Dosen UM Bulukumba Ikuti Pelatihan Auditor Mutu Internal APMU PTMA di Yogyakarta

Yogyakarta — Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) terus menunjukkan komitmennya dalam penguatan sistem penjaminan mutu internal dengan turut serta dalam Pelatihan Auditor Mutu Internal Asosiasi Penjaminam Mutu Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (APMU PTMA) Batch #2 yang diselenggarakan oleh Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta pada 22–23 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia. UM Bulukumba mengutus dosennya untuk mengikuti pelatihan tersebut sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang audit mutu internal. Salah satu peserta, Dr. Nur Ina Syam, M.Pd., menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi bekal penting dalam memperkuat kompetensi auditor internal di lingkungan universitas. “Harapan saya setelah mengikuti pelatihan ini adalah semoga saya mampu menjadi auditor internal yang kompeten dan profesional, yang tidak hanya mampu menemukan ketidaksesuaian, tetapi juga mampu menjadi mitra strategis bagi unit kerja dalam melakukan perbaikan berkelanjutan demi tercapainya target mutu di UM Bulukumba,” ungkapnya. Lebih lanjut, Dr. Ina menilai bahwa pelatihan Audit Mutu Internal (AMI) ini diselenggarakan secara sangat sistematis dengan dukungan narasumber yang kompeten dan berpengalaman di bidang penjaminan mutu pendidikan tinggi. Materi yang disajikan dinilai mampu memperkuat pemahaman konseptual sekaligus kesiapan praktis peserta. “Materi yang disusun secara sistematis dan narasumber yang sangat kompeten membuat kami semakin siap menjalankan tugas sebagai auditor internal. Simulasi praktik audit di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, khususnya pada Program Studi S1 Psikologi, sangat membantu dalam mengasah ketajaman analisis serta kemampuan dalam mengidentifikasi temuan dan rekomendasi perbaikan,” tambahnya. Senada dengan hal tersebut, peserta lainnya dari UM Bulukumba, Ardianto, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pelatihan Auditor Mutu Internal ini memiliki peran strategis dalam memperkuat implementasi sistem penjaminan mutu internal di perguruan tinggi. “Pelatihan Auditor Mutu Internal ini sangat strategis karena auditor tidak hanya berfungsi untuk menemukan ketidaksesuaian, tetapi juga berperan sebagai mitra unit kerja dalam mendorong perbaikan berkelanjutan dan peningkatan mutu institusi,” jelasnya. Ia juga berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat diimplementasikan secara konsisten di seluruh unit kerja UM Bulukumba, sehingga budaya mutu benar-benar terbangun secara menyeluruh. “Melalui pelatihan ini, kami semakin memahami bahwa budaya mutu harus dijalankan secara kolaboratif dan berkelanjutan, bukan sekadar pemenuhan administrasi, tetapi sebagai bagian dari tata kelola universitas yang profesional,” ujarnya. Melalui keikutsertaan dalam Pelatihan Auditor Mutu Internal APMU PTMA Batch #2 ini, UM Bulukumba menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, tata kelola, serta daya saing institusi secara berkelanjutan di tingkat nasional. (Syayyidina Ali)

UM Bulukumba Jadi Lokasi Konsolidasi LAZISMu Sulsel, Perkuat Sinergi Kampus dan Gerakan Sosial

BULUKUMBA — Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) menjadi salah satu lokasi pelaksanaan konsolidasi organisasi Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMu) Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Rektorat UM Bulukumba, Sabtu, 17 Januari 2026. Konsolidasi ini merupakan bagian dari agenda penguatan kelembagaan LAZISMu yang dilaksanakan di berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), khususnya Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Lazismu daerah di Sulawesi Selatan. Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., menyambut baik pelaksanaan konsolidasi sekaligus kehadiran Kantor Layanan LAZISMu (KLL) di lingkungan kampus. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan LAZISMu merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran sosial Muhammadiyah. “Kehadiran Kantor Layanan LAZISMu di kampus UM Bulukumba menjadi penguat komitmen kami dalam membangun kepedulian sosial yang terintegrasi dengan dunia pendidikan,” ujar Jumase. Ia menilai program-program LAZISMu memiliki dampak langsung bagi mahasiswa dan masyarakat sekitar, terutama dalam mendukung akses pendidikan bagi mahasiswa kurang mampu. “Program sosial seperti Beasiswa Sang Surya sangat membantu mahasiswa yang membutuhkan. Ini menjadi bukti bahwa sinergi UM Bulukumba dan LAZISMu mampu menghadirkan manfaat berkelanjutan,” katanya. Sementara itu, Ketua LAZISMu Sulawesi Selatan, Prof. H. Mahmudin, M.Ag., menegaskan bahwa konsolidasi ini menjadi bagian penting dalam penguatan peran LAZISMu, baik di tingkat wilayah maupun daerah. “Konsolidasi ini bertujuan memperkuat tata kelola LAZISMu agar semakin profesional, transparan, dan siap merespons persoalan sosial maupun kebencanaan secara cepat dan tepat,” ungkap Prof. Mahmudin. Hal senada disampaikan Ketua Kantor Layanan LAZISMu (KLL) UM Bulukumba, Yuliartati, S.E., M.M. Ia menyebut kolaborasi antara LAZISMu Wilayah dan KLL UM Bulukumba sebagai upaya konkret dalam memperkuat kesiapsiagaan sosial. “Kolaborasi ini menjadi bagian dari penguatan kesiapsiagaan dalam merespons berbagai persoalan sosial yang tidak terduga secara profesional dan berdampak, sehingga dapat mewujudkan kepedulian bagi sesama,” tuturnya. Yuliartati menambahkan, kegiatan konsolidasi tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan Buku Pedoman Kantor Layanan LAZISMu. Buku ini menjadi panduan dalam penguatan tata kelola dan operasional KLL di lingkungan kampus. Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara LAZISMu dan UM Bulukumba semakin solid dalam menjalankan misi kemanusiaan dan pengabdian kepada masyarakat, sejalan dengan nilai-nilai Islam Berkemajuan yang menjadi spirit gerakan Muhammadiyah. (Syayyidina Ali)

UM Bulukumba Perkuat Kerja Sama Internasional melalui MoU dengan Universiti Muhammadiyah Malaysia

SINJAI, Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) ikut serta dalam kegiatan Sosialisasi Studi Lanjut Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) sekaligus Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universiti Muhammadiyah Malaysia dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah–’Aisyiyah (PTMA). Kegiatan ini berlangsung di Universitas Muhammadiyah Sinjai (UMSi), Senin, 29 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat jejaring kerja sama internasional di bidang pendidikan tinggi, khususnya dalam membuka peluang studi lanjut, pertukaran akademik, serta pengembangan riset dan sumber daya manusia antarperguruan tinggi Muhammadiyah di tingkat global. Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., menyampaikan bahwa keikutsertaan UM Bulukumba dalam kegiatan tersebut merupakan langkah strategis dalam pengembangan institusi. “Keikutsertaan UM Bulukumba dalam sosialisasi dan penandatanganan MoU ini merupakan langkah strategis untuk memperluas jejaring kerja sama internasional, khususnya dalam membuka peluang studi lanjut bagi mahasiswa dan dosen,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kerja sama dengan Universiti Muhammadiyah Malaysia diharapkan dapat memberi dampak nyata bagi peningkatan mutu akademik. “Kerja sama ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas akademik, penguatan riset kolaboratif, serta pertukaran pengalaman antarperguruan tinggi Muhammadiyah di tingkat internasional,” lanjutnya. Lebih lanjut, Dr. Jumase menegaskan komitmen UM Bulukumba dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global. “Melalui kemitraan ini, UM Bulukumba berkomitmen menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing internasional, dan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam dan kemuhammadiyahan,” tutupnya. Melalui kegiatan ini, UM Bulukumba berharap kerja sama yang terjalin dapat segera ditindaklanjuti dalam bentuk program-program konkret yang memberikan manfaat langsung bagi sivitas akademika. (Syayyidina Ali)

Penuh Kekeluargaan, UM Bulukumba Gelar Ramah Tamah Pasca Wisuda Sarjana

BULUKUMBA –Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) menggelar acara ramah tamah bersama wisudawan dan keluarga sebagai penutup rangkaian Wisuda Sarjana ke-6 di Gedung RMB (Selasa, 23/12/25). Kegiatan ini berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat makna, menjadi momentum perpisahan sekaligus pelepasan resmi wisudawan sebagai alumni UM Bulukumba. Dalam sambutannya, Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., menyampaikan bahwa ramah tamah ini merupakan momen bersejarah setelah para mahasiswa resmi mengikuti prosesi wisuda. “Ada saat kita bertemu dan ada pula saat kita berpisah. Hari ini menjadi hari yang sangat bersejarah setelah Ananda mengikuti wisuda kemarin,” ungkap Rektor. Rektor menegaskan bahwa secara administratif dan akademik, para wisudawan kini telah beralih status menjadi alumni UM Bulukumba. “Selama ini Ananda berstatus sebagai mahasiswa UM Bulukumba, dan hari ini kami secara resmi melepas Ananda menjadi alumni UM Bulukumba,” ujarnya. Lebih lanjut, Rektor menyampaikan ucapan selamat atas capaian akademik yang telah diraih serta harapan agar gelar sarjana yang diperoleh membawa manfaat luas. “Selamat atas keberhasilan Ananda meraih gelar sarjana. Semoga gelar yang dicapai dapat membawa manfaat bagi pribadi, keluarga, dan masyarakat,” tuturnya. Dalam pesannya, Rektor juga mengingatkan bahwa proses pembelajaran yang telah dilalui di UM Bulukumba merupakan bekal penting dalam menghadapi kehidupan nyata di tengah masyarakat. “Selama mengikuti proses pembelajaran di UM Bulukumba, banyak bekal yang didapatkan, baik di ruang kelas maupun di luar kelas. Inilah bekal utama untuk menghadapi kehidupan nyata di masyarakat yang penuh tantangan dan persaingan,” jelasnya. Rektor turut menyampaikan permohonan maaf atas segala keterbatasan selama proses pendidikan serta mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur almamater. “Kami memohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan selama proses pembelajaran. Karena almamater kita adalah UM Bulukumba, nilai-nilai luhur KH. Ahmad Dahlan yang pernah diperoleh jangan sampai dilupakan, tetapi sebisa mungkin diterapkan dalam kehidupan,” pesannya. Menutup sambutan, Rektor menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari perjalanan kehidupan yang sesungguhnya. “Perjuangan Ananda bukan selesai, tetapi baru dimulai. Selamat berjuang dan tetap semangat menghadapi kehidupan yang sebenarnya,” pungkasnya. Sementara itu, Ketua Panitia, Dr. Nur Ina Syam, M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan lancar dan penuh kebersamaan. Ia mengungkapkan bahwa ramah tamah ini dirancang sebagai ruang silaturahmi terakhir dalam suasana kekeluargaan antara wisudawan, orang tua, dan civitas akademika UM Bulukumba. “Kegiatan ramah tamah ini menjadi momen kebersamaan dan keakraban, sekaligus ungkapan rasa syukur atas perjuangan panjang para wisudawan hingga meraih gelar sarjana,” ujarnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan rangkaian kegiatan wisuda dan ramah tamah. “Kami mengucapkan terima kasih kepada pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh panitia yang telah bekerja sama sehingga acara ini dapat terlaksana dengan baik dan penuh makna,” tutupnya. Acara ramah tamah tersebut menjadi penanda berakhirnya masa studi para wisudawan di UM Bulukumba sekaligus awal langkah mereka sebagai alumni yang diharapkan mampu membawa nilai-nilai keislaman, kemuhammadiyahan, dan karakter unggul di tengah masyarakat.

Wakil Bupati Andi Edy Nilai Lulusan UM Bulukumba Siap Jadi Agen Perubahan

BULUKUMBA, Universitas Muhammadiyah (UM) Bulukumba, kembali menorehkan capaian akademik melalui penyelenggaraan Wisuda Sarjana ke-6 yang digelar di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Senin (22/12/2025). Mengusung tema “Mencetak Sarjana Unggul, Berakhlak Islami, dan Siap Mengabdi untuk Negeri”, prosesi wisuda berlangsung khidmat dan diikuti oleh 310 lulusan dari dua fakultas. Para wisudawan berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek). Dari FKIP, lulusan berasal dari Program Studi Pendidikan Nonformal, Pendidikan Biologi, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Bahasa Indonesia. Sementara Fakultas Saintek meluluskan mahasiswa dari Program Studi Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Ilmu Aktuaria, Kimia, serta Peternakan. Wisuda ini menjadi penanda berakhirnya masa studi para mahasiswa sekaligus wujud tanggung jawab UM Bulukumba dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul secara akademik dan berkarakter Islami. Wakil Bupati Bulukumba, H Andi Edy Manaf, yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi terhadap peran UM Bulukumba dalam menghadirkan pendidikan tinggi berkarakter di daerah. Ia menyebut UM Bulukumba sebagai satu-satunya universitas di Kabupaten Bulukumba yang secara konsisten menanamkan nilai integritas, kewirausahaan, dan akhlak Islami kepada mahasiswa. Menurut Andi Edy, keberhasilan para wisudawan merupakan hasil dari proses panjang dan kerja keras yang tidak terlepas dari dukungan orang tua. Ia berharap para lulusan mampu menjadi agen perubahan dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. “Capaian hari ini adalah hasil kerja keras yang luar biasa. Di balik keberhasilan para wisudawan ada perjuangan orang tua. Kini saatnya para lulusan membalasnya dengan prestasi dan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujarnya. Rektor UM Bulukumba, Dr H Jumase Basra, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas capaian para wisudawan. Ia menilai keberhasilan tersebut mencerminkan ketekunan dan daya juang mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan selama masa perkuliahan. Rektor juga menyampaikan terima kasih kepada para orang tua atas kepercayaan yang diberikan kepada UM Bulukumba. Ia berpesan agar para lulusan tidak melupakan almamater dan terus menjaga nilai-nilai yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan. “Amalkan ilmu yang diperoleh, jaga nama baik almamater, dan teruslah berkontribusi bagi masyarakat. Kami juga membuka ruang kritik dan masukan konstruktif demi kemajuan UM Bulukumba ke depan,” ujarnya. Orasi ilmiah wisuda disampaikan oleh Dr Hj Andi Yuliani Paris, M.Sc., yang menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam merespons kebutuhan zaman. Ia menilai UM Bulukumba telah menunjukkan jati diri sebagai kampus yang berkarakter dan berorientasi pada kemanfaatan sosial. Menurutnya, kampus berdampak adalah kampus yang mampu melahirkan lulusan unggul, siap kerja dan berwirausaha, serta berlandaskan nilai-nilai Islam. Ia juga berpesan agar para wisudawan terus belajar, adaptif terhadap perubahan, dan menjunjung tinggi integritas dalam kehidupan bermasyarakat. Perwakilan LLDIKTI Wilayah IX, Muh Tahir Hamzah, S.T., M.M., menegaskan bahwa gelar sarjana merupakan amanah yang harus dijaga dengan adab dan moral. Ia menilai kecerdasan akademik perlu diimbangi dengan akhlak agar ilmu yang dimiliki membawa manfaat. Sementara itu, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Prof Dr H Abdul Qadir Gassing, HT., MS., memberikan pesan moral kepada para wisudawan agar senantiasa mengedepankan etika sosial, memperkuat iman, memperdalam ilmu, serta bekerja dengan jujur dan ikhlas. Amanah dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang disampaikan oleh Dr Eng Muhammad Kunta Biddinika, M.Eng., turut mengingatkan pentingnya pembelajaran sepanjang hayat di tengah perubahan zaman. Ia mendorong para lulusan untuk memanfaatkan kemajuan teknologi, membangun jejaring, serta menjaga nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Rangkaian Wisuda Sarjana ke-6 UM Bulukumba juga dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara UM Bulukumba dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bulukumba. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat sinergi di bidang pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia berbasis zakat, infak, dan sedekah. Selain itu, universitas juga memberikan penghargaan kepada wisudawan terbaik tingkat universitas sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan dedikasi akademik. Penghargaan tersebut diraih oleh Astria Amanda (Pendidikan Bahasa Inggris) sebagai Terbaik I, Awal Saputra Ramadan (Pendidikan Nonformal) sebagai Terbaik II, dan Eka Sujisno Ramadan (Kimia) sebagai Terbaik III. Wisuda Sarjana UM Bulukumba ini menegaskan komitmen universitas dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakhlak Islami dan siap mengabdi bagi masyarakat, bangsa dan negara.

UM Bulukumba Wisuda 310 Sarjana, Teguhkan Kampus Berkarakter dan Perkuat Kolaborasi dengan BAZNAS

BULUKUMBA, Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) kembali mencatatkan tonggak penting dalam perjalanan akademiknya dengan melaksanakan Wisuda Sarjana dengan tema”Mencetak Sarjana Unggul, Berakhlak Islami, dan Siap Mengabdi Untuk Negeri” pada Senin, 22 Desember 2025. Prosesi wisuda berlangsung khidmat di Auditorium KH. Ahmad Dahlan dan diikuti oleh 310 wisudawan dari dua fakultas, yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek). Dari FKIP, wisudawan berasal dari Program Studi Pendidikan Non Formal (PNF), Pendidikan Biologi, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Bahasa Indonesia. Sementara itu, Fakultas Saintek meluluskan mahasiswa dari Program Studi Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Ilmu Aktuaria, Kimia, dan Peternakan. Wisuda ini menjadi penanda keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan studi sekaligus bentuk tanggung jawab UM Bulukumba dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul dan berkarakter. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kab. Bulukumba, H. Andi Edy Manaf, S.Sos. menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Universitas Muhammadiyah Bulukumba sebagai satu-satunya “universitas” di Kabupaten Bulukumba yang konsisten menghadirkan pendidikan berkarakter. “Terima kasih kepada UM Bulukumba sebagai satu-satunya universitas di Kabupaten Bulukumba yang telah menghadirkan pendidikan berkarakter, menanamkan nilai kewirausahaan, akhlak Islami, dan integritas kepada para mahasiswanya,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa capaian para wisudawan merupakan buah dari proses panjang dan kerja keras, serta diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. “Capaian para wisudawan hari ini merupakan hasil kerja keras yang luar biasa. Di balik keberhasilan ini ada perjuangan orang tua, sehingga kini saatnya para lulusan membalasnya dengan prestasi, dan siap menjadi agen perubahan. Begitupun kampus senantiasa mengedepankan kualitas daripada kuantitas dalam menyiapkan generasi ke depan,” tambahnya. Sementara itu, Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada seluruh wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi dengan penuh ketekunan. “Selamat kepada para wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan studi dengan baik. Capaian ini adalah bukti kerja keras, ketekunan, serta kemampuan Ananda dalam menghadapi berbagai tantangan dan rintangan selama masa perkuliahan,” ujarnya. Rektor juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para orang tua atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan kepada UM Bulukumba. “Pada Wisuda ke-6 ini, atas nama pimpinan dan civitas akademika UM Bulukumba, kami mengucapkan terima kasih kepada orang tua wisudawan. Jangan pernah melupakan almamater, kami menantikan saran dan masukan konstruktif untuk bersama-sama membesarkan UM Bulukumba. Amalkan ilmu yang diperoleh dan songsong masa depan yang gemilang,” tuturnya. Orasi ilmiah pada wisuda ini disampaikan oleh Dr. Hj. Andi Yuliani Paris, M.Sc. yang menekankan peran strategis UM Bulukumba sebagai kampus yang berkarakter dan responsif terhadap kebutuhan zaman. “UM Bulukumba telah membuktikan perannya sebagai kampus berkarakter, berakhlak, dan responsif terhadap kebutuhan zaman. Kampus berdampak adalah kampus yang melahirkan lulusan unggul, siap kerja dan berwirausaha, serta berlandaskan nilai-nilai Islam,” jelasnya. Ia juga berpesan kepada para wisudawan agar mampu menjadi motor penggerak perubahan di tengah masyarakat. “Menyandang gelar sarjana berarti menjunjung tinggi integritas dan etika. Teruslah belajar, adaptif terhadap perubahan, inovatif, dan jangan mudah menyerah agar dapat berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah melalui riset dan inovasi,” tegasnya. Perwakilan LLDIKTI Wilayah IX, Muh Tahir Hamzah, S.T., M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa gelar sarjana bukan sekadar simbol akademik, melainkan amanah yang harus dijaga dengan adab dan moral. “Meraih gelar sarjana bukanlah hal yang mudah. Gelar ini mengandung ilmu dan keterampilan, namun tanpa adab dan nilai, semuanya menjadi tidak bermakna. Seorang sarjana dituntut tidak hanya pintar, tetapi juga cerdas dengan memadukan IPTEK dan akhlak,” ungkapnya. Ia juga memberikan apresiasi kepada orang tua wisudawan dan menyampaikan komitmen LLDIKTI dalam memperkuat mutu perguruan tinggi. “Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada orang tua wisudawan sebagai pejuang pendidikan. Melalui regulasi penjaminan mutu, perguruan tinggi terus diperkuat dengan peningkatan SDM, mendorong dosen melanjutkan studi, serta penguatan jabatan fungsional,” tambahnya. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Abdul Qadir Gassing, HT., MS., memberikan pesan moral kepada para wisudawan agar memegang teguh nilai-nilai kehidupan setelah menyandang gelar sarjana. “Peganglah empat bekal utama: dahulukan etika sosial, kuatkan iman, perkokoh ilmu, serta bekerja keras dengan jujur dan ikhlas. Dengan bekal inilah sebuah bangsa dapat berdiri dan bertahan lama,” pesannya. Ia juga mengingatkan pentingnya kemandirian dan tanggung jawab setelah lulus dari perguruan tinggi. “Setelah menyandang gelar sarjana, jangan lagi membebani orang tua. Tetapkan niat yang lurus, bekerja keras, dan miliki tujuan yang jelas. Semoga Universitas Muhammadiyah Bulukumba terus berkembang dan memberi manfaat yang lebih luas,” ujarnya. Amanah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Eng. Muhammad Kunta Biddinika, M.Eng., turut mewarnai rangkaian wisuda dengan pesan keberlanjutan dan pembelajaran sepanjang hayat. “Terima kasih dan selamat kepada UM Bulukumba atas terselenggaranya proses akademik yang baik. Semoga UMB terus maju dan membawa kemaslahatan bagi banyak orang,” disampaikan dalam amanah tersebut. Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga berpesan agar senantiasa menjaga nilai-nilai yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan. “Jangan berhenti belajar di tengah perubahan yang cepat. Manfaatkan kemajuan teknologi, bangun jejaring, dan teruskan kebiasaan baik yang diperoleh di UMB, khususnya nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan serta kepedulian sosial. Jadilah alumni yang berintegritas, amanah, dan bertanggung jawab,” pesannya. Rangkaian Wisuda Sarjana ke-6 Universitas Muhammadiyah Bulukumba juga dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara UM Bulukumba dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bulukumba. Kerja sama tersebut bertujuan untuk memperkuat sinergi dalam bidang pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, serta optimalisasi program-program sosial berbasis zakat, infak, dan sedekah. Melalui MoU ini, kedua belah pihak berkomitmen mendorong lahirnya program-program yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kabupaten Bulukumba. Pada Wisuda Sarjana ke-6 UM Bulukumba tersebut, pihak universitas juga memberikan penghargaan kepada wisudawan terbaik tingkat universitas sebagai bentuk apresiasi atas prestasi akademik, dedikasi, dan keteladanan selama menempuh pendidikan. Adapun wisudawan terbaik tingkat universitas yang menerima penghargaan yaitu Terbaik I Astria Amanda dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Terbaik II Awal Saputra Ramadan dari Program Studi Pendidikan Non Formal (PNF), dan Terbaik III Eka Sujisno Ramadan dari Prodi Kimia. Wisuda Sarjana UM Bulukumba ini menjadi bukti komitmen universitas dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, berakhlak Islami, dan siap berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Yudisium Fakultas Saintek UM Bulukumba: 92 Lulusan Baru Siap Unjuk Diri di Ranah Profesional

BULUKUMBA — Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) Universitas Muhammadiyah Bulukumba menggelar Yudisium Sarjana pada Rabu, 10 Desember 2025 di Lecture Theatre UM Bulukumba. Sebanyak 92 mahasiswa dari empat program studi, yaitu Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Ilmu Aktuaria, Kimia, dan Peternakan resmi dinyatakan lulus setelah memenuhi seluruh persyaratan akademik. Dekan Fakultas Saintek, Ardianto, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa capaian kelulusan merupakan buah dari proses panjang yang tidak mudah. “Kalian telah melewati berbagai tantangan akademik dengan ketekunan. Hari ini membuktikan bahwa usaha tidak pernah mengkhianati hasil,” ujarnya. Ardianto juga mengingatkan bahwa persaingan di dunia kerja semakin ketat.“Tantangannya jauh lebih besar di luar kampus. Karena itu, kesiapan mental menjadi modal penting untuk bertahan dan berkembang,” katanya. Ia menambahkan agar para lulusan tetap menjaga ikatan dengan almamater.“Kampus akan selalu terbuka untuk kolaborasi dan kontribusi kalian ke depan,” tuturnya. Sementara itu, Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., menyampaikan bahwa setiap lulusan telah ditempa melalui proses akademik yang berlandaskan empat dharma perguruan tinggi. “Pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian masyarakat, serta dharma khusus Muhammadiyah, nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, semuanya telah kalian jalani. Setelah lulus, justru tanggung jawab itu harus semakin dihidupkan,” ungkapnya. Ia menekankan bahwa gelar sarjana membawa konsekuensi moral.“Yudisium bukan akhir, melainkan awal untuk mengamalkan ilmu dan nilai yang telah dipelajari,” tegasnya. Rektor juga mengajak lulusan untuk terus meningkatkan kapasitas diri di tengah perubahan yang semakin cepat.“Hanya mereka yang mau belajar sepanjang hayat yang mampu beradaptasi dan unggul,” katanya. Di akhir sambutan, Jumase Basra menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta.“Terima kasih telah mempercayakan UM Bulukumba sebagai tempat tumbuh dan belajar. Kami menunggu kiprah kalian di masyarakat,” tutupnya. Yudisium Fakultas Saintek UM Bulukumba tahun ini menjadi momentum penting bagi para lulusan untuk memasuki dunia profesional. Kampus berharap seluruh sarjana dapat membawa manfaat bagi masyarakat, menjaga nama baik almamater, dan terus mengembangkan kompetensi di masa depan. (Syayyidina Ali)

Rektor dan Dosen UM Bulukumba Hadiri Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah Tingkat Sulsel di Palopo

PALOPO — Rektor Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) bersama sejumlah dosen menghadiri resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah tingkat wilayah Sulawesi Selatan yang digelar di Lapangan Pancasila, Kota Palopo, Sabtu, 6 Desember 2025. Ribuan warga persyarikatan dari berbagai daerah memadati lokasi acara yang menjadi ajang refleksi perjalanan panjang Muhammadiyah dalam mencerahkan umat dan memajukan bangsa. Kehadiran Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., sekaligus menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung gerakan dakwah dan pendidikan Muhammadiyah. Ia menyampaikan apresiasi atas kiprah lebih dari satu abad persyarikatan yang terus memberi kontribusi nyata bagi masyarakat. “Milad ke-113 ini merupakan momentum bersejarah yang mengingatkan kita pada perjalanan panjang Muhammadiyah dalam mencerahkan umat, memajukan pendidikan, serta meneguhkan dakwah amar ma’ruf nahi munkar,” ujarnya. Rektor UM Bulukumba juga menekankan pentingnya inovasi dan keteladanan dalam melanjutkan peran strategis Muhammadiyah di masa mendatang. “Semoga di usia ke-113 ini, Muhammadiyah semakin kuat komitmennya untuk berinovasi, berkhidmat, dan menjadi teladan dalam mewujudkan Indonesia yang berkemajuan, berakhlak, dan berkeadaban,” katanya. Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag., menyampaikan arah gerakan Muhammadiyah ke depan. Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah akan tetap konsisten menjadi gerakan pembaruan bagi kesejahteraan masyarakat. “Muhammadiyah akan terus berupaya memajukan kesejahteraan warga Muhammadiyah, bangsa, dan negara, sebagaimana cita-cita para pendiri negeri ini,” tutur Prof. Ambo Asse. Saat menguraikan landasan spiritual gerakan, Prof. Ambo Asse mengingatkan pesan Al-Qur’an dalam Q.S. Ali ‘Imran ayat 102–105. “Sebagaimana pesan Ali ‘Imran 102–105, tugas kita adalah menanamkan keyakinan, memelihara persatuan, menyeru kepada kebaikan, mencegah kemungkaran, serta menjaga kedamaian,” ucapnya. Ia kemudian menegaskan kembali karakter dasar Muhammadiyah sebagai gerakan kebaikan. “Yang dipikirkan Muhammadiyah adalah kebaikan, yang dilakukan adalah kebaikan, dan yang dibangun pun adalah kebaikan demi kemaslahatan umat, bangsa, dan negara.” Pada akhir sambutannya, Prof. Ambo Asse menyampaikan tiga pesan penting bagi seluruh warga Muhammadiyah: Mengutamakan kehidupan akhirat melalui infak dan amal kebaikan. Mengusahakan kehidupan dunia dengan penuh tanggung jawab. Tidak melakukan kerusakan, termasuk menjaga kelestarian lingkungan. Momentum Penguatan Gerakan Persyarikatan Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah di Palopo menjadi momen penguatan gerakan bagi seluruh elemen persyarikatan di Sulawesi Selatan. Kehadiran pimpinan dan dosen UM Bulukumba mempertegas dukungan perguruan tinggi terhadap visi Muhammadiyah dalam mencerahkan umat serta menebar kebermanfaatan bagi bangsa dan negara.

Lahirkan Tenaga Pendidik Profesional, FKIP UM Bulukumba Kukuhkan 187 Sarjana Baru

Bulukumba — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) resmi melaksanakan Yudisium bagi 187 mahasiswa dari berbagai program studi, yaitu Pendidikan Non Formal (PNF), Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Biologi, Jumat,5 Desember 2025. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium KH. Ahmad Dahlan ini menandai bahwa seluruh peserta telah memenuhi persyaratan akademik dan berhak menyandang gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.). Dekan FKIP UM Bulukumba, Dr. Nur Ina Syam, M.Pd., dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada para lulusan dan pihak-pihak yang mendampingi selama proses studi. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika. “Saya menyampaikan selamat kepada seluruh mahasiswa yang mengikuti Yudisium dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh dosen, ketua dan sekretaris program studi yang telah mendampingi mahasiswa sampai selesai. Terkhusus kepada para Kaprodi yang telah memastikan mahasiswanya lulus tepat waktu,”ujarnya. Lebih lanjut, Dr. Ina mengingatkan bahwa gelar sarjana membawa tanggung jawab moral. Ia menekankan bahwa para lulusan harus mampu mengaplikasikan ilmunya dalam pengabdian kepada masyarakat. “Saya berharap ilmu yang kalian peroleh bisa menjadi bekal untuk berkarya, mengabdi, dan memberi manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Gelar yang kalian sandang bukan hanya pengakuan akademik, tetapi amanah yang harus dijaga dengan integritas,” tambahnya. Wakil Rektor I UM Bulukumba, Dr. Hj. Andi Sumrah AP, M.Si., dalam sambutannya menegaskan kembali pentingnya Yudisium sebagai tahap resmi pengesahan kelulusan mahasiswa. Ia menekankan bahwa proses ini merupakan standar akademik yang memastikan legalitas status kelulusan. “Yudisium ini ibarat ‘ijab kabul’ dalam dunia akademik, karena tanpa proses ini wisuda tidak dapat dinyatakan sah. Yudisium adalah bentuk pengakuan kelulusan secara resmi sesuai standar akademik universitas,” jelasnya. Dr. Sumrah juga mengajak para lulusan untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional dengan karakter dan integritas yang kuat. Ia menegaskan bahwa perjalanan mereka sebagai pendidik baru saja dimulai. “Perjalanan kalian sesungguhnya baru dimulai. Lulusan FKIP harus hadir sebagai tenaga profesional yang berkarakter, komunikatif, dan memiliki integritas moral dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan dan pendidikan,” pesannya. Di akhir rangkaian kegiatan, para lulusan kembali diingatkan untuk senantiasa menjaga nama baik almamater, menjunjung etika profesi, dan berperan aktif di masyarakat. Yudisium ini diharapkan menjadi titik awal bagi para sarjana pendidikan UM Bulukumba untuk berkarya dan menginspirasi di lingkungan masing-masing. (Syayyidina Ali)

KKN Saintek UM Bulukumba Dimulai, Pemerintah Bontotiro Apresiasi dan Beri Dukungan Penuh

Bulukumba —Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) hari ini resmi melakukan pengantaran dan penyerahan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke Pemerintah Kecamatan Bontotiro. Prosesi tersebut berlangsung di Kantor Camat Bontotiro dan dihadiri oleh jajaran aparat kecamatan, kepala desa dan lurah, serta para dosen pembimbing lapangan UM Bulukumba (Selasa, 25/11/25). Sebanyak puluhan mahasiswa KKN Angkatan 4 disambut Hangat oleh Pemerintah Kecamatan Bontotiro. Kegiatan ini menjadi tahap lanjutan setelah pembekalan KKN yang sebelumnya digelar di kampus, sekaligus menjadi tanda dimulainya pengabdian mahasiswa di masyarakat. Dalam acara tersebut, rombongan mahasiswa bersama dosen pendamping diterima langsung oleh Kepala Seksi Pelayanan Umum Kecamatan Bontotiro, H. Sukirman, S.Pd., yang hadir mewakili Camat Bontotiro. Ia menyampaikan apresiasi kepada UM Bulukumba karena mempercayakan kecamatannya sebagai lokasi pengabdian mahasiswa. “Kami berterima kasih kepada UM Bulukumba atas kepercayaannya menjadikan Kecamatan Bontotiro sebagai lokasi pelaksanaan KKN. Semoga para mahasiswa dapat menjalankan tugas dan program kerja yang telah disusun, serta mampu membawa nama baik kampus selama berada di tengah masyarakat,” ujarnya dalam sambutan. Ia juga menambahkan harapan agar mahasiswa dapat berbaur dan berkolaborasi secara aktif bersama pemerintah desa dan masyarakat setempat. “Kami berharap seluruh kegiatan dapat berjalan dengan baik dan lancar hingga masa penarikan KKN nantinya. Peran aktif mahasiswa tentu akan memberikan nilai tambah bagi desa, khususnya dalam mendukung program pemerintah kecamatan,” tutur Sukirman. Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM Bulukumba, Ilmar Andi Achmad, S.Pd., M.Pd., yang turut mendampingi penyerahan, memberikan pesan dan arahan kepada mahasiswa sebelum mereka diterjunkan ke desa lokasi KKN. “Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kecamatan Bontotiro yang telah menerima mahasiswa kami dengan sangat baik. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada pemerintah desa dan para lurah yang akan menjadi mitra langsung mahasiswa di lapangan,” ujarnya. Ilmar juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga sikap dan menjalankan program kerja dengan kesungguhan. “Mahasiswa KKN yang kami titipkan ini berasal dari berbagai program studi; karena itu, kami berharap keberadaan mereka dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kemajuan desa. Kepada para mahasiswa, kami berpesan agar senantiasa menjunjung tinggi sopan santun, memperbanyak silaturahmi, dan berkolaborasi dengan warga setempat agar seluruh program dapat berjalan lancar,” tambahnya. Setelah prosesi seremonial dan sambutan-sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penjemputan mahasiswa oleh masing-masing kepala desa dan lurah. Para peserta KKN menuju posko yang telah disiapkan di setiap desa, menandai dimulainya masa pengabdian mereka di Kecamatan Bontotiro. Kegiatan pengantaran dan penyambutan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa KKN Saintek UM Bulukumba untuk mengimplementasikan ilmu, berkontribusi dalam pembangunan desa, serta memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah melalui kegiatan pengabdian masyarakat. (Syayyidina Ali)