia industri. Pelaksana Harian Rektor UM Bulukumba, Dr. Hj. Andi Sumrah AP, M.Si., menyampaikan bahwa kehadiran UM Bulukumba dalam Stadium Generale tersebut merupakan bagian dari komitmen institusi untuk terus mengikuti arah kebijakan pemerintah dalam pengembangan pendidikan tinggi. “Kami menyambut baik berbagai arahan yang disampaikan oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Penekanan pada mutu, akses, dan relevansi menjadi pengingat bagi seluruh perguruan tinggi untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, memperkuat budaya akademik, serta memastikan lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan zaman,” ujar Andi Sumrah. Ia menambahkan, UM Bulukumba terus berupaya mengimplementasikan kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta perluasan kolaborasi dengan berbagai mitra strategis. “Momentum Stadium Generale ini memberikan wawasan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus membangun tata kelola perguruan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berdampak. UM Bulukumba berkomitmen mencetak lulusan yang unggul, berkarakter Islami, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa,” tambahnya. Melalui keikutsertaan dalam kegiatan tersebut, UM Bulukumba menegaskan komitmennya untuk terus mendukung transformasi pendidikan tinggi nasional melalui peningkatan mutu akademik, pengembangan sumber daya manusia, penguatan riset dan pengabdian kepada masyarakat, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang berkualitas, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan. (Syayyidina Ali)
Tim Kosabangsa UM Bulukumba Raih Penghargaan Terbaik III pada Seminar Hasil Kosabangsa 2025

Makassar — Tim Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) Universitas Muhammadiyah Bulukumba bersama Universitas Negeri Makassar berhasil mengukir prestasi dengan meraih Penghargaan Terbaik III Kategori Poster Informasi dan Kreativitas Visual pada Seminar Hasil Program Kosabangsa Tahun Anggaran 2025. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kualitas penyajian informasi, inovasi, dan kreativitas visual dalam mendiseminasikan hasil pengabdian kepada masyarakat melalui program “Peningkatan Keterampilan Diversifikasi Olahan Ikan dan Pemulihan Lingkungan Pesisir terhadap Masyarakat Rentan Bencana Gelombang Ekstrem di Kabupaten Bulukumba.” Seminar Hasil Program Kosabangsa Tahun Anggaran 2025 diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), di Balai Sidang Muktamar Universitas Muhammadiyah Makassar, Kamis, 18 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi wadah bagi perguruan tinggi pelaksana dan pendamping untuk mempresentasikan hasil pelaksanaan Program Kosabangsa, mengevaluasi capaian, sekaligus berbagi praktik baik pemberdayaan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. Program Kosabangsa yang dijalankan Universitas Muhammadiyah Bulukumba berfokus pada pemberdayaan masyarakat pesisir melalui peningkatan keterampilan dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah serta upaya pemulihan lingkungan pesisir bagi masyarakat yang rentan terdampak bencana gelombang ekstrem di Kabupaten Bulukumba. Program ini merupakan bentuk implementasi kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi berbasis potensi lokal dan berkelanjutan. Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., menegaskan bahwa Program Kosabangsa merupakan salah satu wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, berbagai inovasi dan capaian yang dihasilkan menunjukkan bahwa sains dan teknologi mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “Ke depan, kami berharap jejaring kemitraan yang telah terbangun melalui Program Kosabangsa dapat terus diperluas sehingga setiap program dapat saling terhubung dan memperkuat satu sama lain dalam menjawab berbagai kebutuhan masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pengabdian kepada Masyarakat DPPM, Luthfi Ilham Ramdhani, S.Sos., menjelaskan bahwa Program Kosabangsa telah memasuki tahun kelima pelaksanaannya dan terus berkembang sebagai model kolaborasi antarperguruan tinggi dalam menghadirkan solusi berbasis inovasi dan teknologi bagi masyarakat. Menurutnya, keberhasilan Program Kosabangsa tidak hanya diukur dari luaran akademik, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat, baik pada aspek ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Oleh karena itu, seminar hasil menjadi momentum penting untuk mengevaluasi capaian sekaligus mendiseminasikan berbagai praktik baik yang telah dihasilkan selama pelaksanaan program. Ketua Pelaksana Program Kosabangsa UM Bulukumba, Ilmar Andi Achmad, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diraih timnya. Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil sinergi dan kolaborasi seluruh pihak yang terlibat sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga diseminasi hasil program. “Alhamdulillah, penghargaan Terbaik III pada Kategori Poster Informasi dan Kreativitas Visual menjadi apresiasi yang sangat berarti bagi tim kami. Penghargaan ini tidak hanya menjadi pengakuan atas kualitas diseminasi hasil program, tetapi juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan program-program pengabdian yang inovatif, berdampak, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ungkap Ilmar. Ilmar turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama pelaksanaan Program Kosabangsa. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan buah dari kerja sama, dedikasi, dan komitmen berbagai pihak dalam menyukseskan program. “Penghargaan ini kami persembahkan sebagai hasil kerja bersama. Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada almarhum Rektor Universitas Muhammadiyah Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., yang wafat pekan kemarin, semasa hidup beliau senantiasa memberikan arahan, motivasi, dan dukungan penuh terhadap pengembangan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan kampus,” tuturnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada anggota pelaksana, Fauzan Akbar, S.Pd., M.Pd., dan Harry Hardian Sakti, S.T., M.S.P., atas dedikasi dan kerja sama yang solid selama menjalankan program. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada tim pendamping dari Universitas Negeri Makassar, yakni Amal, S.Pi., M.Si., Ph.D., Prof. Dr. Muhammad Rakib, S.Pd., M.Si., dan Prof. Nur Anny Suryaningsih Taufieq, M.Si., Ph.D., yang telah memberikan pendampingan, arahan, serta penguatan dalam setiap tahapan pelaksanaan kegiatan. Selain itu, Ilmar juga mengapresiasi dukungan Lurah Bintarore, Ahmad, S.E., masyarakat Kelurahan Bintarore sebagai mitra program, mahasiswa yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan, serta tim media yang telah membantu mendokumentasikan dan menyebarluaskan berbagai capaian Program Kosabangsa. “Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan inovasi dan pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan berbasis potensi lokal,” tutup Ilmar. Kontributor: Syayyidina Ali
Penguatan Mutu RPL, LLDIKTI Wilayah IX Lakukan Monev di UM Bulukumba

Bulukumba, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sultanbatara melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba), bertempat di Gedung Lecturer Theater UM Bulukumba, Rabu (20/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan implementasi program RPL di lingkungan perguruan tinggi, khususnya dalam memastikan proses pengakuan capaian pembelajaran yang diperoleh melalui pengalaman kerja maupun pendidikan nonformal berjalan sesuai regulasi dan standar mutu pendidikan tinggi. Monitoring dan evaluasi tersebut dipimpin oleh Muh. Tahir Hamzah, S.T., M.M., selaku Penelaah Teknis Kebijakan LLDIKTI Wilayah IX. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa program RPL merupakan langkah strategis dalam membuka akses pendidikan tinggi yang lebih inklusif bagi masyarakat. Tahir menyampaikan bahwa pelaksanaan RPL harus tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan mutu akademik. Menurutnya, perguruan tinggi perlu memastikan setiap proses asesmen dilakukan secara objektif agar capaian pembelajaran yang diakui benar-benar sesuai dengan kompetensi yang dimiliki peserta. “Program RPL hadir untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat yang memiliki pengalaman kerja maupun kompetensi tertentu agar dapat memperoleh pengakuan akademik. Karena itu, pelaksanaannya harus sesuai pedoman dan standar yang telah ditetapkan,” ujarnya. Sementara itu, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UM Bulukumba, Dr. Nur Ina Syam, S.S., M.Pd., menyampaikan bahwa program RPL merupakan bentuk komitmen kampus dalam mendukung akses pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan fleksibel bagi masyarakat. Menurutnya, kegiatan monitoring dan evaluasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola RPL agar berjalan sesuai standar mutu, transparan, dan akuntabel. “Kami menyambut baik kegiatan monev ini sebagai ruang evaluasi dan pembelajaran untuk menyempurnakan pelaksanaan RPL di FKIP UM Bulukumba. Masukan dari tim LLDIKTI tentu menjadi bekal penting bagi kami dalam meningkatkan kualitas layanan dan pengelolaan program RPL ke depan,” ujarnya. Ketua Pengelola RPL UM Bulukumba, Ilmar Andi Achmad, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa UM Bulukumba terus berkomitmen mengembangkan sistem RPL yang adaptif dan sesuai kebutuhan masyarakat. Menurutnya, melalui program tersebut, kampus berupaya memberikan akses pendidikan yang lebih luas sekaligus mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manusia di daerah. “Kami terus melakukan pembenahan dan penguatan tata kelola RPL agar pelaksanaannya berjalan optimal. Kehadiran tim monitoring dan evaluasi dari LLDIKTI Wilayah IX menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan RPL di UM Bulukumba,” ungkapnya. Kegiatan monitoring dan evaluasi berlangsung dengan sesi pemaparan dokumen, diskusi, serta peninjauan pelaksanaan program RPL di lingkungan Universitas Muhammadiyah Bulukumba. Acara tersebut turut dihadiri pimpinan fakultas, dosen, serta tim pengelola RPL UM Bulukumba.
Pererat Silaturahmi, UM Bulukumba Gelar Jalan Santai

Bulukumba, – Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) sukses menggelar kegiatan Jalan Santai dalam rangka semarak Milad ke-7 UM Bulukumba pada Ahad, 17 Mei 2026, di Kampus I UM Bulukumba. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.00 WITA tersebut berlangsung meriah dan diikuti civitas akademika, alumni, serta masyarakat umum. Mengusung tema “Iman dan Ilmu UM Bulukumba Berkemajuan”, kegiatan jalan santai dirangkaikan dengan berbagai agenda sosial dan kebersamaan seperti senam bersama, temu alumni, donor darah, dan pasar murah. Panitia juga menyediakan berbagai hadiah menarik yang semakin menambah antusias peserta. Rektor Dr. H. Jumase Basra, M.Si. menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, civitas akademika, alumni, dan masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan rangkaian kegiatan Milad tersebut. “Milad ke-7 ini menjadi momentum mempererat silaturahmi dan kebersamaan keluarga besar UM Bulukumba. Kami bersyukur kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan. Terima kasih kepada seluruh panitia dan peserta yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan ini,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen UM Bulukumba untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat melalui kegiatan edukatif, sosial, dan humanis. Ketua Panitia Milad ke-7 UM Bulukumba, Dr. H. Fahmi Room, M.Hum. menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta, panitia, sponsor, serta berbagai pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan jalan santai dalam rangka Milad ke-7 UM Bulukumba. “Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar, meriah, dan penuh kebersamaan. Antusiasme mahasiswa, alumni, civitas akademika, warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, serta masyarakat umum menjadi bukti kuatnya semangat silaturahmi dan persaudaraan di lingkungan UM Bulukumba. Kegiatan ini bukan sekadar olahraga bersama, tetapi juga momentum mempererat ukhuwah dan memperkuat hubungan kampus dengan masyarakat,” ujarnya. Ia berharap rangkaian Milad ke-7 UM Bulukumba dapat membawa keberkahan serta semakin mengokohkan UM Bulukumba sebagai kampus yang unggul, islami, dan berkemajuan. Sementara itu, Koordinator Divisi Jalan Santai, Satnawati, S.Pd., M.Pd. mengatakan antusiasme peserta menjadi bukti kuatnya rasa kebersamaan dan kekeluargaan di lingkungan UM Bulukumba. “Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang olahraga dan hiburan, tetapi juga wadah mempererat hubungan antar civitas akademika, alumni, dan masyarakat. Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan penuh semangat,” tuturnya. Kemeriahan kegiatan tampak sejak pagi hari dengan peserta yang memadati area kampus untuk mengikuti jalan santai bersama. Temu alumni juga menjadi momen penuh kehangatan bagi para alumni STKIP Muhammadiyah Bulukumba yang telah beralih nama menjadi Universitas Muhammadiyah Bulukumba sejak tahun 2019 untuk kembali bersilaturahmi dan mengenang perjalanan kampus. Adapun puncak peringatan Milad ke-7 UM Bulukumba dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 21 Mei 2026, dengan sejumlah agenda seremoni sebagai refleksi perjalanan dan capaian UM Bulukumba dalam mewujudkan kampus berkemajuan.
UM Bulukumba Gelar Workshop Kurikulum dan RPS Berbasis OBE untuk Perkuat Mutu Akademik

Bulukumba — Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) menggelar Workshop Kurikulum dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome Based Education (OBE), Senin-Selasa, 11–12 Mei 2026, di Lecture Theater Kampus 2. Kegiatan ini menjadi langkah strategis kampus dalam memperkuat mutu akademik melalui penyusunan kurikulum yang terukur, adaptif, dan selaras dengan standar pendidikan tinggi serta kebutuhan dunia kerja. Workshop yang diselenggarakan oleh Lembaga P4 UM Bulukumba itu mengangkat tema “Menyusun Kurikulum dan RPS yang Efektif, Terukur, dan Selaras dengan Standar Pendidikan Tinggi.” Peserta kegiatan terdiri atas pimpinan universitas, dekan dan wakil dekan, ketua program studi, sekretaris program studi, hingga dosen di lingkungan UM Bulukumba. Pelaksanaan workshop dilatarbelakangi hasil audit kurikulum internal yang menunjukkan masih adanya perbedaan dalam penyusunan kurikulum dan sebaran mata kuliah di setiap program studi. Selain itu, rumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) pada workshop OBE sebelumnya dinilai belum sepenuhnya mengacu pada Permendiktsaintek Nomor 39 Tahun 2025 karena masih dipisahkan berdasarkan ranah sikap, pengetahuan, keterampilan umum, dan keterampilan khusus. Dalam kegiatan tersebut, narasumber Dr. Ishaq Madeamin, S.Pd., M.Pd. memberikan penguatan materi terkait implementasi Outcome Based Education (OBE), penyusunan CPL, pengembangan kurikulum berbasis OBE, hingga penyusunan RPS yang efektif dan terukur. Peserta juga memperoleh pendalaman mengenai konsep dasar OBE, perumusan visi keilmuan program studi, penyusunan matriks CPL dan CPMK, hingga teknik penyusunan RPS berbasis OBE yang sistematis dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran saat ini. Wakil Rektor I UM Bulukumba, Dr. Hj. Andi Sumrah AP, M.Si., menegaskan bahwa penyelarasan kurikulum menjadi kebutuhan penting dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi yang terus berkembang. “Workshop ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas akademik di UM Bulukumba. Kurikulum dan RPS yang disusun harus mampu menjawab tantangan zaman, berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan, serta mendukung peningkatan daya saing mahasiswa,” ujarnya. Ia berharap seluruh program studi dapat menghasilkan dokumen kurikulum yang lebih terukur dan relevan dengan kebutuhan pemangku kepentingan pendidikan maupun dunia kerja. Sementara itu, Kepala Lembaga P4 UM Bulukumba, Andi Andriyani Asra, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses restrukturisasi kurikulum di lingkungan universitas. “Melalui kegiatan ini diharapkan setiap program studi mampu menyusun kurikulum berbasis Outcome Based Education sesuai standar yang ditetapkan dan dapat mengimplementasikannya pada tahun ajaran berikutnya,” katanya. Menurutnya, workshop ini tidak sekadar memenuhi kebutuhan administrasi akademik, tetapi juga diarahkan untuk memastikan implementasi kurikulum yang berdampak langsung pada peningkatan mutu pembelajaran dan kualitas lulusan. Ke depan, proses restrukturisasi kurikulum di UM Bulukumba akan dilanjutkan melalui tahapan monitoring progres, finalisasi, hingga legalisasi kurikulum di tingkat senat universitas. Melalui workshop tersebut, UM Bulukumba menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada mutu lulusan sesuai prinsip Outcome Based Education (OBE). Laporan: Syayyidina AliEditor: Asywid
Jaring Calon Lulusan Unggul, UM Bulukumba Sukses Gelar Seleksi PMB Gelombang Pertama Melalui Tiga Jalur Penerimaan

BULUKUMBA, Sebanyak 119 calon mahasiswa baru mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru (PMB) gelombang pertama pada Kamis, 30 April 2026 di Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba), yang berlangsung dalam suasana tertib dan kondusif. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan seleksi yang telah disiapkan panitia, mulai dari registrasi hingga ujian seleksi. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen UM Bulukumba dalam menjaring calon mahasiswa yang berkualitas serta memiliki kesiapan akademik dan karakter yang baik. Tahun ini, UM Bulukumba membuka beberapa jalur penerimaan, yaitu jalur umum, jalur prestasi, dan jalur hafidz. Sementara jalur umum diperuntukkan bagi calon mahasiswa melalui seleksi akademik dengan mengikuti tes CBT (Computer Based Test) dan wawancara oleh ketua program studi masing-masing. Sementara itu, jalur prestasi ditujukan bagi siswa yang memiliki capaian di bidang akademik maupun non-akademik, dan jalur hafidz memberikan kesempatan khusus bagi calon mahasiswa yang memiliki hafalan Al-Qur’an. Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., dalam keterangannya menyampaikan apresiasi atas tingginya minat calon mahasiswa yang mendaftar di gelombang pertama ini. Ia menegaskan bahwa UM Bulukumba terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan serta layanan akademik. “Kami menyambut baik antusiasme para calon mahasiswa yang mengikuti seleksi hari ini. Ini menjadi indikator kepercayaan masyarakat terhadap UM Bulukumba. Kami berkomitmen mencetak lulusan yang unggul, berdaya saing, dan berakhlak mulia,” ujar Rektor. Sementara itu, Ketua Panitia PMB 2026, Ilmar Andi Achmad, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pelaksanaan seleksi berjalan lancar sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. “Alhamdulillah, seluruh rangkaian seleksi gelombang pertama hari ini berlangsung dengan baik. Peserta yang hadir mencapai ratusan orang dari berbagai daerah. Kami memastikan seluruh proses berjalan profesional dan transparan, termasuk pada tiga jalur penerimaan yang kami buka,” jelasnya. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja maksimal dalam menyukseskan kegiatan ini. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja dengan penuh dedikasi sehingga kegiatan seleksi ini dapat berjalan lancar dan sukses,” tambahnya. Ia juga menambahkan bahwa bagi calon mahasiswa yang belum sempat mengikuti seleksi gelombang pertama, masih tersedia kesempatan pada gelombang berikutnya. Bagi calon mahasiswa yang ingin mendaftar, pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui laman pmb.umbulukumba.ac.id/ atau datang langsung ke sekretariat penerimaan calon mahasiswa baru di Kampus 1 maupun Kampus 2 UM Bulukumba. “Saat ini, UM Bulukumba menyediakan 11 program studi jenjang Strata 1 (S1) dan 1 program studi jenjang Strata 2 (S2) Magister, sebagai pilihan bagi calon mahasiswa untuk mengembangkan potensi akademik dan profesional mereka,” tutupnya.