Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UM Bulukumba dan Universitas Khairun Ternate Teken MoU

BULUKUMBA — Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) menjalin kerja sama akademik dengan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Khairun Ternate melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Implementation Agreement (IA), Selasa, 11 Agustus 2026. Penandatanganan yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Bulukumba tersebut difasilitasi Kantor Urusan Internasional dan Kerja Sama (KUIK) UM Bulukumba. Kerja sama ini diarahkan untuk memperluas jejaring akademik lintas wilayah sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan sumber daya manusia. Rektor UM Bulukumba, Dr. Hj. Andi Sumrah AP, M.Si., menyambut positif kerja sama tersebut. Ia menilai kolaborasi antarperguruan tinggi menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi dan memperluas kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat. “Kami menyambut baik terjalinnya kerja sama antara Universitas Muhammadiyah Bulukumba dengan Universitas Khairun Ternate. MoU ini merupakan langkah strategis untuk memperluas jejaring akademik dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, khususnya dalam bidang pendidikan bahasa dan sastra Indonesia,” ujar Andi Sumrah. Menurut dia, kesepakatan tersebut tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen. Kerja sama perlu segera diwujudkan melalui berbagai program yang melibatkan dosen dan mahasiswa dari kedua perguruan tinggi. “Kita berharap segera akan lahir kolaborasi penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran dan pengembangan kapasitas mahasiswa, kuliah tamu, serta berbagai kegiatan akademik lainnya. Dengan demikian, kerja sama ini benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas pendidikan tinggi,” katanya. Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia UM Bulukumba, Juliana Rahman, S.Pd., M.Pd., mengatakan kerja sama dengan Universitas Khairun Ternate menjadi langkah strategis untuk memperluas jejaring akademik sekaligus memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Atas nama Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Bulukumba, kami menyambut baik dan mengapresiasi penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Khairun Ternate. Kerja sama lintas wilayah ini merupakan langkah strategis untuk memperluas jejaring akademik dan memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujar Juliana. Ia menyebut kerja sama tersebut menjadi kebanggaan bagi Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UM Bulukumba karena dapat membangun kolaborasi akademik dengan perguruan tinggi dari wilayah lain di Indonesia. “Sebuah kebanggaan tersendiri bagi Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UM Bulukumba dapat bergandengan tangan dengan Universitas Khairun Ternate,” katanya. Juliana berharap kerja sama tersebut segera ditindaklanjuti melalui program yang memberikan pengalaman akademik lebih luas bagi mahasiswa sekaligus meningkatkan kapasitas dosen. “Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada dokumen kesepakatan semata, melainkan segera ditindaklanjuti dengan program nyata seperti kuliah tamu (guest lecture), pertukaran mahasiswa, penelitian kolaboratif, dan pengabdian kepada masyarakat demi kemajuan mutu pendidikan bahasa dan sastra di Indonesia,” jelasnya. Kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari upaya Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UM Bulukumba membangun jejaring akademik yang lebih luas. Melalui jejaring ini, kedua program studi diharapkan dapat saling bertukar gagasan, pengetahuan, pengalaman, serta praktik baik dalam pengembangan pendidikan bahasa dan sastra. Bagi UM Bulukumba, kerja sama lintas perguruan tinggi tersebut sejalan dengan komitmen untuk memperkuat mutu, relevansi, dan daya saing pendidikan tinggi melalui kolaborasi dengan berbagai institusi dan mitra strategis. Dengan ditandatanganinya MoU dan Implementation Agreement tersebut, UM Bulukumba dan Universitas Khairun Ternate diharapkan dapat mengembangkan kerja sama yang produktif dan berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi dosen, mahasiswa, dan pengembangan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. (Syayyidina Ali)

FKIP UM Bulukumba Lepas 172 Mahasiswa PLP dan Magang Angkatan VII

Bulukumba — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) menggelar Pembekalan dan Pelepasan Mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dan Magang Angkatan VII di Auditorium Kampus 2 UM Bulukumba, Senin, 10 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti 172 mahasiswa dari lima program studi yang akan ditempatkan di 15 sekolah dan 4 instansi mitra. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan melalui pengalaman langsung di lapangan. Ketua Panitia, Juliana Rahman, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa PLP dan Magang bukan sekadar pemenuhan tuntutan akademik, tetapi merupakan bagian dari proses pembelajaran mahasiswa. “PLP merupakan tahapan pembelajaran akademik mahasiswa, bukan hanya untuk pemenuhan SKS. Lebih dari itu, PLP menjadi ruang untuk mentransformasikan teori yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam praktik di lapangan,” ujarnya. Sementara itu, Dekan FKIP UM Bulukumba, Dr. Nur Ina Syam, S.S., M.Pd., berpesan agar mahasiswa menjaga nama baik almamater sekaligus menunjukkan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan selama berada di lokasi PLP dan Magang. “Selama berada di lokasi PLP dan Magang, jaga nama baik almamater dan tunjukkan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan melalui sikap dan perilaku,” pesannya. Ia juga mendorong mahasiswa untuk tidak hanya hadir sebagai peserta yang belajar, tetapi mampu memberikan kontribusi positif di tempat penugasan. “Berikan kontribusi terbaik di tempat PLP dan Magang, sekaligus manfaatkan kesempatan ini untuk memperluas jejaring,” tambahnya. Rektor UM Bulukumba, Dr. Hj. Andi Sumrah AP, M.Si., menyampaikan bahwa PLP dan Magang merupakan bagian penting dalam proses pembentukan jati diri mahasiswa sebagai calon tenaga profesional. Menurutnya, pengalaman di lapangan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji sekaligus mengembangkan kemampuan yang telah diperoleh di bangku kuliah. “PLP dan Magang merupakan proses pembentukan jati diri untuk menjadi tenaga profesional,” ungkapnya. Ia mengingatkan mahasiswa agar menjadikan berbagai persoalan yang ditemui selama berada di lapangan sebagai bagian dari proses pembelajaran. Kemampuan menghadapi situasi nyata, menurutnya, akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam memasuki dunia profesional. “Jadikan persoalan-persoalan yang ditemui sebagai ruang belajar. Dari sana, mahasiswa dapat memahami bagaimana teori yang diperoleh di kampus diterapkan dalam situasi nyata,” tuturnya. Rektor juga berharap mahasiswa memanfaatkan pengalaman tersebut untuk membangun kesiapan profesional dan memperluas jejaring. “PLP bukan hanya tentang mendapatkan nilai akademik yang baik, tetapi juga tentang mendapatkan pengalaman, membangun karakter, dan memperluas jejaring,” tambahnya. Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Wilayah V, H. Arafah, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya inovasi dan kemampuan membaca perubahan dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan. Mahasiswa didorong untuk tidak hanya mengandalkan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi mampu menerjemahkannya menjadi gagasan yang relevan dan dapat diterapkan di lapangan. “Buatlah konsep dan gagasan terbaik yang nantinya dapat diimplementasikan di tempat PLP dan Magang. Jadikan kesempatan ini sebagai ruang untuk menunjukkan kapasitas dan menghadirkan inovasi yang bermanfaat,” pesannya. Sementara itu, amanah Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UM Bulukumba yang disampaikan oleh Andi Muhammad Safwan, S.Pd., mengingatkan mahasiswa untuk menjaga kesopanan dan kesantunan sebagai calon pendidik. Ia juga menekankan pentingnya kesiapan menjalani setiap tahapan proses dengan sungguh-sungguh. “Siap berproses dan tempatkan sesuatu pada tempatnya. Silakan berproses, karena pencapaian itu tidak bisa diperoleh secara instan,” pesannya. Dalam kegiatan pembekalan tersebut, mahasiswa mendapatkan materi dari Hamzah, S.Pd., M.Pd.; Ilmar Andi Achmad, S.Pd., M.Pd.; serta Dr. Nur Ina Syam, S.S., M.Pd. Pembekalan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menjalankan PLP dan Magang secara profesional serta mampu memberikan kontribusi nyata di sekolah dan instansi mitra. Sebanyak 172 mahasiswa PLP dan Magang Angkatan VII FKIP UM Bulukumba selanjutnya akan menjalankan program di 15 sekolah dan 4 instansi mitra sebagai bagian dari proses pembentukan calon pendidik dan tenaga profesional yang kompeten, berkarakter, dan siap menghadapi dinamika dunia pendidikan. (Syayyidina Ali)

Tim Kosabangsa UM Bulukumba Raih Penghargaan Terbaik III pada Seminar Hasil Kosabangsa 2025

Makassar — Tim Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) Universitas Muhammadiyah Bulukumba bersama Universitas Negeri Makassar berhasil mengukir prestasi dengan meraih Penghargaan Terbaik III Kategori Poster Informasi dan Kreativitas Visual pada Seminar Hasil Program Kosabangsa Tahun Anggaran 2025. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kualitas penyajian informasi, inovasi, dan kreativitas visual dalam mendiseminasikan hasil pengabdian kepada masyarakat melalui program “Peningkatan Keterampilan Diversifikasi Olahan Ikan dan Pemulihan Lingkungan Pesisir terhadap Masyarakat Rentan Bencana Gelombang Ekstrem di Kabupaten Bulukumba.” Seminar Hasil Program Kosabangsa Tahun Anggaran 2025 diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), di Balai Sidang Muktamar Universitas Muhammadiyah Makassar, Kamis, 18 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi wadah bagi perguruan tinggi pelaksana dan pendamping untuk mempresentasikan hasil pelaksanaan Program Kosabangsa, mengevaluasi capaian, sekaligus berbagi praktik baik pemberdayaan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. Program Kosabangsa yang dijalankan Universitas Muhammadiyah Bulukumba berfokus pada pemberdayaan masyarakat pesisir melalui peningkatan keterampilan dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah serta upaya pemulihan lingkungan pesisir bagi masyarakat yang rentan terdampak bencana gelombang ekstrem di Kabupaten Bulukumba. Program ini merupakan bentuk implementasi kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi berbasis potensi lokal dan berkelanjutan. Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., menegaskan bahwa Program Kosabangsa merupakan salah satu wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, berbagai inovasi dan capaian yang dihasilkan menunjukkan bahwa sains dan teknologi mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “Ke depan, kami berharap jejaring kemitraan yang telah terbangun melalui Program Kosabangsa dapat terus diperluas sehingga setiap program dapat saling terhubung dan memperkuat satu sama lain dalam menjawab berbagai kebutuhan masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pengabdian kepada Masyarakat DPPM, Luthfi Ilham Ramdhani, S.Sos., menjelaskan bahwa Program Kosabangsa telah memasuki tahun kelima pelaksanaannya dan terus berkembang sebagai model kolaborasi antarperguruan tinggi dalam menghadirkan solusi berbasis inovasi dan teknologi bagi masyarakat. Menurutnya, keberhasilan Program Kosabangsa tidak hanya diukur dari luaran akademik, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat, baik pada aspek ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Oleh karena itu, seminar hasil menjadi momentum penting untuk mengevaluasi capaian sekaligus mendiseminasikan berbagai praktik baik yang telah dihasilkan selama pelaksanaan program. Ketua Pelaksana Program Kosabangsa UM Bulukumba, Ilmar Andi Achmad, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diraih timnya. Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil sinergi dan kolaborasi seluruh pihak yang terlibat sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga diseminasi hasil program. “Alhamdulillah, penghargaan Terbaik III pada Kategori Poster Informasi dan Kreativitas Visual menjadi apresiasi yang sangat berarti bagi tim kami. Penghargaan ini tidak hanya menjadi pengakuan atas kualitas diseminasi hasil program, tetapi juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan program-program pengabdian yang inovatif, berdampak, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ungkap Ilmar. Ilmar turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama pelaksanaan Program Kosabangsa. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan buah dari kerja sama, dedikasi, dan komitmen berbagai pihak dalam menyukseskan program. “Penghargaan ini kami persembahkan sebagai hasil kerja bersama. Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada almarhum Rektor Universitas Muhammadiyah Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., yang wafat pekan kemarin, semasa hidup beliau senantiasa memberikan arahan, motivasi, dan dukungan penuh terhadap pengembangan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan kampus,” tuturnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada anggota pelaksana, Fauzan Akbar, S.Pd., M.Pd., dan Harry Hardian Sakti, S.T., M.S.P., atas dedikasi dan kerja sama yang solid selama menjalankan program. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada tim pendamping dari Universitas Negeri Makassar, yakni Amal, S.Pi., M.Si., Ph.D., Prof. Dr. Muhammad Rakib, S.Pd., M.Si., dan Prof. Nur Anny Suryaningsih Taufieq, M.Si., Ph.D., yang telah memberikan pendampingan, arahan, serta penguatan dalam setiap tahapan pelaksanaan kegiatan. Selain itu, Ilmar juga mengapresiasi dukungan Lurah Bintarore, Ahmad, S.E., masyarakat Kelurahan Bintarore sebagai mitra program, mahasiswa yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan, serta tim media yang telah membantu mendokumentasikan dan menyebarluaskan berbagai capaian Program Kosabangsa. “Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan inovasi dan pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan berbasis potensi lokal,” tutup Ilmar. Kontributor: Syayyidina Ali

Penguatan Mutu RPL, LLDIKTI Wilayah IX Lakukan Monev di UM Bulukumba

Bulukumba, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sultanbatara melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba), bertempat di Gedung Lecturer Theater UM Bulukumba, Rabu (20/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan implementasi program RPL di lingkungan perguruan tinggi, khususnya dalam memastikan proses pengakuan capaian pembelajaran yang diperoleh melalui pengalaman kerja maupun pendidikan nonformal berjalan sesuai regulasi dan standar mutu pendidikan tinggi. Monitoring dan evaluasi tersebut dipimpin oleh Muh. Tahir Hamzah, S.T., M.M., selaku Penelaah Teknis Kebijakan LLDIKTI Wilayah IX. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa program RPL merupakan langkah strategis dalam membuka akses pendidikan tinggi yang lebih inklusif bagi masyarakat. Tahir menyampaikan bahwa pelaksanaan RPL harus tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan mutu akademik. Menurutnya, perguruan tinggi perlu memastikan setiap proses asesmen dilakukan secara objektif agar capaian pembelajaran yang diakui benar-benar sesuai dengan kompetensi yang dimiliki peserta. “Program RPL hadir untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat yang memiliki pengalaman kerja maupun kompetensi tertentu agar dapat memperoleh pengakuan akademik. Karena itu, pelaksanaannya harus sesuai pedoman dan standar yang telah ditetapkan,” ujarnya. Sementara itu, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UM Bulukumba, Dr. Nur Ina Syam, S.S., M.Pd., menyampaikan bahwa program RPL merupakan bentuk komitmen kampus dalam mendukung akses pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan fleksibel bagi masyarakat. Menurutnya, kegiatan monitoring dan evaluasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola RPL agar berjalan sesuai standar mutu, transparan, dan akuntabel. “Kami menyambut baik kegiatan monev ini sebagai ruang evaluasi dan pembelajaran untuk menyempurnakan pelaksanaan RPL di FKIP UM Bulukumba. Masukan dari tim LLDIKTI tentu menjadi bekal penting bagi kami dalam meningkatkan kualitas layanan dan pengelolaan program RPL ke depan,” ujarnya. Ketua Pengelola RPL UM Bulukumba, Ilmar Andi Achmad, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa UM Bulukumba terus berkomitmen mengembangkan sistem RPL yang adaptif dan sesuai kebutuhan masyarakat. Menurutnya, melalui program tersebut, kampus berupaya memberikan akses pendidikan yang lebih luas sekaligus mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manusia di daerah. “Kami terus melakukan pembenahan dan penguatan tata kelola RPL agar pelaksanaannya berjalan optimal. Kehadiran tim monitoring dan evaluasi dari LLDIKTI Wilayah IX menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan RPL di UM Bulukumba,” ungkapnya. Kegiatan monitoring dan evaluasi berlangsung dengan sesi pemaparan dokumen, diskusi, serta peninjauan pelaksanaan program RPL di lingkungan Universitas Muhammadiyah Bulukumba. Acara tersebut turut dihadiri pimpinan fakultas, dosen, serta tim pengelola RPL UM Bulukumba.

Jaring Calon Lulusan Unggul, UM Bulukumba Sukses Gelar Seleksi PMB Gelombang Pertama Melalui Tiga Jalur Penerimaan

BULUKUMBA, Sebanyak 119 calon mahasiswa baru mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru (PMB) gelombang pertama pada Kamis, 30 April 2026 di Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba), yang berlangsung dalam suasana tertib dan kondusif. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan seleksi yang telah disiapkan panitia, mulai dari registrasi hingga ujian seleksi. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen UM Bulukumba dalam menjaring calon mahasiswa yang berkualitas serta memiliki kesiapan akademik dan karakter yang baik. Tahun ini, UM Bulukumba membuka beberapa jalur penerimaan, yaitu jalur umum, jalur prestasi, dan jalur hafidz.  Sementara jalur umum diperuntukkan bagi calon mahasiswa melalui seleksi akademik dengan mengikuti tes CBT (Computer Based Test) dan wawancara oleh ketua program studi masing-masing. Sementara itu, jalur prestasi ditujukan bagi siswa yang memiliki capaian di bidang akademik maupun non-akademik, dan jalur hafidz memberikan kesempatan khusus bagi calon mahasiswa yang memiliki hafalan Al-Qur’an. Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., dalam keterangannya menyampaikan apresiasi atas tingginya minat calon mahasiswa yang mendaftar di gelombang pertama ini. Ia menegaskan bahwa UM Bulukumba terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan serta layanan akademik. “Kami menyambut baik antusiasme para calon mahasiswa yang mengikuti seleksi hari ini. Ini menjadi indikator kepercayaan masyarakat terhadap UM Bulukumba. Kami berkomitmen mencetak lulusan yang unggul, berdaya saing, dan berakhlak mulia,” ujar Rektor. Sementara itu, Ketua Panitia PMB 2026, Ilmar Andi Achmad, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pelaksanaan seleksi berjalan lancar sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. “Alhamdulillah, seluruh rangkaian seleksi gelombang pertama hari ini berlangsung dengan baik. Peserta yang hadir mencapai ratusan orang dari berbagai daerah. Kami memastikan seluruh proses berjalan profesional dan transparan, termasuk pada tiga jalur penerimaan yang kami buka,” jelasnya. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja maksimal dalam menyukseskan kegiatan ini. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja dengan penuh dedikasi sehingga kegiatan seleksi ini dapat berjalan lancar dan sukses,” tambahnya. Ia juga menambahkan bahwa bagi calon mahasiswa yang belum sempat mengikuti seleksi gelombang pertama, masih tersedia kesempatan pada gelombang berikutnya. Bagi calon mahasiswa yang ingin mendaftar, pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui laman pmb.umbulukumba.ac.id/ atau datang langsung ke sekretariat penerimaan calon mahasiswa baru di Kampus 1 maupun Kampus 2 UM Bulukumba. “Saat ini, UM Bulukumba menyediakan 11 program studi jenjang Strata 1 (S1) dan 1 program studi jenjang Strata 2 (S2) Magister, sebagai pilihan bagi calon mahasiswa untuk mengembangkan potensi akademik dan profesional mereka,” tutupnya.

Qabilah GKHW UM Bulukumba Periode 2023–2028 Resmi Dikukuhkan, Siap Cetak Kader Berintegritas

Bulukumba, Qabilah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (GKHW) Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) periode 2023–2028 resmi dikukuhkan oleh Kwartir Pusat Hisbul Wathan, pada Jumat, 3 April 2026, bertempat di Auditorium Kampus 2 UM Bulukumba. Pengukuhan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Kwartir Pusat Hizbul Wathan, Heryanti Alamsyah, S.Pd., M.Pd. Ia menyampaikan harapan agar seluruh pengurus yang dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan dan keteguhan hati dalam berjuang. “Semoga Ramanda dan Ibunda yang dikukuhkan hari ini senantiasa berteguh hati, ikhlas dalam berjuang, serta mampu mengemban amanah ini dengan baik sehingga tujuan Hizbul Wathan dapat tercapai secara optimal,” ujarnya. Rektor UM Bulukumba selaku Dewan Pembina, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa Hizbul Wathan merupakan salah satu organisasi otonom Muhammadiyah yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak, disiplin, dan berjiwa kepemimpinan. “Hizbul Wathan bukan sekadar organisasi kepanduan, tetapi juga wadah pembinaan karakter yang berlandaskan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Kehadiran Qabilah GKHW di UM Bulukumba diharapkan mampu melahirkan kader-kader unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual,” ungkapnya. Sementara itu, Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Sulawesi Selatan, Syahrir Rajab, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada UM Bulukumba atas komitmennya dalam mengembangkan gerakan kepanduan di lingkungan perguruan tinggi. “Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Universitas Muhammadiyah Bulukumba. Semoga Qabilah GKHW ini dapat menjadi penggembira sekaligus penggerak dalam memajukan Persyarikatan Muhammadiyah, khususnya di kalangan generasi muda,” tuturnya. Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Husain Abdul Rahman, Dr. H. Husain Abdul Rahman, M.Pd., menekankan pentingnya sinergi antara gerakan kepanduan dan misi dakwah Muhammadiyah. Ia menyampaikan bahwa Hizbul Wathan harus mampu menjadi garda terdepan dalam membumikan nilai-nilai Islam berkemajuan, serta menjadi ruang kaderisasi yang melahirkan generasi yang tangguh, adaptif, dan berwawasan luas. “Hizbul Wathan harus tampil sebagai kekuatan moral dan intelektual yang mampu menjawab tantangan zaman. Di sinilah pentingnya membangun sinergi antara nilai keislaman, kepanduan, dan dunia akademik,” jelasnya. Ketua Qabilah Gerakan Kepanduan Hisbul Wathan UM Bulukumba Dr. Suhartini Aziz, M.Pd., menyampaikan komitmennya untuk membawa Qabilah GKHW menjadi organisasi yang aktif, progresif, dan berdampak. “Amanah ini adalah tanggung jawab yang akan kami jalankan dengan penuh dedikasi. Kami berharap dalam waktu dekat bisa membentuk Kafilah Hizbul Wathan (HW) sebagai satuan atau kelompok pandu tingkat perguruan tinggi/mahasiswa dalam Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan yang setingkat dengan UKM kampus.” ujarnya. Pengukuhan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat eksistensi Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan di lingkungan UM Bulukumba, sekaligus sebagai langkah strategis dalam mencetak kader-kader muda yang berintegritas, berjiwa kepemimpinan, dan siap mengabdi untuk umat, bangsa, dan persyarikatan. (Syayyidina Ali)

Baitul Arqam UM Bulukumba Perkuat Nilai Ke Islaman Dan Ke Muhammadiyahan, Dirangkaikan Dengan Syawalan 1447 H

Bulukumba, Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) melaksanakan kegiatan Baitul Arqam bagi dosen dan tenaga kependidikan yang dirangkaikan dengan Syawalan 1447 Hijriah, pada 3–4 April 2026 di auditorium kampus 2 UM Bulukumba. Kegiatan ini mengangkat tema “Penguatan Nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam Mewujudkan Dosen dan Tenaga Kependidikan yang Profesional, Berintegritas, dan Berkemajuan”, serta tema Syawalan “Refleksi Ramadhan dalam Membangun Karakter Akademisi Berakhlak Mulia.” Kegiatan diawali dengan penyerahan daftar nama peserta Baitul Arqam oleh Rektor UM Bulukumba kepada Master of Training sebagai simbol dimulainya proses pembinaan ideologis dan spiritual bagi seluruh peserta selama 2 hari. Dalam sambutannya, Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M. Si., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang dipadukan dengan momentum Syawalan. Ia menegaskan bahwa Baitul Arqam memiliki peran strategis dalam membangun kesamaan pemahaman dan perspektif keislaman serta Kemuhammadiyahan di lingkungan kampus. “Kesyukuran kita panjatkan karena hari ini Baitul Arqam dapat dilaksanakan dan dirangkaikan dengan Syawalan. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman yang utuh tentang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, sehingga kita memiliki kesamaan perspektif dalam menjalankan peran sebagai akademisi,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bulukumba Drs. A. Muh. Yakin, M.M., menekankan bahwa Baitul Arqam maupun Darul Arqam merupakan program yang dilaksanakan di berbagai jenjang dalam Muhammadiyah sebagai upaya penguatan nilai dan konsistensi dalam beramal. “Hampir di seluruh jenjang Muhammadiyah, kegiatan seperti ini terus dilakukan. Ini adalah bagian dari penguatan agar kita tetap konsisten dalam melakukan kebaikan, serta memastikan bahwa strategi perjuangan kita tetap searah,” ungkapnya. Senada dengan itu, perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), Dr. H. Husain Abdul Rahman, M.Pd., menegaskan pentingnya memperluas wawasan sebagai warga Muhammadiyah, meskipun telah memahami ideologi organisasi. “Meskipun kita sudah mengetahui dan memahami ideologi Muhammadiyah, kita tetap dituntut untuk memiliki pandangan yang luas. Sama halnya dengan ibadah puasa Ramadhan yang dilakukan setiap tahun, itu menjadi sarana penguatan dan penyegaran nilai-nilai keimanan kita,” tuturnya. Rangkaian kegiatan semakin bermakna dengan penyampaian hikmah Syawalan oleh Ketua Majelis Tabligh PWM Sulawesi Tenggara Drs. H. Syamsu, M.Pd., yang mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Ramadhan sebagai titik awal transformasi diri menuju pribadi yang lebih berakhlak mulia, baik dalam kehidupan personal maupun profesional. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh dosen dan tenaga kependidikan UM Bulukumba tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang unggul, tetapi juga karakter keislaman yang kuat, integritas tinggi, serta komitmen dalam mewujudkan nilai-nilai Muhammadiyah dalam kehidupan kampus dan masyarakat luas. (Mutiara Hidza)

UM Bulukumba Resmi Membuka Festival Pelajar 2026, Perkuat Komitmen Pembinaan Generasi Muda

Bulukumba — Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) resmi membuka kegiatan Festival Pelajar 2026 yang mengusung tema “UMB Youth Fest: Berani Berkarya, Siap Menginspirasi.” Kegiatan ini menjadi wadah pengembangan minat, bakat, dan kreativitas pelajar melalui berbagai kompetisi dan aktivitas edukatif yang dilaksanakan pada 10–13 Februari 2026 di lingkungan Kampus UM Bulukumba. Festival Pelajar 2026 diikuti ratusan peserta dari berbagai sekolah SMA/SMK/MA sederajat dan menghadirkan beragam kegiatan, di antaranya mini expo dan seminar kewirausahaan, lomba akustik, karya tulis ilmiah (KTI), pidato umum, bola voli, tahfidz Al-Qur’an, serta Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ). Seluruh rangkaian kegiatan diselenggarakan tanpa biaya pendaftaran dan memperebutkan trofi serta uang pembinaan bagi para pemenang. Koordinator kegiatan, Fauzan Akbar, S.Pd., M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa Festival Pelajar 2026 dirancang sebagai ruang aktualisasi diri bagi para pelajar. “Festival ini kami hadirkan sebagai wadah bagi pelajar untuk menyalurkan minat, bakat, dan kreativitas mereka melalui kompetisi yang positif dan edukatif,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada perlombaan semata, tetapi juga pada pembentukan karakter generasi muda. “Kami memadukan kompetisi akademik, seni, olahraga, dan keagamaan sebagai bentuk kolaborasi edukatif yang diharapkan mampu menginspirasi pelajar untuk terus berkarya dan mengembangkan potensinya,” tambahnya. Fauzan juga menjelaskan bahwa Festival Pelajar 2026 merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027* yang sedang berlangsung di UM Bulukumba. Sementara itu, Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Sebagai institusi pendidikan, universitas memiliki tanggung jawab untuk menyediakan ruang yang sehat dan konstruktif bagi generasi muda dalam menyalurkan bakat dan minatnya,” tuturnya. Ia juga menekankan pentingnya sportivitas dan kualitas dalam setiap kompetisi yang diikuti para peserta. “Melalui festival ini, kami mendorong peserta untuk tampil maksimal, menjunjung tinggi sportivitas, dan menunjukkan prestasi terbaik agar lahir para juara dari kompetisi yang berkualitas,” tegasnya. Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., secara khusus menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. “Saya mengucapkan terima kasih kepada panitia, pendamping, dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif serta berkontribusi dalam menyukseskan Festival Pelajar 2026,” ujarnya. Menutup sambutannya, Rektor mengajak seluruh peserta untuk mengikuti setiap perlombaan dengan penuh tanggung jawab. “Jadikan festival ini sebagai pengalaman berharga untuk mengembangkan potensi diri, memperkuat karakter, dan menumbuhkan semangat kolaborasi,” pungkasnya. Dengan terselenggaranya Festival Pelajar 2026, UM Bulukumba berharap kegiatan ini menjadi momentum inspiratif yang tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga memperkuat kreativitas, karakter, dan semangat kebersamaan di kalangan pelajar. (Syayyidina Ali)

KL Lazismu UM Bulukumba Ikuti Rakerwil Sulsel, Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat

ENREKANG — Kantor Layanan (KL) Lazismu Universitas Muhammadiyah (UM) Bulukumba turut berpartisipasi dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Lazismu Sulawesi Selatan yang digelar di Kampus Universitas Muhammadiyah Enrekang, Sabtu–Ahad (31 Januari–1 Februari 2026). Kegiatan ini menjadi bagian penting dari konsolidasi Lazismu dalam memastikan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah berjalan secara terintegrasi, berdampak, dan berkelanjutan. Rakerwil Lazismu Sulawesi Selatan mengusung tema “Inovasi Sosial yang Terintegrasi, Berdampak, dan Berkemajuan” dan diikuti oleh seluruh perwakilan Lazismu Daerah se-Sulawesi Selatan. Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan arah kebijakan dan rencana kerja Lazismu di tingkat wilayah dan daerah. Rakerwil tersebut menghadirkan perwakilan Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hafizh Syafa’aturrahman, yang menyampaikan arahan terkait penguatan sistem kelembagaan Lazismu secara nasional. Ia menegaskan bahwa Lazismu bekerja dalam satu sistem yang saling terhubung dari tingkat pusat hingga daerah. “Lazismu tidak bekerja secara parsial. Pelaporan dilakukan secara rutin dan terstandar, tidak hanya di tingkat pusat, tetapi juga secara nasional. Ini merupakan wujud komitmen Lazismu dalam menjaga akuntabilitas dan kepercayaan publik,” ujar Hafizh. Ia menambahkan, seluruh pedoman dan panduan Lazismu dirancang untuk mendukung program yang terintegrasi, berdampak, dan berkelanjutan, serta selaras dengan visi besar Muhammadiyah. Program-program Lazismu juga merupakan turunan dari keputusan Muktamar Muhammadiyah dan dijalankan sesuai dengan regulasi serta hukum negara. “Rakerwil adalah forum kebijakan yang terkonsolidasikan,” katanya. Menurut Hafizh, forum ini penting untuk memastikan keselarasan antara rencana strategis Lazismu Pusat dengan implementasi program di wilayah dan daerah. Dalam kegiatan tersebut, KL Lazismu UM Bulukumba menugaskan Nasir, S.Pd., M.Pd. pada bidang keuangan serta Drs. H. Zainuddin Latief pada administrasi program. Keikutsertaan ini menjadi bentuk komitmen KL Lazismu UM Bulukumba dalam mendukung penguatan tata kelola kelembagaan Lazismu. Nasir berharap Rakerwil Lazismu Sulawesi Selatan mampu memperkuat sinergi kebajikan dan mengoptimalkan pengelolaan zakat di seluruh wilayah. “Rakerwil ini kami harapkan dapat meningkatkan sinergi kebajikan dan optimalisasi zakat, baik dari sisi penghimpunan, penguatan program pemberdayaan masyarakat, maupun pengembangan program-program unggulan Lazismu. Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan zakat harus terus dijaga agar kepercayaan publik semakin kuat,” ujarnya. Ia juga menilai Rakerwil sebagai ruang strategis untuk mendorong lahirnya inovasi sosial yang berdampak nyata bagi masyarakat. “Melalui forum ini, Lazismu didorong untuk terus menghadirkan inovasi sosial yang berorientasi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya di Sulawesi Selatan,” tambahnya. Melalui keikutsertaan dalam Rakerwil ini, KL Lazismu UM Bulukumba diharapkan mampu mengimplementasikan hasil-hasil kebijakan secara konkret di tingkat lokal, memperkuat tata kelola kelembagaan, serta menghadirkan program zakat yang semakin profesional, transparan, dan berdampak bagi kemaslahatan umat. (Syayyidina Ali)

UM Bulukumba Wisuda 310 Sarjana, Teguhkan Kampus Berkarakter dan Perkuat Kolaborasi dengan BAZNAS

BULUKUMBA, Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) kembali mencatatkan tonggak penting dalam perjalanan akademiknya dengan melaksanakan Wisuda Sarjana dengan tema”Mencetak Sarjana Unggul, Berakhlak Islami, dan Siap Mengabdi Untuk Negeri” pada Senin, 22 Desember 2025. Prosesi wisuda berlangsung khidmat di Auditorium KH. Ahmad Dahlan dan diikuti oleh 310 wisudawan dari dua fakultas, yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek). Dari FKIP, wisudawan berasal dari Program Studi Pendidikan Non Formal (PNF), Pendidikan Biologi, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Bahasa Indonesia. Sementara itu, Fakultas Saintek meluluskan mahasiswa dari Program Studi Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Ilmu Aktuaria, Kimia, dan Peternakan. Wisuda ini menjadi penanda keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan studi sekaligus bentuk tanggung jawab UM Bulukumba dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul dan berkarakter. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kab. Bulukumba, H. Andi Edy Manaf, S.Sos. menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Universitas Muhammadiyah Bulukumba sebagai satu-satunya “universitas” di Kabupaten Bulukumba yang konsisten menghadirkan pendidikan berkarakter. “Terima kasih kepada UM Bulukumba sebagai satu-satunya universitas di Kabupaten Bulukumba yang telah menghadirkan pendidikan berkarakter, menanamkan nilai kewirausahaan, akhlak Islami, dan integritas kepada para mahasiswanya,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa capaian para wisudawan merupakan buah dari proses panjang dan kerja keras, serta diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. “Capaian para wisudawan hari ini merupakan hasil kerja keras yang luar biasa. Di balik keberhasilan ini ada perjuangan orang tua, sehingga kini saatnya para lulusan membalasnya dengan prestasi, dan siap menjadi agen perubahan. Begitupun kampus senantiasa mengedepankan kualitas daripada kuantitas dalam menyiapkan generasi ke depan,” tambahnya. Sementara itu, Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada seluruh wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi dengan penuh ketekunan. “Selamat kepada para wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan studi dengan baik. Capaian ini adalah bukti kerja keras, ketekunan, serta kemampuan Ananda dalam menghadapi berbagai tantangan dan rintangan selama masa perkuliahan,” ujarnya. Rektor juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para orang tua atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan kepada UM Bulukumba. “Pada Wisuda ke-6 ini, atas nama pimpinan dan civitas akademika UM Bulukumba, kami mengucapkan terima kasih kepada orang tua wisudawan. Jangan pernah melupakan almamater, kami menantikan saran dan masukan konstruktif untuk bersama-sama membesarkan UM Bulukumba. Amalkan ilmu yang diperoleh dan songsong masa depan yang gemilang,” tuturnya. Orasi ilmiah pada wisuda ini disampaikan oleh Dr. Hj. Andi Yuliani Paris, M.Sc. yang menekankan peran strategis UM Bulukumba sebagai kampus yang berkarakter dan responsif terhadap kebutuhan zaman. “UM Bulukumba telah membuktikan perannya sebagai kampus berkarakter, berakhlak, dan responsif terhadap kebutuhan zaman. Kampus berdampak adalah kampus yang melahirkan lulusan unggul, siap kerja dan berwirausaha, serta berlandaskan nilai-nilai Islam,” jelasnya. Ia juga berpesan kepada para wisudawan agar mampu menjadi motor penggerak perubahan di tengah masyarakat. “Menyandang gelar sarjana berarti menjunjung tinggi integritas dan etika. Teruslah belajar, adaptif terhadap perubahan, inovatif, dan jangan mudah menyerah agar dapat berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah melalui riset dan inovasi,” tegasnya. Perwakilan LLDIKTI Wilayah IX, Muh Tahir Hamzah, S.T., M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa gelar sarjana bukan sekadar simbol akademik, melainkan amanah yang harus dijaga dengan adab dan moral. “Meraih gelar sarjana bukanlah hal yang mudah. Gelar ini mengandung ilmu dan keterampilan, namun tanpa adab dan nilai, semuanya menjadi tidak bermakna. Seorang sarjana dituntut tidak hanya pintar, tetapi juga cerdas dengan memadukan IPTEK dan akhlak,” ungkapnya. Ia juga memberikan apresiasi kepada orang tua wisudawan dan menyampaikan komitmen LLDIKTI dalam memperkuat mutu perguruan tinggi. “Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada orang tua wisudawan sebagai pejuang pendidikan. Melalui regulasi penjaminan mutu, perguruan tinggi terus diperkuat dengan peningkatan SDM, mendorong dosen melanjutkan studi, serta penguatan jabatan fungsional,” tambahnya. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Abdul Qadir Gassing, HT., MS., memberikan pesan moral kepada para wisudawan agar memegang teguh nilai-nilai kehidupan setelah menyandang gelar sarjana. “Peganglah empat bekal utama: dahulukan etika sosial, kuatkan iman, perkokoh ilmu, serta bekerja keras dengan jujur dan ikhlas. Dengan bekal inilah sebuah bangsa dapat berdiri dan bertahan lama,” pesannya. Ia juga mengingatkan pentingnya kemandirian dan tanggung jawab setelah lulus dari perguruan tinggi. “Setelah menyandang gelar sarjana, jangan lagi membebani orang tua. Tetapkan niat yang lurus, bekerja keras, dan miliki tujuan yang jelas. Semoga Universitas Muhammadiyah Bulukumba terus berkembang dan memberi manfaat yang lebih luas,” ujarnya. Amanah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Eng. Muhammad Kunta Biddinika, M.Eng., turut mewarnai rangkaian wisuda dengan pesan keberlanjutan dan pembelajaran sepanjang hayat. “Terima kasih dan selamat kepada UM Bulukumba atas terselenggaranya proses akademik yang baik. Semoga UMB terus maju dan membawa kemaslahatan bagi banyak orang,” disampaikan dalam amanah tersebut. Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga berpesan agar senantiasa menjaga nilai-nilai yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan. “Jangan berhenti belajar di tengah perubahan yang cepat. Manfaatkan kemajuan teknologi, bangun jejaring, dan teruskan kebiasaan baik yang diperoleh di UMB, khususnya nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan serta kepedulian sosial. Jadilah alumni yang berintegritas, amanah, dan bertanggung jawab,” pesannya. Rangkaian Wisuda Sarjana ke-6 Universitas Muhammadiyah Bulukumba juga dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara UM Bulukumba dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bulukumba. Kerja sama tersebut bertujuan untuk memperkuat sinergi dalam bidang pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, serta optimalisasi program-program sosial berbasis zakat, infak, dan sedekah. Melalui MoU ini, kedua belah pihak berkomitmen mendorong lahirnya program-program yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kabupaten Bulukumba. Pada Wisuda Sarjana ke-6 UM Bulukumba tersebut, pihak universitas juga memberikan penghargaan kepada wisudawan terbaik tingkat universitas sebagai bentuk apresiasi atas prestasi akademik, dedikasi, dan keteladanan selama menempuh pendidikan. Adapun wisudawan terbaik tingkat universitas yang menerima penghargaan yaitu Terbaik I Astria Amanda dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Terbaik II Awal Saputra Ramadan dari Program Studi Pendidikan Non Formal (PNF), dan Terbaik III Eka Sujisno Ramadan dari Prodi Kimia. Wisuda Sarjana UM Bulukumba ini menjadi bukti komitmen universitas dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, berakhlak Islami, dan siap berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.