UM Bulukumba Tuan Rumah Evaluasi Implementasi Kebijakan Anti Kekerasan, Anti Narkoba, dan Anti Korupsi LLDIKTI Wilayah IX

Bulukumba, Universitas Muhammadiyah (UM) Bulukumba menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan “Evaluasi Implementasi Kebijakan Anti Kekerasan, Anti Narkoba, dan Anti Korupsi Tahun 2026 Gelombang 1” yang diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX pada 28–30 April 2026, bertempat di Gedung Lecture Theater Kampus 2 UM Bulukumba, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan perguruan tinggi bersama Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT/PPKS) dari sekitar 40 perguruan tinggi di lingkup LLDIKTI Wilayah IX. Agenda ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana implementasi kebijakan strategis pemerintah dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, bebas dari kekerasan, narkoba, dan praktik korupsi. Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UM Bulukumba sebagai tuan rumah kegiatan strategis tersebut. “Kami menyambut baik dan merasa terhormat atas kepercayaan yang diberikan kepada Universitas Muhammadiyah Bulukumba sebagai tuan rumah. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, sehat, dan berintegritas. Kami juga berharap forum ini dapat mempererat kolaborasi antar perguruan tinggi dalam mengimplementasikan kebijakan secara nyata dan berkelanjutan,” ungkapnya. Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Dr. Andi Lukman, M.Si, dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi bangsa yang berintegritas. “Evaluasi ini bukan sekadar kegiatan administratif, tetapi merupakan upaya nyata untuk memastikan bahwa kebijakan anti kekerasan, anti narkoba, dan anti korupsi benar-benar diimplementasikan secara konsisten di lingkungan perguruan tinggi. Kampus harus menjadi ruang yang aman, inklusif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran serta integritas,” tegasnya. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan tersebut diukur melalui berbagai indikator, antara lain keberadaan regulasi internal, pembentukan satuan tugas PPKPT, pelaksanaan sosialisasi, serta integrasi materi dalam kurikulum pembelajaran. Selama kegiatan berlangsung, para peserta diminta untuk mempresentasikan capaian dan menunjukkan bukti dukung implementasi kebijakan di masing-masing perguruan tinggi, baik dalam bentuk dokumen fisik maupun digital. Hal ini menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola perguruan tinggi yang akuntabel dan transparan. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh perguruan tinggi di lingkungan LLDIKTI Wilayah IX semakin memperkuat komitmen dalam mengimplementasikan kebijakan secara optimal, sehingga tercipta ekosistem pendidikan tinggi yang aman, bersih, dan berintegritas.

UM Bulukumba Ikuti Lokakarya Akreditasi di Unismuh Makassar

Makassar – Universitas Muhammadiyah (UM) Bulukumba mengikuti Lokakarya Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi yang digelar Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar pada Senin, 20 April 2026) di Balai Sidang Muktamar Unismuh Makassar. Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) dari kawasan Indonesia Timur. Lokakarya menjadi forum strategis untuk membahas kebijakan dan regulasi terbaru terkait sistem akreditasi perguruan tinggi, sekaligus berbagi praktik baik dari kampus yang telah meraih akreditasi unggul. Kepala Badan Penjaminan Mutu UM Bulukumba, Sri Wahyuni Thamrin, M.Pd., mengatakan keikutsertaan dalam kegiatan ini merupakan langkah awal untuk memperkuat kesiapan institusi menghadapi proses reakreditasi. “Melalui lokakarya ini, kami meningkatkan pemahaman terhadap kebijakan terbaru serta mempelajari praktik baik dari perguruan tinggi terakreditasi unggul, khususnya Unismuh Makassar,” ujarnya. Ia menambahkan, hasil dari kegiatan tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan penguatan sistem penjaminan mutu internal kampus, terutama dalam menyongsong reakreditasi yang direncanakan pada 2031. Selain itu, partisipasi UM Bulukumba juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya mutu yang berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi. Dengan terus beradaptasi terhadap perkembangan standar akreditasi, kampus diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan kontribusi dalam pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia. (Syayyidina Ali)

UM Bulukumba Cetak Prestasi, 16 Dosen Lolos Pendanaan Penelitian dan PKM

BULUKUMBA, Universitas Muhammadiyah (UM) Bulukumba kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Sejumlah dosen berhasil lolos dalam program pendanaan hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Berdasarkan hasil seleksi yang diumumkan secara resmi 9 April 2026, total 12 judul penelitian dan 4 judul pengabdian kepada masyarakat (PKM) dari dosen UM Bulukumba dinyatakan didanai. Capaian ini menunjukkan peningkatan kualitas riset dan pengabdian yang dilakukan oleh dosen, sekaligus memperkuat posisi UM Bulukumba sebagai perguruan tinggi yang aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat. Rektor UM Bulukumba Dr. H. Jumase Basra, M.Si., menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut. “Kami sangat bangga atas keberhasilan para dosen yang telah lolos pendanaan hibah nasional ini. Ini adalah bukti nyata bahwa dosen UM Bulukumba mampu bersaing di tingkat nasional dan menghasilkan karya yang berdampak bagi masyarakat. Kami berharap capaian ini terus meningkat di tahun-tahun mendatang serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa.” Senada dengan itu, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM Bulukumba juga memberikan tanggapan positif. “Keberhasilan ini tidak lepas dari komitmen dosen dalam meningkatkan kualitas proposal serta pendampingan intensif dari LPPM. Kami akan terus mendorong peningkatan kualitas riset dan pengabdian berbasis kebutuhan masyarakat serta inovasi teknologi., sehingga ke depannya lebih banyak lagi dosen yang lolos dalam program hibah Kementerian ini.” Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas penelitian, serta memperluas dampak pengabdian kepada masyarakat. Daftar Penerima Hibah Penelitian 2026: Daftar Penerima Hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) 2026: (Syayyidina Ali)

Qabilah GKHW UM Bulukumba Periode 2023–2028 Resmi Dikukuhkan, Siap Cetak Kader Berintegritas

Bulukumba, Qabilah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (GKHW) Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) periode 2023–2028 resmi dikukuhkan oleh Kwartir Pusat Hisbul Wathan, pada Jumat, 3 April 2026, bertempat di Auditorium Kampus 2 UM Bulukumba. Pengukuhan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Kwartir Pusat Hizbul Wathan, Heryanti Alamsyah, S.Pd., M.Pd. Ia menyampaikan harapan agar seluruh pengurus yang dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan dan keteguhan hati dalam berjuang. “Semoga Ramanda dan Ibunda yang dikukuhkan hari ini senantiasa berteguh hati, ikhlas dalam berjuang, serta mampu mengemban amanah ini dengan baik sehingga tujuan Hizbul Wathan dapat tercapai secara optimal,” ujarnya. Rektor UM Bulukumba selaku Dewan Pembina, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa Hizbul Wathan merupakan salah satu organisasi otonom Muhammadiyah yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak, disiplin, dan berjiwa kepemimpinan. “Hizbul Wathan bukan sekadar organisasi kepanduan, tetapi juga wadah pembinaan karakter yang berlandaskan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Kehadiran Qabilah GKHW di UM Bulukumba diharapkan mampu melahirkan kader-kader unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual,” ungkapnya. Sementara itu, Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Sulawesi Selatan, Syahrir Rajab, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada UM Bulukumba atas komitmennya dalam mengembangkan gerakan kepanduan di lingkungan perguruan tinggi. “Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Universitas Muhammadiyah Bulukumba. Semoga Qabilah GKHW ini dapat menjadi penggembira sekaligus penggerak dalam memajukan Persyarikatan Muhammadiyah, khususnya di kalangan generasi muda,” tuturnya. Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Husain Abdul Rahman, Dr. H. Husain Abdul Rahman, M.Pd., menekankan pentingnya sinergi antara gerakan kepanduan dan misi dakwah Muhammadiyah. Ia menyampaikan bahwa Hizbul Wathan harus mampu menjadi garda terdepan dalam membumikan nilai-nilai Islam berkemajuan, serta menjadi ruang kaderisasi yang melahirkan generasi yang tangguh, adaptif, dan berwawasan luas. “Hizbul Wathan harus tampil sebagai kekuatan moral dan intelektual yang mampu menjawab tantangan zaman. Di sinilah pentingnya membangun sinergi antara nilai keislaman, kepanduan, dan dunia akademik,” jelasnya. Ketua Qabilah Gerakan Kepanduan Hisbul Wathan UM Bulukumba Dr. Suhartini Aziz, M.Pd., menyampaikan komitmennya untuk membawa Qabilah GKHW menjadi organisasi yang aktif, progresif, dan berdampak. “Amanah ini adalah tanggung jawab yang akan kami jalankan dengan penuh dedikasi. Kami berharap dalam waktu dekat bisa membentuk Kafilah Hizbul Wathan (HW) sebagai satuan atau kelompok pandu tingkat perguruan tinggi/mahasiswa dalam Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan yang setingkat dengan UKM kampus.” ujarnya. Pengukuhan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat eksistensi Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan di lingkungan UM Bulukumba, sekaligus sebagai langkah strategis dalam mencetak kader-kader muda yang berintegritas, berjiwa kepemimpinan, dan siap mengabdi untuk umat, bangsa, dan persyarikatan. (Syayyidina Ali)

Baitul Arqam UM Bulukumba Perkuat Nilai Ke Islaman Dan Ke Muhammadiyahan, Dirangkaikan Dengan Syawalan 1447 H

Bulukumba, Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) melaksanakan kegiatan Baitul Arqam bagi dosen dan tenaga kependidikan yang dirangkaikan dengan Syawalan 1447 Hijriah, pada 3–4 April 2026 di auditorium kampus 2 UM Bulukumba. Kegiatan ini mengangkat tema “Penguatan Nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam Mewujudkan Dosen dan Tenaga Kependidikan yang Profesional, Berintegritas, dan Berkemajuan”, serta tema Syawalan “Refleksi Ramadhan dalam Membangun Karakter Akademisi Berakhlak Mulia.” Kegiatan diawali dengan penyerahan daftar nama peserta Baitul Arqam oleh Rektor UM Bulukumba kepada Master of Training sebagai simbol dimulainya proses pembinaan ideologis dan spiritual bagi seluruh peserta selama 2 hari. Dalam sambutannya, Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M. Si., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang dipadukan dengan momentum Syawalan. Ia menegaskan bahwa Baitul Arqam memiliki peran strategis dalam membangun kesamaan pemahaman dan perspektif keislaman serta Kemuhammadiyahan di lingkungan kampus. “Kesyukuran kita panjatkan karena hari ini Baitul Arqam dapat dilaksanakan dan dirangkaikan dengan Syawalan. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman yang utuh tentang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, sehingga kita memiliki kesamaan perspektif dalam menjalankan peran sebagai akademisi,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bulukumba Drs. A. Muh. Yakin, M.M., menekankan bahwa Baitul Arqam maupun Darul Arqam merupakan program yang dilaksanakan di berbagai jenjang dalam Muhammadiyah sebagai upaya penguatan nilai dan konsistensi dalam beramal. “Hampir di seluruh jenjang Muhammadiyah, kegiatan seperti ini terus dilakukan. Ini adalah bagian dari penguatan agar kita tetap konsisten dalam melakukan kebaikan, serta memastikan bahwa strategi perjuangan kita tetap searah,” ungkapnya. Senada dengan itu, perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), Dr. H. Husain Abdul Rahman, M.Pd., menegaskan pentingnya memperluas wawasan sebagai warga Muhammadiyah, meskipun telah memahami ideologi organisasi. “Meskipun kita sudah mengetahui dan memahami ideologi Muhammadiyah, kita tetap dituntut untuk memiliki pandangan yang luas. Sama halnya dengan ibadah puasa Ramadhan yang dilakukan setiap tahun, itu menjadi sarana penguatan dan penyegaran nilai-nilai keimanan kita,” tuturnya. Rangkaian kegiatan semakin bermakna dengan penyampaian hikmah Syawalan oleh Ketua Majelis Tabligh PWM Sulawesi Tenggara Drs. H. Syamsu, M.Pd., yang mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Ramadhan sebagai titik awal transformasi diri menuju pribadi yang lebih berakhlak mulia, baik dalam kehidupan personal maupun profesional. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh dosen dan tenaga kependidikan UM Bulukumba tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang unggul, tetapi juga karakter keislaman yang kuat, integritas tinggi, serta komitmen dalam mewujudkan nilai-nilai Muhammadiyah dalam kehidupan kampus dan masyarakat luas. (Mutiara Hidza)

Perkuat Tata Kelola Akademik, Rektor UM Bulukumba Lantik Kaprodi dan Sekprodi Dirangkaikan Buka Puasa Bersama

BULUKUMBA, Universitas Muhammadiyah Bulukumba kembali melakukan penguatan tata kelola akademik melalui pelantikan Ketua dan Sekretaris Program Studi di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Fakultas Sains dan Teknologi (F. Saintek) masa bakti 2026-2030. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan agenda Buka Puasa Bersama yang berlangsung di Gedung RM HDR, Bulukumba, Selasa 10 Maret 2026. Pelantikan ini menjadi bagian dari komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas layanan akademik serta memperkuat kepemimpinan di tingkat program studi. Momentum tersebut juga dihadiri pimpinan universitas, dosen, dan civitas akademika dalam suasana kebersamaan bulan Ramadan. Rektor Dr. Drs. H. Jumase Basra, M.Si. dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada para Ketua dan Sekretaris Program Studi yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan secara profesional. “Selamat kepada Ketua dan Sekretaris Program Studi yang baru saja dilantik. Ini adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Bapak dan Ibu telah menyampaikan ikrar janji yang disaksikan oleh khalayak, sehingga harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya. Rektor juga mengungkapkan bahwa perkembangan universitas saat ini terus mengalami kemajuan, salah satunya dengan hadirnya beberapa program studi baru termasuk Pendidikan Matematika di lingkungan kampus. Menurutnya, tantangan perguruan tinggi saat ini semakin besar, khususnya dalam menghadapi persaingan antar perguruan tinggi dalam menarik minat mahasiswa. “Tantangan hari ini semakin besar. Kita harus memahami bahwa mahasiswa adalah aset utama, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta,” kata Jumase Basra. Ia menekankan bahwa seluruh pimpinan program studi harus proaktif dalam membangun komunikasi dan pelayanan kepada calon mahasiswa. “Jangan menunggu bola, tetapi menjemput bola. Mahasiswa jangan ditunggu, tetapi harus dijemput,” tegasnya. Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kualitas pelayanan akademik menjadi faktor penting dalam persaingan perguruan tinggi. “Seluruh Kaprodi dan Sekprodi harus memberikan layanan prima. Persaingan yang besar saat ini juga terjadi pada bidang pelayanan kepada mahasiswa,” tambahnya. Dalam kesempatan tersebut, civitas akademika universitas juga menyampaikan ucapan selamat kepada para pimpinan program studi yang baru dilantik. Di lingkungan FKIP, yang dilantik antara lain: Sementara di lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi serta FKIP, turut dilantik: Rektor berharap para pimpinan program studi yang baru dilantik dapat menjalankan tugas dengan integritas serta membawa program studi masing-masing menuju peningkatan kualitas akademik dan pengabdian kepada masyarakat. “Semoga jabatan ini menjadi pintu keberkahan untuk meningkatkan kualitas akademik dan pengabdian kepada masyarakat. Selamat menjalankan tugas dengan integritas tinggi,” pungkasnya. Selain menjadi momentum penguatan kepemimpinan akademik, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi civitas akademika Universitas Muhammadiyah Bulukumba melalui kegiatan buka puasa bersama di bulan suci Ramadan.

Perkuat Literasi Sejak Dini, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UM Bulukumba Gelar PkM di SD Muhammadiyah Bulukumba

BULUKUMBA, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UM Bulukumba melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Edukasi Literasi Belanja bagi Peserta Didik Kelas Tinggi” di SD Muhammadiyah Bulukumba, baru-baru ini. Kegiatan ini diketuai oleh Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Juliana Rahman, S.Pd., M.Pd., bersama tim dosen dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia. PkM ini bertujuan sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memberikan edukasi kepada siswa agar lebih bijak dalam berbelanja dan mampu mengelola keuangan sejak dini. Dalam pelaksanaannya, tim dosen memberikan materi mengenai pemahaman perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, pentingnya menyusun skala prioritas, serta kemampuan membaca informasi harga dan kualitas barang secara kritis. Edukasi disampaikan secara interaktif melalui diskusi, simulasi, dan praktik sederhana yang kontekstual dengan kehidupan sehari-hari siswa. Ketua Pelaksana, Juliana Rahman, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa literasi belanja merupakan bagian dari literasi kehidupan yang perlu ditanamkan sejak usia sekolah dasar. “Melalui kegiatan ini, kami ingin membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir kritis dan bertanggung jawab dalam menggunakan uang saku. Literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga tentang kecakapan hidup,” ujarnya. Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Bulukumba, Ilmar Andi Achmad, S.Pd., M.Pd., turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan pentingnya keberlanjutan program pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat pendidikan. “Kegiatan pengabdian seperti ini mencerminkan komitmen institusi dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara konkret. Kami mendorong setiap program studi untuk terus menghadirkan inovasi yang relevan dan solutif bagi kebutuhan masyarakat,” ungkapnya. Sementara itu, salah satu anggota tim pelaksana, Dr. Jihad Talib, M.Hum., menilai kegiatan ini sangat relevan dan strategis dalam konteks penguatan literasi sejak dini. “Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berorientasi pada kebermanfaatan langsung bagi masyarakat pendidikan. Kegiatan ini dinilai sangat relevan dan strategis, khususnya dalam memperkuat literasi bahasa sejak jenjang sekolah dasar. Kehadiran dosen tidak hanya membawa pengetahuan teoretis, tetapi juga praktik pedagogis aplikatif yang membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan literasi dalam berbelanja, serta pembentukan karakter melalui bahasa Indonesia yang santun dan bermakna,” jelasnya. Kepala SD Muhammadiyah Bulukumba, Hasni, S.Pd., Gr, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas pelaksanaan kegiatan tersebut di sekolah yang dipimpinnya. Ia menilai program edukasi literasi belanja sangat bermanfaat bagi peserta didik, terutama dalam membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab sejak dini.  “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran para dosen yang telah memberikan edukasi yang aplikatif dan mudah dipahami siswa. Kegiatan ini sangat membantu dalam menanamkan kebiasaan bijak dalam berbelanja dan mengelola uang saku,” tuturnya. Melalui kegiatan ini, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UM Bulukumba kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat serta memberikan kontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, dimulai dari penguatan literasi dan kecakapan hidup peserta didik sejak dini.

Mahasiswa KKN FKIP UM Bulukumba Diterima Pemkab Bantaeng

BANTAENG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng secara resmi menerima mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Bulukumba.  Kegiatan penerimaan berlangsung di Kantor Bupati Bantaeng, Kamis (12/2/2026), sebagai penanda dimulainya pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat. Penerimaan mahasiswa KKN ini menjadi bagian dari implementasi tridharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang akan dilaksanakan di Kecamatan Pa’jukukang dan Eremerasa. Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Bulukumba, Ilmar Andi Achmad, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bantaeng atas dukungan dan keterbukaan dalam menerima mahasiswa KKN. Ia menyebutkan, kesempatan tersebut menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan akademik sekaligus berkontribusi langsung kepada masyarakat. “Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bantaeng yang telah memberikan ruang bagi mahasiswa untuk melaksanakan pengabdian dan pembelajaran langsung di masyarakat,” ujarnya. Ilmar juga berharap kehadiran mahasiswa KKN dapat memberi kontribusi nyata serta selaras dengan arah pembangunan daerah. “Kami menitipkan mahasiswa kepada pemerintah daerah agar dapat berproses dan memberikan dampak positif, sekaligus mendukung visi dan misi Kabupaten Bantaeng,” katanya. Selain itu, ia mengingatkan mahasiswa untuk mampu beradaptasi dengan lingkungan, membangun kolaborasi, serta menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat selama masa KKN. Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bantaeng, Asruddin, menyampaikan ucapan selamat datang kepada civitas akademika Universitas Muhammadiyah Bulukumba beserta mahasiswa peserta KKN. Dalam arahannya, Asruddin menekankan pentingnya pelaksanaan program KKN yang selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Bantaeng, yakni Bangkit, Maju, dan Religius menuju Indonesia Emas 2045. Ia juga mengingatkan mahasiswa agar menyesuaikan diri dengan adat istiadat setempat serta menjalin sinergi dengan masyarakat, tokoh pemuda, dan pemerintah desa. Asruddin turut menyoroti pentingnya penguatan literasi digital dalam program kerja mahasiswa KKN.  Menurutnya, pemanfaatan ilmu pengetahuan berbasis digital menjadi kebutuhan masyarakat saat ini dan diharapkan dapat mendukung penguatan program-program desa. Ia menambahkan, kegiatan KKN merupakan sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan dalam konteks nyata kehidupan masyarakat, baik dalam aspek pemerintahan, pembangunan, maupun sosial kemasyarakatan. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan masyarakat sekaligus memberikan pengalaman lapangan yang bermakna bagi mahasiswa peserta KKN. (Sakril)

FKIP UM Bulukumba Gelar Pembekalan dan Pelepasan KKN VII, Dorong Peningkatan Pendidikan dan Literasi Masyarakat

BULUKUMBA – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Bulukumba menyelenggarakan kegiatan Pembekalan dan Pelepasan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan VII dengan tema “Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Literasi Masyarakat melalui Peran Aktif Mahasiswa KKN.” Kegiatan berlangsung di Auditorium Kampus 2 UM Bulukumba, Rabu, 11 Februari 2026. Ketua panitia, Juliana Rahman, S.Pd., M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan KKN diharapkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa. “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa memperoleh pengalaman langsung di lapangan. Mahasiswa diharapkan hadir sebagai agen perubahan yang mampu memberi kontribusi positif.” Ia juga menjelaskan bahwa KKN Angkatan VII diikuti oleh 94 mahasiswa dari empat program studi yang akan ditempatkan di Kecamatan Pa’jukukang dan Kecamatan Eremerasa Kabupaten Bantaeng, serta menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. “Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada tim panitia dan seluruh peserta KKN atas kerja sama dan partisipasinya dalam kegiatan ini,” ujarnya. Sementara itu, Dekan FKIP UM Bulukumba, Dr. Nur Ina Syam, S.S., M.Pd., berpesan agar mahasiswa menjaga nama baik almamater selama menjalankan pengabdian. “Para peserta harus menjaga nama baik almamater, karena kegiatan ini merupakan implementasi salah satu nilai Caturdharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, yaitu pengabdian kepada masyarakat.” Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan program KKN perlu berbasis pada analisis masalah dan kebutuhan masyarakat serta dilaksanakan melalui kolaborasi. “Program kerja mahasiswa hendaknya disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat dan dilaksanakan dengan membangun kolaborasi yang baik,” tambahnya. Amanah disampaikan oleh Ketua BPH UM Bulukumba, Andi Muhammad Safwan, S.Pd, yang mengingatkan mahasiswa tentang tanggung jawab pengabdian selama di lokasi KKN. “Banyak pekerjaan yang harus dilakukan di lokasi KKN, bukan sekadar berekreasi.”Dalam pesannya, ia juga mengutip ayat Al-Qur’an, “Berpegang teguhlah kepada agama Allah dan janganlah bercerai-berai,” sebagai pedoman menjaga persatuan dan nilai keagamaan. Ia melanjutkan, “Jadikan agama sebagai pelindung, tetap bersama dalam kebaikan, dan di tempat KKN mahasiswa harus memberi contoh yang baik bagi masyarakat.” Selain itu, ia menekankan pentingnya musyawarah dan kekompakan. “Dahulukan musyawarah mufakat dan jaga kekompakan dalam menjalankan program,” pesannya. Materi pembekalan dalam kegiatan tersebut turut disampaikan oleh Ilmar Andi Achmad,S.Pd., M.Pd., selaku Kepala LPPM UM Bulukumba, yang memberikan arahan teknis dan akademik sebagai bekal mahasiswa dalam pelaksanaan pengabdian di lapangan. Melalui kegiatan ini, FKIP UM Bulukumba berharap mahasiswa mampu menjalankan tugas pengabdian dengan penuh tanggung jawab, memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan dan literasi masyarakat, serta membawa nama baik institusi selama menjalankan KKN. (Syayyidina Ali)

UM Bulukumba Resmi Membuka Festival Pelajar 2026, Perkuat Komitmen Pembinaan Generasi Muda

Bulukumba — Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) resmi membuka kegiatan Festival Pelajar 2026 yang mengusung tema “UMB Youth Fest: Berani Berkarya, Siap Menginspirasi.” Kegiatan ini menjadi wadah pengembangan minat, bakat, dan kreativitas pelajar melalui berbagai kompetisi dan aktivitas edukatif yang dilaksanakan pada 10–13 Februari 2026 di lingkungan Kampus UM Bulukumba. Festival Pelajar 2026 diikuti ratusan peserta dari berbagai sekolah SMA/SMK/MA sederajat dan menghadirkan beragam kegiatan, di antaranya mini expo dan seminar kewirausahaan, lomba akustik, karya tulis ilmiah (KTI), pidato umum, bola voli, tahfidz Al-Qur’an, serta Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ). Seluruh rangkaian kegiatan diselenggarakan tanpa biaya pendaftaran dan memperebutkan trofi serta uang pembinaan bagi para pemenang. Koordinator kegiatan, Fauzan Akbar, S.Pd., M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa Festival Pelajar 2026 dirancang sebagai ruang aktualisasi diri bagi para pelajar. “Festival ini kami hadirkan sebagai wadah bagi pelajar untuk menyalurkan minat, bakat, dan kreativitas mereka melalui kompetisi yang positif dan edukatif,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada perlombaan semata, tetapi juga pada pembentukan karakter generasi muda. “Kami memadukan kompetisi akademik, seni, olahraga, dan keagamaan sebagai bentuk kolaborasi edukatif yang diharapkan mampu menginspirasi pelajar untuk terus berkarya dan mengembangkan potensinya,” tambahnya. Fauzan juga menjelaskan bahwa Festival Pelajar 2026 merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027* yang sedang berlangsung di UM Bulukumba. Sementara itu, Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Sebagai institusi pendidikan, universitas memiliki tanggung jawab untuk menyediakan ruang yang sehat dan konstruktif bagi generasi muda dalam menyalurkan bakat dan minatnya,” tuturnya. Ia juga menekankan pentingnya sportivitas dan kualitas dalam setiap kompetisi yang diikuti para peserta. “Melalui festival ini, kami mendorong peserta untuk tampil maksimal, menjunjung tinggi sportivitas, dan menunjukkan prestasi terbaik agar lahir para juara dari kompetisi yang berkualitas,” tegasnya. Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., secara khusus menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. “Saya mengucapkan terima kasih kepada panitia, pendamping, dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif serta berkontribusi dalam menyukseskan Festival Pelajar 2026,” ujarnya. Menutup sambutannya, Rektor mengajak seluruh peserta untuk mengikuti setiap perlombaan dengan penuh tanggung jawab. “Jadikan festival ini sebagai pengalaman berharga untuk mengembangkan potensi diri, memperkuat karakter, dan menumbuhkan semangat kolaborasi,” pungkasnya. Dengan terselenggaranya Festival Pelajar 2026, UM Bulukumba berharap kegiatan ini menjadi momentum inspiratif yang tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga memperkuat kreativitas, karakter, dan semangat kebersamaan di kalangan pelajar. (Syayyidina Ali)