Qabilah GKHW UM Bulukumba Periode 2023–2028 Resmi Dikukuhkan, Siap Cetak Kader Berintegritas

Bulukumba, Qabilah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (GKHW) Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) periode 2023–2028 resmi dikukuhkan oleh Kwartir Pusat Hisbul Wathan, pada Jumat, 3 April 2026, bertempat di Auditorium Kampus 2 UM Bulukumba. Pengukuhan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Kwartir Pusat Hizbul Wathan, Heryanti Alamsyah, S.Pd., M.Pd. Ia menyampaikan harapan agar seluruh pengurus yang dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan dan keteguhan hati dalam berjuang. “Semoga Ramanda dan Ibunda yang dikukuhkan hari ini senantiasa berteguh hati, ikhlas dalam berjuang, serta mampu mengemban amanah ini dengan baik sehingga tujuan Hizbul Wathan dapat tercapai secara optimal,” ujarnya. Rektor UM Bulukumba selaku Dewan Pembina, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa Hizbul Wathan merupakan salah satu organisasi otonom Muhammadiyah yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak, disiplin, dan berjiwa kepemimpinan. “Hizbul Wathan bukan sekadar organisasi kepanduan, tetapi juga wadah pembinaan karakter yang berlandaskan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Kehadiran Qabilah GKHW di UM Bulukumba diharapkan mampu melahirkan kader-kader unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual,” ungkapnya. Sementara itu, Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Sulawesi Selatan, Syahrir Rajab, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada UM Bulukumba atas komitmennya dalam mengembangkan gerakan kepanduan di lingkungan perguruan tinggi. “Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Universitas Muhammadiyah Bulukumba. Semoga Qabilah GKHW ini dapat menjadi penggembira sekaligus penggerak dalam memajukan Persyarikatan Muhammadiyah, khususnya di kalangan generasi muda,” tuturnya. Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Husain Abdul Rahman, Dr. H. Husain Abdul Rahman, M.Pd., menekankan pentingnya sinergi antara gerakan kepanduan dan misi dakwah Muhammadiyah. Ia menyampaikan bahwa Hizbul Wathan harus mampu menjadi garda terdepan dalam membumikan nilai-nilai Islam berkemajuan, serta menjadi ruang kaderisasi yang melahirkan generasi yang tangguh, adaptif, dan berwawasan luas. “Hizbul Wathan harus tampil sebagai kekuatan moral dan intelektual yang mampu menjawab tantangan zaman. Di sinilah pentingnya membangun sinergi antara nilai keislaman, kepanduan, dan dunia akademik,” jelasnya. Ketua Qabilah Gerakan Kepanduan Hisbul Wathan UM Bulukumba Dr. Suhartini Aziz, M.Pd., menyampaikan komitmennya untuk membawa Qabilah GKHW menjadi organisasi yang aktif, progresif, dan berdampak. “Amanah ini adalah tanggung jawab yang akan kami jalankan dengan penuh dedikasi. Kami berharap dalam waktu dekat bisa membentuk Kafilah Hizbul Wathan (HW) sebagai satuan atau kelompok pandu tingkat perguruan tinggi/mahasiswa dalam Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan yang setingkat dengan UKM kampus.” ujarnya. Pengukuhan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat eksistensi Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan di lingkungan UM Bulukumba, sekaligus sebagai langkah strategis dalam mencetak kader-kader muda yang berintegritas, berjiwa kepemimpinan, dan siap mengabdi untuk umat, bangsa, dan persyarikatan. (Syayyidina Ali)
Baitul Arqam UM Bulukumba Perkuat Nilai Ke Islaman Dan Ke Muhammadiyahan, Dirangkaikan Dengan Syawalan 1447 H

Bulukumba, Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) melaksanakan kegiatan Baitul Arqam bagi dosen dan tenaga kependidikan yang dirangkaikan dengan Syawalan 1447 Hijriah, pada 3–4 April 2026 di auditorium kampus 2 UM Bulukumba. Kegiatan ini mengangkat tema “Penguatan Nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam Mewujudkan Dosen dan Tenaga Kependidikan yang Profesional, Berintegritas, dan Berkemajuan”, serta tema Syawalan “Refleksi Ramadhan dalam Membangun Karakter Akademisi Berakhlak Mulia.” Kegiatan diawali dengan penyerahan daftar nama peserta Baitul Arqam oleh Rektor UM Bulukumba kepada Master of Training sebagai simbol dimulainya proses pembinaan ideologis dan spiritual bagi seluruh peserta selama 2 hari. Dalam sambutannya, Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M. Si., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang dipadukan dengan momentum Syawalan. Ia menegaskan bahwa Baitul Arqam memiliki peran strategis dalam membangun kesamaan pemahaman dan perspektif keislaman serta Kemuhammadiyahan di lingkungan kampus. “Kesyukuran kita panjatkan karena hari ini Baitul Arqam dapat dilaksanakan dan dirangkaikan dengan Syawalan. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman yang utuh tentang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, sehingga kita memiliki kesamaan perspektif dalam menjalankan peran sebagai akademisi,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bulukumba Drs. A. Muh. Yakin, M.M., menekankan bahwa Baitul Arqam maupun Darul Arqam merupakan program yang dilaksanakan di berbagai jenjang dalam Muhammadiyah sebagai upaya penguatan nilai dan konsistensi dalam beramal. “Hampir di seluruh jenjang Muhammadiyah, kegiatan seperti ini terus dilakukan. Ini adalah bagian dari penguatan agar kita tetap konsisten dalam melakukan kebaikan, serta memastikan bahwa strategi perjuangan kita tetap searah,” ungkapnya. Senada dengan itu, perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), Dr. H. Husain Abdul Rahman, M.Pd., menegaskan pentingnya memperluas wawasan sebagai warga Muhammadiyah, meskipun telah memahami ideologi organisasi. “Meskipun kita sudah mengetahui dan memahami ideologi Muhammadiyah, kita tetap dituntut untuk memiliki pandangan yang luas. Sama halnya dengan ibadah puasa Ramadhan yang dilakukan setiap tahun, itu menjadi sarana penguatan dan penyegaran nilai-nilai keimanan kita,” tuturnya. Rangkaian kegiatan semakin bermakna dengan penyampaian hikmah Syawalan oleh Ketua Majelis Tabligh PWM Sulawesi Tenggara Drs. H. Syamsu, M.Pd., yang mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Ramadhan sebagai titik awal transformasi diri menuju pribadi yang lebih berakhlak mulia, baik dalam kehidupan personal maupun profesional. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh dosen dan tenaga kependidikan UM Bulukumba tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang unggul, tetapi juga karakter keislaman yang kuat, integritas tinggi, serta komitmen dalam mewujudkan nilai-nilai Muhammadiyah dalam kehidupan kampus dan masyarakat luas. (Mutiara Hidza)
Perkuat Tata Kelola Akademik, Rektor UM Bulukumba Lantik Kaprodi dan Sekprodi Dirangkaikan Buka Puasa Bersama

BULUKUMBA, Universitas Muhammadiyah Bulukumba kembali melakukan penguatan tata kelola akademik melalui pelantikan Ketua dan Sekretaris Program Studi di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Fakultas Sains dan Teknologi (F. Saintek) masa bakti 2026-2030. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan agenda Buka Puasa Bersama yang berlangsung di Gedung RM HDR, Bulukumba, Selasa 10 Maret 2026. Pelantikan ini menjadi bagian dari komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas layanan akademik serta memperkuat kepemimpinan di tingkat program studi. Momentum tersebut juga dihadiri pimpinan universitas, dosen, dan civitas akademika dalam suasana kebersamaan bulan Ramadan. Rektor Dr. Drs. H. Jumase Basra, M.Si. dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada para Ketua dan Sekretaris Program Studi yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan secara profesional. “Selamat kepada Ketua dan Sekretaris Program Studi yang baru saja dilantik. Ini adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Bapak dan Ibu telah menyampaikan ikrar janji yang disaksikan oleh khalayak, sehingga harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya. Rektor juga mengungkapkan bahwa perkembangan universitas saat ini terus mengalami kemajuan, salah satunya dengan hadirnya beberapa program studi baru termasuk Pendidikan Matematika di lingkungan kampus. Menurutnya, tantangan perguruan tinggi saat ini semakin besar, khususnya dalam menghadapi persaingan antar perguruan tinggi dalam menarik minat mahasiswa. “Tantangan hari ini semakin besar. Kita harus memahami bahwa mahasiswa adalah aset utama, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta,” kata Jumase Basra. Ia menekankan bahwa seluruh pimpinan program studi harus proaktif dalam membangun komunikasi dan pelayanan kepada calon mahasiswa. “Jangan menunggu bola, tetapi menjemput bola. Mahasiswa jangan ditunggu, tetapi harus dijemput,” tegasnya. Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kualitas pelayanan akademik menjadi faktor penting dalam persaingan perguruan tinggi. “Seluruh Kaprodi dan Sekprodi harus memberikan layanan prima. Persaingan yang besar saat ini juga terjadi pada bidang pelayanan kepada mahasiswa,” tambahnya. Dalam kesempatan tersebut, civitas akademika universitas juga menyampaikan ucapan selamat kepada para pimpinan program studi yang baru dilantik. Di lingkungan FKIP, yang dilantik antara lain: Sementara di lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi serta FKIP, turut dilantik: Rektor berharap para pimpinan program studi yang baru dilantik dapat menjalankan tugas dengan integritas serta membawa program studi masing-masing menuju peningkatan kualitas akademik dan pengabdian kepada masyarakat. “Semoga jabatan ini menjadi pintu keberkahan untuk meningkatkan kualitas akademik dan pengabdian kepada masyarakat. Selamat menjalankan tugas dengan integritas tinggi,” pungkasnya. Selain menjadi momentum penguatan kepemimpinan akademik, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi civitas akademika Universitas Muhammadiyah Bulukumba melalui kegiatan buka puasa bersama di bulan suci Ramadan.
Perkuat Literasi Sejak Dini, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UM Bulukumba Gelar PkM di SD Muhammadiyah Bulukumba

BULUKUMBA, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UM Bulukumba melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Edukasi Literasi Belanja bagi Peserta Didik Kelas Tinggi” di SD Muhammadiyah Bulukumba, baru-baru ini. Kegiatan ini diketuai oleh Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Juliana Rahman, S.Pd., M.Pd., bersama tim dosen dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia. PkM ini bertujuan sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memberikan edukasi kepada siswa agar lebih bijak dalam berbelanja dan mampu mengelola keuangan sejak dini. Dalam pelaksanaannya, tim dosen memberikan materi mengenai pemahaman perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, pentingnya menyusun skala prioritas, serta kemampuan membaca informasi harga dan kualitas barang secara kritis. Edukasi disampaikan secara interaktif melalui diskusi, simulasi, dan praktik sederhana yang kontekstual dengan kehidupan sehari-hari siswa. Ketua Pelaksana, Juliana Rahman, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa literasi belanja merupakan bagian dari literasi kehidupan yang perlu ditanamkan sejak usia sekolah dasar. “Melalui kegiatan ini, kami ingin membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir kritis dan bertanggung jawab dalam menggunakan uang saku. Literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga tentang kecakapan hidup,” ujarnya. Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Bulukumba, Ilmar Andi Achmad, S.Pd., M.Pd., turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan pentingnya keberlanjutan program pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat pendidikan. “Kegiatan pengabdian seperti ini mencerminkan komitmen institusi dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara konkret. Kami mendorong setiap program studi untuk terus menghadirkan inovasi yang relevan dan solutif bagi kebutuhan masyarakat,” ungkapnya. Sementara itu, salah satu anggota tim pelaksana, Dr. Jihad Talib, M.Hum., menilai kegiatan ini sangat relevan dan strategis dalam konteks penguatan literasi sejak dini. “Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berorientasi pada kebermanfaatan langsung bagi masyarakat pendidikan. Kegiatan ini dinilai sangat relevan dan strategis, khususnya dalam memperkuat literasi bahasa sejak jenjang sekolah dasar. Kehadiran dosen tidak hanya membawa pengetahuan teoretis, tetapi juga praktik pedagogis aplikatif yang membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan literasi dalam berbelanja, serta pembentukan karakter melalui bahasa Indonesia yang santun dan bermakna,” jelasnya. Kepala SD Muhammadiyah Bulukumba, Hasni, S.Pd., Gr, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas pelaksanaan kegiatan tersebut di sekolah yang dipimpinnya. Ia menilai program edukasi literasi belanja sangat bermanfaat bagi peserta didik, terutama dalam membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab sejak dini. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran para dosen yang telah memberikan edukasi yang aplikatif dan mudah dipahami siswa. Kegiatan ini sangat membantu dalam menanamkan kebiasaan bijak dalam berbelanja dan mengelola uang saku,” tuturnya. Melalui kegiatan ini, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UM Bulukumba kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat serta memberikan kontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, dimulai dari penguatan literasi dan kecakapan hidup peserta didik sejak dini.
Mahasiswa KKN FKIP UM Bulukumba Diterima Pemkab Bantaeng

BANTAENG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng secara resmi menerima mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Bulukumba. Kegiatan penerimaan berlangsung di Kantor Bupati Bantaeng, Kamis (12/2/2026), sebagai penanda dimulainya pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat. Penerimaan mahasiswa KKN ini menjadi bagian dari implementasi tridharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang akan dilaksanakan di Kecamatan Pa’jukukang dan Eremerasa. Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Bulukumba, Ilmar Andi Achmad, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bantaeng atas dukungan dan keterbukaan dalam menerima mahasiswa KKN. Ia menyebutkan, kesempatan tersebut menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan akademik sekaligus berkontribusi langsung kepada masyarakat. “Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bantaeng yang telah memberikan ruang bagi mahasiswa untuk melaksanakan pengabdian dan pembelajaran langsung di masyarakat,” ujarnya. Ilmar juga berharap kehadiran mahasiswa KKN dapat memberi kontribusi nyata serta selaras dengan arah pembangunan daerah. “Kami menitipkan mahasiswa kepada pemerintah daerah agar dapat berproses dan memberikan dampak positif, sekaligus mendukung visi dan misi Kabupaten Bantaeng,” katanya. Selain itu, ia mengingatkan mahasiswa untuk mampu beradaptasi dengan lingkungan, membangun kolaborasi, serta menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat selama masa KKN. Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bantaeng, Asruddin, menyampaikan ucapan selamat datang kepada civitas akademika Universitas Muhammadiyah Bulukumba beserta mahasiswa peserta KKN. Dalam arahannya, Asruddin menekankan pentingnya pelaksanaan program KKN yang selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Bantaeng, yakni Bangkit, Maju, dan Religius menuju Indonesia Emas 2045. Ia juga mengingatkan mahasiswa agar menyesuaikan diri dengan adat istiadat setempat serta menjalin sinergi dengan masyarakat, tokoh pemuda, dan pemerintah desa. Asruddin turut menyoroti pentingnya penguatan literasi digital dalam program kerja mahasiswa KKN. Menurutnya, pemanfaatan ilmu pengetahuan berbasis digital menjadi kebutuhan masyarakat saat ini dan diharapkan dapat mendukung penguatan program-program desa. Ia menambahkan, kegiatan KKN merupakan sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan dalam konteks nyata kehidupan masyarakat, baik dalam aspek pemerintahan, pembangunan, maupun sosial kemasyarakatan. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan masyarakat sekaligus memberikan pengalaman lapangan yang bermakna bagi mahasiswa peserta KKN. (Sakril)
FKIP UM Bulukumba Gelar Pembekalan dan Pelepasan KKN VII, Dorong Peningkatan Pendidikan dan Literasi Masyarakat

BULUKUMBA – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Bulukumba menyelenggarakan kegiatan Pembekalan dan Pelepasan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan VII dengan tema “Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Literasi Masyarakat melalui Peran Aktif Mahasiswa KKN.” Kegiatan berlangsung di Auditorium Kampus 2 UM Bulukumba, Rabu, 11 Februari 2026. Ketua panitia, Juliana Rahman, S.Pd., M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan KKN diharapkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa. “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa memperoleh pengalaman langsung di lapangan. Mahasiswa diharapkan hadir sebagai agen perubahan yang mampu memberi kontribusi positif.” Ia juga menjelaskan bahwa KKN Angkatan VII diikuti oleh 94 mahasiswa dari empat program studi yang akan ditempatkan di Kecamatan Pa’jukukang dan Kecamatan Eremerasa Kabupaten Bantaeng, serta menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. “Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada tim panitia dan seluruh peserta KKN atas kerja sama dan partisipasinya dalam kegiatan ini,” ujarnya. Sementara itu, Dekan FKIP UM Bulukumba, Dr. Nur Ina Syam, S.S., M.Pd., berpesan agar mahasiswa menjaga nama baik almamater selama menjalankan pengabdian. “Para peserta harus menjaga nama baik almamater, karena kegiatan ini merupakan implementasi salah satu nilai Caturdharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, yaitu pengabdian kepada masyarakat.” Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan program KKN perlu berbasis pada analisis masalah dan kebutuhan masyarakat serta dilaksanakan melalui kolaborasi. “Program kerja mahasiswa hendaknya disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat dan dilaksanakan dengan membangun kolaborasi yang baik,” tambahnya. Amanah disampaikan oleh Ketua BPH UM Bulukumba, Andi Muhammad Safwan, S.Pd, yang mengingatkan mahasiswa tentang tanggung jawab pengabdian selama di lokasi KKN. “Banyak pekerjaan yang harus dilakukan di lokasi KKN, bukan sekadar berekreasi.”Dalam pesannya, ia juga mengutip ayat Al-Qur’an, “Berpegang teguhlah kepada agama Allah dan janganlah bercerai-berai,” sebagai pedoman menjaga persatuan dan nilai keagamaan. Ia melanjutkan, “Jadikan agama sebagai pelindung, tetap bersama dalam kebaikan, dan di tempat KKN mahasiswa harus memberi contoh yang baik bagi masyarakat.” Selain itu, ia menekankan pentingnya musyawarah dan kekompakan. “Dahulukan musyawarah mufakat dan jaga kekompakan dalam menjalankan program,” pesannya. Materi pembekalan dalam kegiatan tersebut turut disampaikan oleh Ilmar Andi Achmad,S.Pd., M.Pd., selaku Kepala LPPM UM Bulukumba, yang memberikan arahan teknis dan akademik sebagai bekal mahasiswa dalam pelaksanaan pengabdian di lapangan. Melalui kegiatan ini, FKIP UM Bulukumba berharap mahasiswa mampu menjalankan tugas pengabdian dengan penuh tanggung jawab, memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan dan literasi masyarakat, serta membawa nama baik institusi selama menjalankan KKN. (Syayyidina Ali)
UM Bulukumba Resmi Membuka Festival Pelajar 2026, Perkuat Komitmen Pembinaan Generasi Muda

Bulukumba — Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) resmi membuka kegiatan Festival Pelajar 2026 yang mengusung tema “UMB Youth Fest: Berani Berkarya, Siap Menginspirasi.” Kegiatan ini menjadi wadah pengembangan minat, bakat, dan kreativitas pelajar melalui berbagai kompetisi dan aktivitas edukatif yang dilaksanakan pada 10–13 Februari 2026 di lingkungan Kampus UM Bulukumba. Festival Pelajar 2026 diikuti ratusan peserta dari berbagai sekolah SMA/SMK/MA sederajat dan menghadirkan beragam kegiatan, di antaranya mini expo dan seminar kewirausahaan, lomba akustik, karya tulis ilmiah (KTI), pidato umum, bola voli, tahfidz Al-Qur’an, serta Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ). Seluruh rangkaian kegiatan diselenggarakan tanpa biaya pendaftaran dan memperebutkan trofi serta uang pembinaan bagi para pemenang. Koordinator kegiatan, Fauzan Akbar, S.Pd., M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa Festival Pelajar 2026 dirancang sebagai ruang aktualisasi diri bagi para pelajar. “Festival ini kami hadirkan sebagai wadah bagi pelajar untuk menyalurkan minat, bakat, dan kreativitas mereka melalui kompetisi yang positif dan edukatif,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada perlombaan semata, tetapi juga pada pembentukan karakter generasi muda. “Kami memadukan kompetisi akademik, seni, olahraga, dan keagamaan sebagai bentuk kolaborasi edukatif yang diharapkan mampu menginspirasi pelajar untuk terus berkarya dan mengembangkan potensinya,” tambahnya. Fauzan juga menjelaskan bahwa Festival Pelajar 2026 merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027* yang sedang berlangsung di UM Bulukumba. Sementara itu, Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Sebagai institusi pendidikan, universitas memiliki tanggung jawab untuk menyediakan ruang yang sehat dan konstruktif bagi generasi muda dalam menyalurkan bakat dan minatnya,” tuturnya. Ia juga menekankan pentingnya sportivitas dan kualitas dalam setiap kompetisi yang diikuti para peserta. “Melalui festival ini, kami mendorong peserta untuk tampil maksimal, menjunjung tinggi sportivitas, dan menunjukkan prestasi terbaik agar lahir para juara dari kompetisi yang berkualitas,” tegasnya. Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., secara khusus menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. “Saya mengucapkan terima kasih kepada panitia, pendamping, dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif serta berkontribusi dalam menyukseskan Festival Pelajar 2026,” ujarnya. Menutup sambutannya, Rektor mengajak seluruh peserta untuk mengikuti setiap perlombaan dengan penuh tanggung jawab. “Jadikan festival ini sebagai pengalaman berharga untuk mengembangkan potensi diri, memperkuat karakter, dan menumbuhkan semangat kolaborasi,” pungkasnya. Dengan terselenggaranya Festival Pelajar 2026, UM Bulukumba berharap kegiatan ini menjadi momentum inspiratif yang tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga memperkuat kreativitas, karakter, dan semangat kebersamaan di kalangan pelajar. (Syayyidina Ali)
Sinergi UM Bulukumba, PDM, dan BAZNAS Cetak Muballigh–Muballighat Berbasis Kepedulian Sosial

Bulukumba — Universitas Muhammadiyah (UM) Bulukumba bekerja sama dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bulukumba serta BAZNAS Kabupaten Bulukumba menyelenggarakan kegiatan Pelatihan dan Refreshing Muballigh–Muballighat dengan tema “Sinergi Dakwah, Ilmu, dan Kepedulian Sosial.” Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 6–7 Februari 2026, bertempat di Gedung Lecture Theater UM Bulukumba. Ketua panitia kegiatan, Sufriadi, S.Pd., M.Pd., dalam laporannya menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pelatihan ini diikuti oleh sekitar 50 mahasiswa peserta yang selanjutnya akan diterjunkan dalam aktivitas dakwah pada bulan suci Ramadan bersama 12 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) di Kabupaten Bulukumba. “Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Peserta yang mengikuti pelatihan berjumlah sekitar 50 mahasiswa dan nantinya akan terlibat langsung dalam kegiatan dakwah Ramadan bersama 12 PCM di Kabupaten Bulukumba,” ungkap Sufriadi. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pelatihan dan refreshing muballigh–muballighat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas keilmuan dan keterampilan dakwah mahasiswa, memperkuat integrasi nilai dakwah dengan kepedulian sosial, serta menyiapkan kader muballigh–muballighat yang mampu menjalankan peran dakwah secara kontekstual di tengah masyarakat. “Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana untuk menebarkan nilai-nilai kebaikan dan mengimplementasikan ajaran Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin di tengah kehidupan sosial masyarakat,” tambahnya. Dalam sambutannya, Kepala Lembaga Pengembangan dan Pembinaan Al-Islam Kemuhammadiyahan (LP2AIK) UM Bulukumba, Andi Marwan Fachruddin, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan pentingnya tanggung jawab seorang muballigh sebagai penyampai pesan-pesan kebaikan di tengah masyarakat. Menurutnya, peran pendakwah tidak hanya sebatas menyampaikan ajaran agama, tetapi juga mencerminkan integritas moral dalam kehidupan sosial. “Seorang muballigh tidak hanya bertugas menyampaikan ajaran agama, tetapi juga memikul amanah moral untuk mengajak kepada kebaikan dengan penuh kesadaran, keteladanan, dan integritas,” tegasnya. Sementara itu, amanah dari PDM Bulukumba yang disampaikan oleh Drs. H. Syamsul Bakir menekankan nilai strategis kegiatan ini dalam konteks gerakan Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah. “Muhammadiyah adalah gerakan dakwah yang berorientasi pada penegakan nilai-nilai Islam. Karena itu, mahasiswa perlu terus meningkatkan kapasitas dakwahnya, membangun tradisi dialog, dan memahami bahwa dakwah bukan sekadar identitas, melainkan kewajiban umat Islam untuk menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran,” ujarnya. Melalui program Safari Ramadan, pelaksanaan dakwah diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung. “Melalui program Safari Ramadan, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan dakwah secara nyata dengan mengajak masyarakat kepada nilai-nilai keagamaan sekaligus memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.” Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, dan lembaga sosial dalam menyiapkan generasi muballigh–muballighat yang berilmu, peduli, dan siap mengabdi kepada masyarakat. UM Bulukumba berharap pelatihan ini memberikan dampak berkelanjutan dalam penguatan dakwah yang konstruktif di Kabupaten Bulukumba dan sekitarnya. (Syayyidina Ali)
UM Bulukumba Raih Akreditasi “Baik Sekali” dari BAN-PT: Komitmen Terhadap Peningkatan Mutu Berkelanjutan

Bulukumba, Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang konsisten membangun kualitas dan kepercayaan publik. Melalui kerja panjang yang senyap namun terukur, UM Bulukumba resmi meraih peringkat Akreditasi “Baik Sekali” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Capaian prestisius ini ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan BAN-PT Nomor 25/SK/BAN-PT/Ak/PT/I/2026, sekaligus menjadi penanda penting bahwa UM Bulukumba terus melangkah di jalur peningkatan mutu pendidikan tinggi yang berkelanjutan. Kerja Kolektif yang Berbuah Pengakuan Nasional Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., menyampaikan bahwa raihan akreditasi Baik Sekali bukanlah hasil kerja sesaat, melainkan buah dari komitmen kolektif seluruh civitas akademika yang terus dirawat dari waktu ke waktu. “Akreditasi Baik Sekali ini menjadi bukti nyata komitmen UM Bulukumba dalam meningkatkan kualitas tata kelola, akademik, serta layanan pendidikan kepada mahasiswa dan masyarakat,” ungkap Rektor. Lebih dari sekadar predikat, akreditasi ini mencerminkan keseriusan institusi dalam membangun sistem pendidikan yang adaptif, akuntabel, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Tata kelola yang diperkuat, proses akademik yang ditingkatkan, serta layanan pendidikan yang terus diperbaiki menjadi fondasi utama pencapaian tersebut. Apresiasi untuk Civitas Akademika Rektor UM Bulukumba juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses akreditasi institusi, dari hulu hingga hilir. “Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh tim akreditasi, pimpinan universitas, pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta seluruh civitas akademika UM Bulukumba yang telah bekerja keras, bersinergi, dan berkomitmen penuh dalam proses akreditasi ini. Capaian Baik Sekali merupakan hasil kerja bersama yang patut kita syukuri,” tuturnya. Sinergi lintas elemen kampus inilah yang menjadi kekuatan UM Bulukumba dalam menjawab tantangan penjaminan mutu pendidikan tinggi di tingkat nasional.Penjaminan Mutu sebagai Budaya, Bukan Sekadar Dokumen Sementara itu, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UM Bulukumba, Sri Wahyuni Thamrin, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa tantangan ke depan justru terletak pada bagaimana mutu dijaga dan ditingkatkan secara konsisten dalam praktik nyata. “Penjaminan mutu ke depan diharapkan tidak hanya fokus pada kelengkapan dokumen, tetapi benar-benar diterapkan dalam setiap kegiatan di kampus UM Bulukumba. Penjaminan mutu harus menjadi kebiasaan bersama agar setiap proses berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan,” jelasnya. Ia juga menekankan bahwa setiap hasil evaluasi harus bermuara pada aksi nyata, bukan berhenti sebagai laporan administratif semata. “Hasil evaluasi tidak boleh berhenti pada laporan, tetapi harus ditindaklanjuti dengan perbaikan nyata agar kualitas pendidikan terus meningkat secara berkelanjutan,” tambahnya. Menguatkan Langkah Menuju Pendidikan Tinggi BermutuDengan diraihnya Akreditasi Baik Sekali dari BAN-PT, UM Bulukumba tidak hanya mencatatkan prestasi institusional, tetapi juga menegaskan arah masa depannya: menjadi perguruan tinggi yang berdaya saing, berkarakter, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Capaian ini menjadi pijakan penting bagi UM Bulukumba untuk terus melanjutkan transformasi mutu—memperkuat tata kelol, meningkatkan kualitas akademik, serta menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Penulis: Yulia Citra Djafar*
UM Bulukumba Perkuat Jejaring Global lewat Penandatanganan MoA di Forum Internasional PANRITA–MALEBBI

Makassar — Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) turut ambil bagian dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (MoA) bersama Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dalam kegiatan internasional Panelist Visiting Professor and Training (PANRITA) dan Malebbi Leaders Bilateral and Boundless Incorporation (MALEBBI), di Balai Sidang Muktamar Unismuh, Senin, 2 Februari 2026. Rektor Unismuh Makassar, Dr. Ir. Abd. Rakhim Nanda, ST., MT., IPU., dalam sambutannya menegaskan bahwa kerja sama antarperguruan tinggi tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen semata. Menurutnya, MoU dan MoA harus ditindaklanjuti melalui implementasi program yang memberi dampak konkret bagi institusi dan mitra. Melalui kegiatan PANRITA dan MALEBBI, Unismuh Makassar menggandeng lima perguruan tinggi luar negeri, yakni Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), Taksin University dan Yala Rajabhat University (Thailand), serta Ateneo de Davao University dan Isabela State University (Filipina). Forum ini juga dihadiri pimpinan sejumlah perguruan tinggi di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, termasuk UM Bulukumba. Wakil Rektor I UM Bulukumba, Dr. Hj. Andi Sumrah AP, M.Si., yang mengikuti rangkaian kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa partisipasi UM Bulukumba dalam penandatanganan MoA menjadi momentum penting untuk memastikan kerja sama yang telah disepakati dapat diwujudkan secara konkret. Menurutnya, berbagai kesepakatan tersebut harus ditindaklanjuti melalui program nyata yang berdampak langsung bagi sivitas akademika. “Kami berharap MoA yang telah ditandatangani tidak berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi dapat diimplementasikan dalam bentuk kegiatan konkret, seperti kolaborasi riset, pengabdian kepada masyarakat berskala internasional, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta publikasi ilmiah bersama,” ujarnya. Ia menambahkan, keterlibatan aktif UM Bulukumba dalam PANRITA dan MALEBBI membuka peluang strategis untuk memperluas jejaring global, meningkatkan mutu akademik, serta memperkuat daya saing institusi di tingkat nasional maupun internasional. Melalui keikutsertaan dalam forum internasional ini, UM Bulukumba menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kolaborasi antarkampus yang berkelanjutan dan berbasis implementasi, sejalan dengan upaya penguatan mutu pendidikan tinggi di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah. (Syayyidina Ali)