UM Bulukumba Resmi Membuka Festival Pelajar 2026, Perkuat Komitmen Pembinaan Generasi Muda

Bulukumba — Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) resmi membuka kegiatan Festival Pelajar 2026 yang mengusung tema “UMB Youth Fest: Berani Berkarya, Siap Menginspirasi.” Kegiatan ini menjadi wadah pengembangan minat, bakat, dan kreativitas pelajar melalui berbagai kompetisi dan aktivitas edukatif yang dilaksanakan pada 10–13 Februari 2026 di lingkungan Kampus UM Bulukumba. Festival Pelajar 2026 diikuti ratusan peserta dari berbagai sekolah SMA/SMK/MA sederajat dan menghadirkan beragam kegiatan, di antaranya mini expo dan seminar kewirausahaan, lomba akustik, karya tulis ilmiah (KTI), pidato umum, bola voli, tahfidz Al-Qur’an, serta Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ). Seluruh rangkaian kegiatan diselenggarakan tanpa biaya pendaftaran dan memperebutkan trofi serta uang pembinaan bagi para pemenang. Koordinator kegiatan, Fauzan Akbar, S.Pd., M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa Festival Pelajar 2026 dirancang sebagai ruang aktualisasi diri bagi para pelajar. “Festival ini kami hadirkan sebagai wadah bagi pelajar untuk menyalurkan minat, bakat, dan kreativitas mereka melalui kompetisi yang positif dan edukatif,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada perlombaan semata, tetapi juga pada pembentukan karakter generasi muda. “Kami memadukan kompetisi akademik, seni, olahraga, dan keagamaan sebagai bentuk kolaborasi edukatif yang diharapkan mampu menginspirasi pelajar untuk terus berkarya dan mengembangkan potensinya,” tambahnya. Fauzan juga menjelaskan bahwa Festival Pelajar 2026 merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027* yang sedang berlangsung di UM Bulukumba. Sementara itu, Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Sebagai institusi pendidikan, universitas memiliki tanggung jawab untuk menyediakan ruang yang sehat dan konstruktif bagi generasi muda dalam menyalurkan bakat dan minatnya,” tuturnya. Ia juga menekankan pentingnya sportivitas dan kualitas dalam setiap kompetisi yang diikuti para peserta. “Melalui festival ini, kami mendorong peserta untuk tampil maksimal, menjunjung tinggi sportivitas, dan menunjukkan prestasi terbaik agar lahir para juara dari kompetisi yang berkualitas,” tegasnya. Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., secara khusus menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. “Saya mengucapkan terima kasih kepada panitia, pendamping, dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif serta berkontribusi dalam menyukseskan Festival Pelajar 2026,” ujarnya. Menutup sambutannya, Rektor mengajak seluruh peserta untuk mengikuti setiap perlombaan dengan penuh tanggung jawab. “Jadikan festival ini sebagai pengalaman berharga untuk mengembangkan potensi diri, memperkuat karakter, dan menumbuhkan semangat kolaborasi,” pungkasnya. Dengan terselenggaranya Festival Pelajar 2026, UM Bulukumba berharap kegiatan ini menjadi momentum inspiratif yang tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga memperkuat kreativitas, karakter, dan semangat kebersamaan di kalangan pelajar. (Syayyidina Ali)

Sinergi UM Bulukumba, PDM, dan BAZNAS Cetak Muballigh–Muballighat Berbasis Kepedulian Sosial

Bulukumba — Universitas Muhammadiyah (UM) Bulukumba bekerja sama dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bulukumba serta BAZNAS Kabupaten Bulukumba menyelenggarakan kegiatan Pelatihan dan Refreshing Muballigh–Muballighat dengan tema “Sinergi Dakwah, Ilmu, dan Kepedulian Sosial.” Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 6–7 Februari 2026, bertempat di Gedung Lecture Theater UM Bulukumba. Ketua panitia kegiatan, Sufriadi, S.Pd., M.Pd., dalam laporannya menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pelatihan ini diikuti oleh sekitar 50 mahasiswa peserta yang selanjutnya akan diterjunkan dalam aktivitas dakwah pada bulan suci Ramadan bersama 12 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) di Kabupaten Bulukumba. “Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Peserta yang mengikuti pelatihan berjumlah sekitar 50 mahasiswa dan nantinya akan terlibat langsung dalam kegiatan dakwah Ramadan bersama 12 PCM di Kabupaten Bulukumba,” ungkap Sufriadi. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pelatihan dan refreshing muballigh–muballighat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas keilmuan dan keterampilan dakwah mahasiswa, memperkuat integrasi nilai dakwah dengan kepedulian sosial, serta menyiapkan kader muballigh–muballighat yang mampu menjalankan peran dakwah secara kontekstual di tengah masyarakat. “Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana untuk menebarkan nilai-nilai kebaikan dan mengimplementasikan ajaran Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin di tengah kehidupan sosial masyarakat,” tambahnya. Dalam sambutannya, Kepala Lembaga Pengembangan dan Pembinaan Al-Islam Kemuhammadiyahan (LP2AIK) UM Bulukumba, Andi Marwan Fachruddin, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan pentingnya tanggung jawab seorang muballigh sebagai penyampai pesan-pesan kebaikan di tengah masyarakat. Menurutnya, peran pendakwah tidak hanya sebatas menyampaikan ajaran agama, tetapi juga mencerminkan integritas moral dalam kehidupan sosial. “Seorang muballigh tidak hanya bertugas menyampaikan ajaran agama, tetapi juga memikul amanah moral untuk mengajak kepada kebaikan dengan penuh kesadaran, keteladanan, dan integritas,” tegasnya. Sementara itu, amanah dari PDM Bulukumba yang disampaikan oleh Drs. H. Syamsul Bakir menekankan nilai strategis kegiatan ini dalam konteks gerakan Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah. “Muhammadiyah adalah gerakan dakwah yang berorientasi pada penegakan nilai-nilai Islam. Karena itu, mahasiswa perlu terus meningkatkan kapasitas dakwahnya, membangun tradisi dialog, dan memahami bahwa dakwah bukan sekadar identitas, melainkan kewajiban umat Islam untuk menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran,” ujarnya. Melalui program Safari Ramadan, pelaksanaan dakwah diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung. “Melalui program Safari Ramadan, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan dakwah secara nyata dengan mengajak masyarakat kepada nilai-nilai keagamaan sekaligus memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.” Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, dan lembaga sosial dalam menyiapkan generasi muballigh–muballighat yang berilmu, peduli, dan siap mengabdi kepada masyarakat. UM Bulukumba berharap pelatihan ini memberikan dampak berkelanjutan dalam penguatan dakwah yang konstruktif di Kabupaten Bulukumba dan sekitarnya. (Syayyidina Ali)

UM Bulukumba Raih Akreditasi “Baik Sekali” dari BAN-PT: Komitmen Terhadap Peningkatan Mutu Berkelanjutan

Bulukumba, Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang konsisten membangun kualitas dan kepercayaan publik. Melalui kerja panjang yang senyap namun terukur, UM Bulukumba resmi meraih peringkat Akreditasi “Baik Sekali” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Capaian prestisius ini ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan BAN-PT Nomor 25/SK/BAN-PT/Ak/PT/I/2026, sekaligus menjadi penanda penting bahwa UM Bulukumba terus melangkah di jalur peningkatan mutu pendidikan tinggi yang berkelanjutan. Kerja Kolektif yang Berbuah Pengakuan Nasional Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., menyampaikan bahwa raihan akreditasi Baik Sekali bukanlah hasil kerja sesaat, melainkan buah dari komitmen kolektif seluruh civitas akademika yang terus dirawat dari waktu ke waktu. “Akreditasi Baik Sekali ini menjadi bukti nyata komitmen UM Bulukumba dalam meningkatkan kualitas tata kelola, akademik, serta layanan pendidikan kepada mahasiswa dan masyarakat,” ungkap Rektor. Lebih dari sekadar predikat, akreditasi ini mencerminkan keseriusan institusi dalam membangun sistem pendidikan yang adaptif, akuntabel, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Tata kelola yang diperkuat, proses akademik yang ditingkatkan, serta layanan pendidikan yang terus diperbaiki menjadi fondasi utama pencapaian tersebut. Apresiasi untuk Civitas Akademika Rektor UM Bulukumba juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses akreditasi institusi, dari hulu hingga hilir. “Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh tim akreditasi, pimpinan universitas, pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta seluruh civitas akademika UM Bulukumba yang telah bekerja keras, bersinergi, dan berkomitmen penuh dalam proses akreditasi ini. Capaian Baik Sekali merupakan hasil kerja bersama yang patut kita syukuri,” tuturnya. Sinergi lintas elemen kampus inilah yang menjadi kekuatan UM Bulukumba dalam menjawab tantangan penjaminan mutu pendidikan tinggi di tingkat nasional.Penjaminan Mutu sebagai Budaya, Bukan Sekadar Dokumen Sementara itu, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UM Bulukumba, Sri Wahyuni Thamrin, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa tantangan ke depan justru terletak pada bagaimana mutu dijaga dan ditingkatkan secara konsisten dalam praktik nyata. “Penjaminan mutu ke depan diharapkan tidak hanya fokus pada kelengkapan dokumen, tetapi benar-benar diterapkan dalam setiap kegiatan di kampus UM Bulukumba. Penjaminan mutu harus menjadi kebiasaan bersama agar setiap proses berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan,” jelasnya. Ia juga menekankan bahwa setiap hasil evaluasi harus bermuara pada aksi nyata, bukan berhenti sebagai laporan administratif semata. “Hasil evaluasi tidak boleh berhenti pada laporan, tetapi harus ditindaklanjuti dengan perbaikan nyata agar kualitas pendidikan terus meningkat secara berkelanjutan,” tambahnya. Menguatkan Langkah Menuju Pendidikan Tinggi BermutuDengan diraihnya Akreditasi Baik Sekali dari BAN-PT, UM Bulukumba tidak hanya mencatatkan prestasi institusional, tetapi juga menegaskan arah masa depannya: menjadi perguruan tinggi yang berdaya saing, berkarakter, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Capaian ini menjadi pijakan penting bagi UM Bulukumba untuk terus melanjutkan transformasi mutu—memperkuat tata kelol, meningkatkan kualitas akademik, serta menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Penulis: Yulia Citra Djafar*

UM Bulukumba Perkuat Jejaring Global lewat Penandatanganan MoA di Forum Internasional PANRITA–MALEBBI

Makassar — Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) turut ambil bagian dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (MoA) bersama Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dalam kegiatan internasional Panelist Visiting Professor and Training (PANRITA) dan Malebbi Leaders Bilateral and Boundless Incorporation (MALEBBI), di Balai Sidang Muktamar Unismuh, Senin, 2 Februari 2026. Rektor Unismuh Makassar, Dr. Ir. Abd. Rakhim Nanda, ST., MT., IPU., dalam sambutannya menegaskan bahwa kerja sama antarperguruan tinggi tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen semata. Menurutnya, MoU dan MoA harus ditindaklanjuti melalui implementasi program yang memberi dampak konkret bagi institusi dan mitra. Melalui kegiatan PANRITA dan MALEBBI, Unismuh Makassar menggandeng lima perguruan tinggi luar negeri, yakni Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), Taksin University dan Yala Rajabhat University (Thailand), serta Ateneo de Davao University dan Isabela State University (Filipina). Forum ini juga dihadiri pimpinan sejumlah perguruan tinggi di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, termasuk UM Bulukumba. Wakil Rektor I UM Bulukumba, Dr. Hj. Andi Sumrah AP, M.Si., yang mengikuti rangkaian kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa partisipasi UM Bulukumba dalam penandatanganan MoA menjadi momentum penting untuk memastikan kerja sama yang telah disepakati dapat diwujudkan secara konkret. Menurutnya, berbagai kesepakatan tersebut harus ditindaklanjuti melalui program nyata yang berdampak langsung bagi sivitas akademika. “Kami berharap MoA yang telah ditandatangani tidak berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi dapat diimplementasikan dalam bentuk kegiatan konkret, seperti kolaborasi riset, pengabdian kepada masyarakat berskala internasional, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta publikasi ilmiah bersama,” ujarnya. Ia menambahkan, keterlibatan aktif UM Bulukumba dalam PANRITA dan MALEBBI membuka peluang strategis untuk memperluas jejaring global, meningkatkan mutu akademik, serta memperkuat daya saing institusi di tingkat nasional maupun internasional. Melalui keikutsertaan dalam forum internasional ini, UM Bulukumba menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kolaborasi antarkampus yang berkelanjutan dan berbasis implementasi, sejalan dengan upaya penguatan mutu pendidikan tinggi di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah. (Syayyidina Ali)

KL Lazismu UM Bulukumba Ikuti Rakerwil Sulsel, Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat

ENREKANG — Kantor Layanan (KL) Lazismu Universitas Muhammadiyah (UM) Bulukumba turut berpartisipasi dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Lazismu Sulawesi Selatan yang digelar di Kampus Universitas Muhammadiyah Enrekang, Sabtu–Ahad (31 Januari–1 Februari 2026). Kegiatan ini menjadi bagian penting dari konsolidasi Lazismu dalam memastikan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah berjalan secara terintegrasi, berdampak, dan berkelanjutan. Rakerwil Lazismu Sulawesi Selatan mengusung tema “Inovasi Sosial yang Terintegrasi, Berdampak, dan Berkemajuan” dan diikuti oleh seluruh perwakilan Lazismu Daerah se-Sulawesi Selatan. Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan arah kebijakan dan rencana kerja Lazismu di tingkat wilayah dan daerah. Rakerwil tersebut menghadirkan perwakilan Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hafizh Syafa’aturrahman, yang menyampaikan arahan terkait penguatan sistem kelembagaan Lazismu secara nasional. Ia menegaskan bahwa Lazismu bekerja dalam satu sistem yang saling terhubung dari tingkat pusat hingga daerah. “Lazismu tidak bekerja secara parsial. Pelaporan dilakukan secara rutin dan terstandar, tidak hanya di tingkat pusat, tetapi juga secara nasional. Ini merupakan wujud komitmen Lazismu dalam menjaga akuntabilitas dan kepercayaan publik,” ujar Hafizh. Ia menambahkan, seluruh pedoman dan panduan Lazismu dirancang untuk mendukung program yang terintegrasi, berdampak, dan berkelanjutan, serta selaras dengan visi besar Muhammadiyah. Program-program Lazismu juga merupakan turunan dari keputusan Muktamar Muhammadiyah dan dijalankan sesuai dengan regulasi serta hukum negara. “Rakerwil adalah forum kebijakan yang terkonsolidasikan,” katanya. Menurut Hafizh, forum ini penting untuk memastikan keselarasan antara rencana strategis Lazismu Pusat dengan implementasi program di wilayah dan daerah. Dalam kegiatan tersebut, KL Lazismu UM Bulukumba menugaskan Nasir, S.Pd., M.Pd. pada bidang keuangan serta Drs. H. Zainuddin Latief pada administrasi program. Keikutsertaan ini menjadi bentuk komitmen KL Lazismu UM Bulukumba dalam mendukung penguatan tata kelola kelembagaan Lazismu. Nasir berharap Rakerwil Lazismu Sulawesi Selatan mampu memperkuat sinergi kebajikan dan mengoptimalkan pengelolaan zakat di seluruh wilayah. “Rakerwil ini kami harapkan dapat meningkatkan sinergi kebajikan dan optimalisasi zakat, baik dari sisi penghimpunan, penguatan program pemberdayaan masyarakat, maupun pengembangan program-program unggulan Lazismu. Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan zakat harus terus dijaga agar kepercayaan publik semakin kuat,” ujarnya. Ia juga menilai Rakerwil sebagai ruang strategis untuk mendorong lahirnya inovasi sosial yang berdampak nyata bagi masyarakat. “Melalui forum ini, Lazismu didorong untuk terus menghadirkan inovasi sosial yang berorientasi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya di Sulawesi Selatan,” tambahnya. Melalui keikutsertaan dalam Rakerwil ini, KL Lazismu UM Bulukumba diharapkan mampu mengimplementasikan hasil-hasil kebijakan secara konkret di tingkat lokal, memperkuat tata kelola kelembagaan, serta menghadirkan program zakat yang semakin profesional, transparan, dan berdampak bagi kemaslahatan umat. (Syayyidina Ali)

Dosen UM Bulukumba Ikuti Pelatihan Auditor Mutu Internal APMU PTMA di Yogyakarta

Yogyakarta — Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) terus menunjukkan komitmennya dalam penguatan sistem penjaminan mutu internal dengan turut serta dalam Pelatihan Auditor Mutu Internal Asosiasi Penjaminam Mutu Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (APMU PTMA) Batch #2 yang diselenggarakan oleh Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta pada 22–23 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia. UM Bulukumba mengutus dosennya untuk mengikuti pelatihan tersebut sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang audit mutu internal. Salah satu peserta, Dr. Nur Ina Syam, M.Pd., menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi bekal penting dalam memperkuat kompetensi auditor internal di lingkungan universitas. “Harapan saya setelah mengikuti pelatihan ini adalah semoga saya mampu menjadi auditor internal yang kompeten dan profesional, yang tidak hanya mampu menemukan ketidaksesuaian, tetapi juga mampu menjadi mitra strategis bagi unit kerja dalam melakukan perbaikan berkelanjutan demi tercapainya target mutu di UM Bulukumba,” ungkapnya. Lebih lanjut, Dr. Ina menilai bahwa pelatihan Audit Mutu Internal (AMI) ini diselenggarakan secara sangat sistematis dengan dukungan narasumber yang kompeten dan berpengalaman di bidang penjaminan mutu pendidikan tinggi. Materi yang disajikan dinilai mampu memperkuat pemahaman konseptual sekaligus kesiapan praktis peserta. “Materi yang disusun secara sistematis dan narasumber yang sangat kompeten membuat kami semakin siap menjalankan tugas sebagai auditor internal. Simulasi praktik audit di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, khususnya pada Program Studi S1 Psikologi, sangat membantu dalam mengasah ketajaman analisis serta kemampuan dalam mengidentifikasi temuan dan rekomendasi perbaikan,” tambahnya. Senada dengan hal tersebut, peserta lainnya dari UM Bulukumba, Ardianto, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pelatihan Auditor Mutu Internal ini memiliki peran strategis dalam memperkuat implementasi sistem penjaminan mutu internal di perguruan tinggi. “Pelatihan Auditor Mutu Internal ini sangat strategis karena auditor tidak hanya berfungsi untuk menemukan ketidaksesuaian, tetapi juga berperan sebagai mitra unit kerja dalam mendorong perbaikan berkelanjutan dan peningkatan mutu institusi,” jelasnya. Ia juga berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat diimplementasikan secara konsisten di seluruh unit kerja UM Bulukumba, sehingga budaya mutu benar-benar terbangun secara menyeluruh. “Melalui pelatihan ini, kami semakin memahami bahwa budaya mutu harus dijalankan secara kolaboratif dan berkelanjutan, bukan sekadar pemenuhan administrasi, tetapi sebagai bagian dari tata kelola universitas yang profesional,” ujarnya. Melalui keikutsertaan dalam Pelatihan Auditor Mutu Internal APMU PTMA Batch #2 ini, UM Bulukumba menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, tata kelola, serta daya saing institusi secara berkelanjutan di tingkat nasional. (Syayyidina Ali)

UM Bulukumba Jadi Lokasi Konsolidasi LAZISMu Sulsel, Perkuat Sinergi Kampus dan Gerakan Sosial

BULUKUMBA — Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) menjadi salah satu lokasi pelaksanaan konsolidasi organisasi Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMu) Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Rektorat UM Bulukumba, Sabtu, 17 Januari 2026. Konsolidasi ini merupakan bagian dari agenda penguatan kelembagaan LAZISMu yang dilaksanakan di berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), khususnya Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Lazismu daerah di Sulawesi Selatan. Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., menyambut baik pelaksanaan konsolidasi sekaligus kehadiran Kantor Layanan LAZISMu (KLL) di lingkungan kampus. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan LAZISMu merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran sosial Muhammadiyah. “Kehadiran Kantor Layanan LAZISMu di kampus UM Bulukumba menjadi penguat komitmen kami dalam membangun kepedulian sosial yang terintegrasi dengan dunia pendidikan,” ujar Jumase. Ia menilai program-program LAZISMu memiliki dampak langsung bagi mahasiswa dan masyarakat sekitar, terutama dalam mendukung akses pendidikan bagi mahasiswa kurang mampu. “Program sosial seperti Beasiswa Sang Surya sangat membantu mahasiswa yang membutuhkan. Ini menjadi bukti bahwa sinergi UM Bulukumba dan LAZISMu mampu menghadirkan manfaat berkelanjutan,” katanya. Sementara itu, Ketua LAZISMu Sulawesi Selatan, Prof. H. Mahmudin, M.Ag., menegaskan bahwa konsolidasi ini menjadi bagian penting dalam penguatan peran LAZISMu, baik di tingkat wilayah maupun daerah. “Konsolidasi ini bertujuan memperkuat tata kelola LAZISMu agar semakin profesional, transparan, dan siap merespons persoalan sosial maupun kebencanaan secara cepat dan tepat,” ungkap Prof. Mahmudin. Hal senada disampaikan Ketua Kantor Layanan LAZISMu (KLL) UM Bulukumba, Yuliartati, S.E., M.M. Ia menyebut kolaborasi antara LAZISMu Wilayah dan KLL UM Bulukumba sebagai upaya konkret dalam memperkuat kesiapsiagaan sosial. “Kolaborasi ini menjadi bagian dari penguatan kesiapsiagaan dalam merespons berbagai persoalan sosial yang tidak terduga secara profesional dan berdampak, sehingga dapat mewujudkan kepedulian bagi sesama,” tuturnya. Yuliartati menambahkan, kegiatan konsolidasi tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan Buku Pedoman Kantor Layanan LAZISMu. Buku ini menjadi panduan dalam penguatan tata kelola dan operasional KLL di lingkungan kampus. Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara LAZISMu dan UM Bulukumba semakin solid dalam menjalankan misi kemanusiaan dan pengabdian kepada masyarakat, sejalan dengan nilai-nilai Islam Berkemajuan yang menjadi spirit gerakan Muhammadiyah. (Syayyidina Ali)

UM Bulukumba Perkuat Kerja Sama Internasional melalui MoU dengan Universiti Muhammadiyah Malaysia

SINJAI, Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) ikut serta dalam kegiatan Sosialisasi Studi Lanjut Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) sekaligus Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universiti Muhammadiyah Malaysia dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah–’Aisyiyah (PTMA). Kegiatan ini berlangsung di Universitas Muhammadiyah Sinjai (UMSi), Senin, 29 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat jejaring kerja sama internasional di bidang pendidikan tinggi, khususnya dalam membuka peluang studi lanjut, pertukaran akademik, serta pengembangan riset dan sumber daya manusia antarperguruan tinggi Muhammadiyah di tingkat global. Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., menyampaikan bahwa keikutsertaan UM Bulukumba dalam kegiatan tersebut merupakan langkah strategis dalam pengembangan institusi. “Keikutsertaan UM Bulukumba dalam sosialisasi dan penandatanganan MoU ini merupakan langkah strategis untuk memperluas jejaring kerja sama internasional, khususnya dalam membuka peluang studi lanjut bagi mahasiswa dan dosen,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kerja sama dengan Universiti Muhammadiyah Malaysia diharapkan dapat memberi dampak nyata bagi peningkatan mutu akademik. “Kerja sama ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas akademik, penguatan riset kolaboratif, serta pertukaran pengalaman antarperguruan tinggi Muhammadiyah di tingkat internasional,” lanjutnya. Lebih lanjut, Dr. Jumase menegaskan komitmen UM Bulukumba dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global. “Melalui kemitraan ini, UM Bulukumba berkomitmen menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing internasional, dan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam dan kemuhammadiyahan,” tutupnya. Melalui kegiatan ini, UM Bulukumba berharap kerja sama yang terjalin dapat segera ditindaklanjuti dalam bentuk program-program konkret yang memberikan manfaat langsung bagi sivitas akademika. (Syayyidina Ali)

Penuh Kekeluargaan, UM Bulukumba Gelar Ramah Tamah Pasca Wisuda Sarjana

BULUKUMBA –Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) menggelar acara ramah tamah bersama wisudawan dan keluarga sebagai penutup rangkaian Wisuda Sarjana ke-6 di Gedung RMB (Selasa, 23/12/25). Kegiatan ini berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat makna, menjadi momentum perpisahan sekaligus pelepasan resmi wisudawan sebagai alumni UM Bulukumba. Dalam sambutannya, Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., menyampaikan bahwa ramah tamah ini merupakan momen bersejarah setelah para mahasiswa resmi mengikuti prosesi wisuda. “Ada saat kita bertemu dan ada pula saat kita berpisah. Hari ini menjadi hari yang sangat bersejarah setelah Ananda mengikuti wisuda kemarin,” ungkap Rektor. Rektor menegaskan bahwa secara administratif dan akademik, para wisudawan kini telah beralih status menjadi alumni UM Bulukumba. “Selama ini Ananda berstatus sebagai mahasiswa UM Bulukumba, dan hari ini kami secara resmi melepas Ananda menjadi alumni UM Bulukumba,” ujarnya. Lebih lanjut, Rektor menyampaikan ucapan selamat atas capaian akademik yang telah diraih serta harapan agar gelar sarjana yang diperoleh membawa manfaat luas. “Selamat atas keberhasilan Ananda meraih gelar sarjana. Semoga gelar yang dicapai dapat membawa manfaat bagi pribadi, keluarga, dan masyarakat,” tuturnya. Dalam pesannya, Rektor juga mengingatkan bahwa proses pembelajaran yang telah dilalui di UM Bulukumba merupakan bekal penting dalam menghadapi kehidupan nyata di tengah masyarakat. “Selama mengikuti proses pembelajaran di UM Bulukumba, banyak bekal yang didapatkan, baik di ruang kelas maupun di luar kelas. Inilah bekal utama untuk menghadapi kehidupan nyata di masyarakat yang penuh tantangan dan persaingan,” jelasnya. Rektor turut menyampaikan permohonan maaf atas segala keterbatasan selama proses pendidikan serta mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur almamater. “Kami memohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan selama proses pembelajaran. Karena almamater kita adalah UM Bulukumba, nilai-nilai luhur KH. Ahmad Dahlan yang pernah diperoleh jangan sampai dilupakan, tetapi sebisa mungkin diterapkan dalam kehidupan,” pesannya. Menutup sambutan, Rektor menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari perjalanan kehidupan yang sesungguhnya. “Perjuangan Ananda bukan selesai, tetapi baru dimulai. Selamat berjuang dan tetap semangat menghadapi kehidupan yang sebenarnya,” pungkasnya. Sementara itu, Ketua Panitia, Dr. Nur Ina Syam, M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan lancar dan penuh kebersamaan. Ia mengungkapkan bahwa ramah tamah ini dirancang sebagai ruang silaturahmi terakhir dalam suasana kekeluargaan antara wisudawan, orang tua, dan civitas akademika UM Bulukumba. “Kegiatan ramah tamah ini menjadi momen kebersamaan dan keakraban, sekaligus ungkapan rasa syukur atas perjuangan panjang para wisudawan hingga meraih gelar sarjana,” ujarnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan rangkaian kegiatan wisuda dan ramah tamah. “Kami mengucapkan terima kasih kepada pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh panitia yang telah bekerja sama sehingga acara ini dapat terlaksana dengan baik dan penuh makna,” tutupnya. Acara ramah tamah tersebut menjadi penanda berakhirnya masa studi para wisudawan di UM Bulukumba sekaligus awal langkah mereka sebagai alumni yang diharapkan mampu membawa nilai-nilai keislaman, kemuhammadiyahan, dan karakter unggul di tengah masyarakat.

Wakil Bupati Andi Edy Nilai Lulusan UM Bulukumba Siap Jadi Agen Perubahan

BULUKUMBA, Universitas Muhammadiyah (UM) Bulukumba, kembali menorehkan capaian akademik melalui penyelenggaraan Wisuda Sarjana ke-6 yang digelar di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Senin (22/12/2025). Mengusung tema “Mencetak Sarjana Unggul, Berakhlak Islami, dan Siap Mengabdi untuk Negeri”, prosesi wisuda berlangsung khidmat dan diikuti oleh 310 lulusan dari dua fakultas. Para wisudawan berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek). Dari FKIP, lulusan berasal dari Program Studi Pendidikan Nonformal, Pendidikan Biologi, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Bahasa Indonesia. Sementara Fakultas Saintek meluluskan mahasiswa dari Program Studi Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Ilmu Aktuaria, Kimia, serta Peternakan. Wisuda ini menjadi penanda berakhirnya masa studi para mahasiswa sekaligus wujud tanggung jawab UM Bulukumba dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul secara akademik dan berkarakter Islami. Wakil Bupati Bulukumba, H Andi Edy Manaf, yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi terhadap peran UM Bulukumba dalam menghadirkan pendidikan tinggi berkarakter di daerah. Ia menyebut UM Bulukumba sebagai satu-satunya universitas di Kabupaten Bulukumba yang secara konsisten menanamkan nilai integritas, kewirausahaan, dan akhlak Islami kepada mahasiswa. Menurut Andi Edy, keberhasilan para wisudawan merupakan hasil dari proses panjang dan kerja keras yang tidak terlepas dari dukungan orang tua. Ia berharap para lulusan mampu menjadi agen perubahan dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. “Capaian hari ini adalah hasil kerja keras yang luar biasa. Di balik keberhasilan para wisudawan ada perjuangan orang tua. Kini saatnya para lulusan membalasnya dengan prestasi dan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujarnya. Rektor UM Bulukumba, Dr H Jumase Basra, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas capaian para wisudawan. Ia menilai keberhasilan tersebut mencerminkan ketekunan dan daya juang mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan selama masa perkuliahan. Rektor juga menyampaikan terima kasih kepada para orang tua atas kepercayaan yang diberikan kepada UM Bulukumba. Ia berpesan agar para lulusan tidak melupakan almamater dan terus menjaga nilai-nilai yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan. “Amalkan ilmu yang diperoleh, jaga nama baik almamater, dan teruslah berkontribusi bagi masyarakat. Kami juga membuka ruang kritik dan masukan konstruktif demi kemajuan UM Bulukumba ke depan,” ujarnya. Orasi ilmiah wisuda disampaikan oleh Dr Hj Andi Yuliani Paris, M.Sc., yang menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam merespons kebutuhan zaman. Ia menilai UM Bulukumba telah menunjukkan jati diri sebagai kampus yang berkarakter dan berorientasi pada kemanfaatan sosial. Menurutnya, kampus berdampak adalah kampus yang mampu melahirkan lulusan unggul, siap kerja dan berwirausaha, serta berlandaskan nilai-nilai Islam. Ia juga berpesan agar para wisudawan terus belajar, adaptif terhadap perubahan, dan menjunjung tinggi integritas dalam kehidupan bermasyarakat. Perwakilan LLDIKTI Wilayah IX, Muh Tahir Hamzah, S.T., M.M., menegaskan bahwa gelar sarjana merupakan amanah yang harus dijaga dengan adab dan moral. Ia menilai kecerdasan akademik perlu diimbangi dengan akhlak agar ilmu yang dimiliki membawa manfaat. Sementara itu, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Prof Dr H Abdul Qadir Gassing, HT., MS., memberikan pesan moral kepada para wisudawan agar senantiasa mengedepankan etika sosial, memperkuat iman, memperdalam ilmu, serta bekerja dengan jujur dan ikhlas. Amanah dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang disampaikan oleh Dr Eng Muhammad Kunta Biddinika, M.Eng., turut mengingatkan pentingnya pembelajaran sepanjang hayat di tengah perubahan zaman. Ia mendorong para lulusan untuk memanfaatkan kemajuan teknologi, membangun jejaring, serta menjaga nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Rangkaian Wisuda Sarjana ke-6 UM Bulukumba juga dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara UM Bulukumba dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bulukumba. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat sinergi di bidang pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia berbasis zakat, infak, dan sedekah. Selain itu, universitas juga memberikan penghargaan kepada wisudawan terbaik tingkat universitas sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan dedikasi akademik. Penghargaan tersebut diraih oleh Astria Amanda (Pendidikan Bahasa Inggris) sebagai Terbaik I, Awal Saputra Ramadan (Pendidikan Nonformal) sebagai Terbaik II, dan Eka Sujisno Ramadan (Kimia) sebagai Terbaik III. Wisuda Sarjana UM Bulukumba ini menegaskan komitmen universitas dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakhlak Islami dan siap mengabdi bagi masyarakat, bangsa dan negara.