Kolaborasi UM Bulukumba dan UNM Tingkatkan Kesiapsiagaan Warga Pesisir Lewat Pemasangan Jalur Evakuasi

Tim Program Kosabangsa Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) bekerjasama dengan Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan kegiatan pemasangan jalur evakuasi bencana di wilayah pesisir Kelurahan Bintarore, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, pada Minggu 12 Oktober 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program bertajuk “Peningkatan Keterampilan Diversifikasi Olahan Ikan dan Pemulihan Lingkungan Pesisir terhadap Masyarakat Rentan Bencana Gelombang Ekstrem di Kabupaten Bulukumba.” Pemasangan jalur evakuasi menuju titik kumpul dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap potensi bencana gelombang ekstrem dan abrasi pantai. Tim Kosabangsa UM Bulukumba turut melibatkan masyarakat setempat dalam proses pemasangan rambu-rambu evakuasi agar mereka memahami fungsi dan pentingnya jalur tersebut. Ketua Tim Kosabangsa UM Bulukumba, Ilmar Andi Achmad, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menyeluruh dalam mewujudkan masyarakat pesisir yang tangguh. “Program ini tidak hanya fokus pada pemberdayaan ekonomi melalui pelatihan olahan ikan, tetapi juga pada aspek keselamatan masyarakat pesisir. Jalur evakuasi ini penting sebagai panduan warga untuk bergerak cepat dan aman saat terjadi bencana gelombang ekstrim menuju titik kumpul yang aman,” ujar Ilmar. Sementara itu, pendamping dari Universitas Negeri Makassar (UNM), Amal, S.Pi., M.Si., Ph.D., mengapresiasi semangat kolaborasi antara tim pelaksana dan masyarakat setempat. “Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ini sangat penting. Dengan memahami fungsi jalur evakuasi, mereka akan lebih siap dan sadar terhadap risiko bencana di wilayah pesisir,” tuturnya. Kepala Lingkungan Situbaru, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sato Dg. Nangka’, menyampaikan apresiasinya atas kepedulian tim Kosabangsa UM Bulukumba terhadap keselamatan warga pesisir. “Kami sangat berterima kasih atas program ini. Jalur evakuasi yang dipasang menjadi pengingat penting bagi warga agar selalu waspada terhadap ancaman gelombang besar. Ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kami,” ujarnya. Melalui program Kosabangsa, UM Bulukumba bersama UNM terus berkomitmen untuk menghadirkan solusi berbasis riset dan pengabdian dalam meningkatkan ketahanan sosial-ekonomi serta keselamatan masyarakat di wilayah pesisir. (Syayyidina Ali) https://slotjitu.com/ https://linkslotjitu.com/ jual303 jual 303 https://heylink.me/jual303/ https://www.slotjitu.id/ https://adslotgacor.com/ https://slotgacor77.id/ https://slotjitu.net/ https://bento.me/kawasan303/ https://www.slotdepo10k.id/ https://www.slotraffiahmad77.com/ https://togelsgp2023.com/ https://www.slotraffiahmad88.com/ https://www.slotraffiahmad.net/ https://www.slotraffiahmad.org/ https://www.situsraffiahmad.com/ https://slotgacor-maxwin.com/ https://www.nausenaadventures.com/ https://www.kawasan303.org/ https://slot.situs-tergacor.com/ https://slotscatterhitamgacor.com/ https://www.slotraffiahmad.id/ https://suleslotgacor.com/ https://www.kawasan303.com/ https://slot.situs-tergacor.com/ https://pgslottop.id/ https://kawasan138.com/ https://slotsuleofficial.com/ https://slot-raffi-ahmad.com/ https://www.slotjitu.web.id/ https://scatterhitamgacor.com/ https://linkslotgacor.id/ https://sundulbola.com/ https://ucosigtau.com/ https://www.ia-itb.com/ link slot gacor
Sinergi Kampus dan Pemerintah: UM Bulukumba Dorong Kajian Ilmiah untuk Pembangunan Daerah

Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pembangunan daerah melalui riset dan kolaborasi strategis. Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), UM Bulukumba berperan sebagai mitra akademik dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Kajian Sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Area Pantai Merpati, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba Tahun 2025, yang digelar di Gedung Phinisi, Selasa, 7 Oktober 2025. Kegiatan ini melibatkan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Bulukumba, LPPM UM Bulukumba, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Dalam sambutannya, Kepala BAPPERIDA Bulukumba, A. Irma Darmayanti Untung, S.T., M.M., menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam menghasilkan riset yang aplikatif dan berdampak nyata. “Saya berharap hasil kajian hari ini tidak hanya menjadi dokumen semata. Kajian ini harus dilaksanakan sesuai kesepakatan bersama dengan seluruh OPD terkait. Tim peneliti dari UM Bulukumba akan berkolaborasi dengan OPD karena hasilnya akan digunakan langsung dalam proses perencanaan dan pengambilan kebijakan daerah,” ujarnya. Sementara itu, Kepala LPPM UM Bulukumba, Ilmar Andi Achmad, S.Pd., M.Pd., menuturkan bahwa keterlibatan UM Bulukumba merupakan bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam memperkuat riset kebijakan dan inovasi pembangunan daerah. “UM Bulukumba akan terus berkomitmen membantu pemerintah daerah melalui riset dan inovasi yang berfokus pada peningkatan PAD. Perguruan tinggi harus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam menciptakan solusi berbasis ilmiah untuk kemajuan daerah,” ungkap Ilmar. FGD ini menjadi wadah kolaboratif untuk merumuskan rekomendasi kebijakan berbasis data dan analisis ilmiah. Hasil kajian yang dikembangkan diharapkan dapat menjadi rujukan penting bagi Pemerintah Kabupaten Bulukumba dalam mengoptimalkan potensi wisata Pantai Merpati sebagai sumber peningkatan PAD yang berkelanjutan. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi, Bulukumba menegaskan langkahnya menuju tata kelola pembangunan daerah yang lebih inovatif dan berbasis riset. (Syayyidina Ali)
UM Bulukumba dan UNM Bersinergi Pulihkan Lingkungan dan Ekonomi Masyarakat Pesisir

Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang berdampak bagi masyarakat. Melalui Program Kosabangsa (Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat), UM Bulukumba berhasil lolos pendanaan dengan judul “Peningkatan Keterampilan Diversifikasi Olahan Ikan dan Pemulihan Lingkungan Pesisir terhadap Masyarakat Rentan Bencana Gelombang Ekstrem di Kabupaten Bulukumba.” Program ini difokuskan pada peningkatan keterampilan masyarakat pesisir melalui pelatihan diversifikasi olahan ikan serta penguatan kesadaran dalam menjaga lingkungan di wilayah pesisir. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lingkungan Situbaru Kelurahan Bintarore, Kecamatan Ujung Bulu, dan menjadi langkah konkret dalam meningkatkan ketahanan ekonomi sekaligus kelestarian lingkungan masyarakat pesisir. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara UM Bulukumba dan Universitas Negeri Makassar (UNM), dengan Ilmar Andi Achmad, S.Pd., M.Pd., sebagai Ketua Pelaksana, Fauzan Akbar, S.Pd., M.Pd., dan Harry Hardian Sakti, S.T., M.S.P., sebagai anggota pelaksana. Kegiatan pembukaan yang digelar hari ini dilanjutkan dengan sesi praktik diversifikasi olahan ikan berupa pembuatan abon ikan, nugget ikan, dan bakso ikan, dipandu oleh Ririn Putrisari, S.Pd., selaku instruktur pelatihan, Sabtu, 11 Oktober 2025. Dalam sambutannya, Lurah Bintarore, Ahmad, S.E., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya program yang dinilainya sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat pesisir. “Alhamdulillaah, dengan adanya kegiatan ini, kami yakin akan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya di Kelurahan Bintarore,” ujarnya. Ia menambahkan, dukungan dari perguruan tinggi seperti UM Bulukumba dan UNM menjadi energi baru bagi pemerintah kelurahan dalam menggerakkan potensi warganya. “Selama ini, banyak potensi masyarakat kita yang belum tergarap maksimal. Dengan pendampingan dari akademisi, kami berharap program ini menjadi bagian dalam meningkatkan ekonomi berbasis potensi lokal,” tambah Ahmad. Sementara itu, Ketua Pendamping dari Universitas Negeri Makassar (UNM), Amal, S.Pi., M.Si., Ph.D., menekankan bahwa Kosabangsa merupakan bentuk nyata kolaborasi sosial antara perguruan tinggi untuk menjawab tantangan masyarakat. “Program Kosabangsa ini adalah wujud sinergi antara perguruan tinggi pelaksana dan pendamping. Ini bukan hanya proyek, tetapi inovasi sosial yang menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” ungkapnya. Amal juga menegaskan bahwa keberlanjutan menjadi kunci keberhasilan program ini. “Yang paling penting adalah bagaimana program ini tetap berjalan meski pendanaan selesai. Kami juga ingin ikut merealisasikan asa dan cita Presiden Prabowo, yakni membangun kemandirian ekonomi masyarakat dari desa. UNM siap terus mendampingi,” tegasnya. Dalam kesempatan yang sama, Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., menyampaikan komitmen universitas dalam menjalankan peran sebagai pelaksana yang berdampak langsung bagi masyarakat. “Sebagai pelaksana, tupoksi kami adalah memastikan kegiatan ini benar-benar menyentuh masyarakat. Kami ingin hasilnya tidak berhenti di pelatihan, tetapi berdampak pada peningkatan kesejahteraan warga pesisir,” ujarnya. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mendukung agar program ini berjalan optimal. “Program seperti ini hanya akan berhasil bila ada partisipasi aktif masyarakat. Kami berharap sinergi antara UM Bulukumba, UNM, pemerintah daerah, dan warga Situbaru terus terjalin untuk kemaslahatan bersama,” tutur Rektor. Sementara itu, Ilmar Andi Achmad, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua Tim Pelaksana dari UM Bulukumba, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam keberhasilan kegiatan. “Terima kasih kepada tim pendamping, pemerintah daerah, tim pelaksana dan mahasiswa, serta kelompok mitra di Situbaru. Kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik berkat kerja sama semua pihak,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa semangat kebersamaan menjadi kunci sukses program berbasis pemberdayaan masyarakat. “Kami tidak hanya ingin mengajarkan, tetapi juga belajar bersama masyarakat. Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bahwa perguruan tinggi punya peran strategis dalam memecahkan masalah nyata di lapangan,” tambah Ilmar. Dari sisi penerima manfaat, Nur Amalia, Ketua Kelompok Pengolahan Ikan Barakka, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. “Saya sangat berterima kasih. Melalui pelatihan ini, kami jadi tahu cara mengolah ikan menjadi produk bernilai jual tinggi seperti abon, nugget, dan bakso,” ungkapnya dengan antusias. Ia berharap pelatihan ini menjadi awal bagi ibu-ibu nelayan untuk lebih produktif dan mandiri. “Semoga ke depan ibu-ibu di kelompok kami bisa menciptakan sumber pendapatan baru. Kami ingin membantu suami dalam meningkatkan ekonomi keluarga, sekaligus menginspirasi masyarakat pesisir lainnya,” tutupnya. Dengan terlaksananya kegiatan ini, UM Bulukumba menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Melalui Kosabangsa, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan terus berlanjut untuk mendorong kemandirian ekonomi, ketahanan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat pesisir di Kabupaten Bulukumba. (Syayyidina Ali)