UM Bulukumba Perkuat Jejaring Global lewat Penandatanganan MoA di Forum Internasional PANRITA–MALEBBI

Makassar — Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) turut ambil bagian dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (MoA) bersama Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dalam kegiatan internasional Panelist Visiting Professor and Training (PANRITA) dan Malebbi Leaders Bilateral and Boundless Incorporation (MALEBBI), di Balai Sidang Muktamar Unismuh, Senin, 2 Februari 2026. Rektor Unismuh Makassar, Dr. Ir. Abd. Rakhim Nanda, ST., MT., IPU., dalam sambutannya menegaskan bahwa kerja sama antarperguruan tinggi tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen semata. Menurutnya, MoU dan MoA harus ditindaklanjuti melalui implementasi program yang memberi dampak konkret bagi institusi dan mitra. Melalui kegiatan PANRITA dan MALEBBI, Unismuh Makassar menggandeng lima perguruan tinggi luar negeri, yakni Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), Taksin University dan Yala Rajabhat University (Thailand), serta Ateneo de Davao University dan Isabela State University (Filipina). Forum ini juga dihadiri pimpinan sejumlah perguruan tinggi di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, termasuk UM Bulukumba. Wakil Rektor I UM Bulukumba, Dr. Hj. Andi Sumrah AP, M.Si., yang mengikuti rangkaian kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa partisipasi UM Bulukumba dalam penandatanganan MoA menjadi momentum penting untuk memastikan kerja sama yang telah disepakati dapat diwujudkan secara konkret. Menurutnya, berbagai kesepakatan tersebut harus ditindaklanjuti melalui program nyata yang berdampak langsung bagi sivitas akademika. “Kami berharap MoA yang telah ditandatangani tidak berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi dapat diimplementasikan dalam bentuk kegiatan konkret, seperti kolaborasi riset, pengabdian kepada masyarakat berskala internasional, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta publikasi ilmiah bersama,” ujarnya. Ia menambahkan, keterlibatan aktif UM Bulukumba dalam PANRITA dan MALEBBI membuka peluang strategis untuk memperluas jejaring global, meningkatkan mutu akademik, serta memperkuat daya saing institusi di tingkat nasional maupun internasional. Melalui keikutsertaan dalam forum internasional ini, UM Bulukumba menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kolaborasi antarkampus yang berkelanjutan dan berbasis implementasi, sejalan dengan upaya penguatan mutu pendidikan tinggi di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah. (Syayyidina Ali)

UM Bulukumba Jadi Lokasi Konsolidasi LAZISMu Sulsel, Perkuat Sinergi Kampus dan Gerakan Sosial

BULUKUMBA — Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) menjadi salah satu lokasi pelaksanaan konsolidasi organisasi Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMu) Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Rektorat UM Bulukumba, Sabtu, 17 Januari 2026. Konsolidasi ini merupakan bagian dari agenda penguatan kelembagaan LAZISMu yang dilaksanakan di berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), khususnya Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Lazismu daerah di Sulawesi Selatan. Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., menyambut baik pelaksanaan konsolidasi sekaligus kehadiran Kantor Layanan LAZISMu (KLL) di lingkungan kampus. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan LAZISMu merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran sosial Muhammadiyah. “Kehadiran Kantor Layanan LAZISMu di kampus UM Bulukumba menjadi penguat komitmen kami dalam membangun kepedulian sosial yang terintegrasi dengan dunia pendidikan,” ujar Jumase. Ia menilai program-program LAZISMu memiliki dampak langsung bagi mahasiswa dan masyarakat sekitar, terutama dalam mendukung akses pendidikan bagi mahasiswa kurang mampu. “Program sosial seperti Beasiswa Sang Surya sangat membantu mahasiswa yang membutuhkan. Ini menjadi bukti bahwa sinergi UM Bulukumba dan LAZISMu mampu menghadirkan manfaat berkelanjutan,” katanya. Sementara itu, Ketua LAZISMu Sulawesi Selatan, Prof. H. Mahmudin, M.Ag., menegaskan bahwa konsolidasi ini menjadi bagian penting dalam penguatan peran LAZISMu, baik di tingkat wilayah maupun daerah. “Konsolidasi ini bertujuan memperkuat tata kelola LAZISMu agar semakin profesional, transparan, dan siap merespons persoalan sosial maupun kebencanaan secara cepat dan tepat,” ungkap Prof. Mahmudin. Hal senada disampaikan Ketua Kantor Layanan LAZISMu (KLL) UM Bulukumba, Yuliartati, S.E., M.M. Ia menyebut kolaborasi antara LAZISMu Wilayah dan KLL UM Bulukumba sebagai upaya konkret dalam memperkuat kesiapsiagaan sosial. “Kolaborasi ini menjadi bagian dari penguatan kesiapsiagaan dalam merespons berbagai persoalan sosial yang tidak terduga secara profesional dan berdampak, sehingga dapat mewujudkan kepedulian bagi sesama,” tuturnya. Yuliartati menambahkan, kegiatan konsolidasi tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan Buku Pedoman Kantor Layanan LAZISMu. Buku ini menjadi panduan dalam penguatan tata kelola dan operasional KLL di lingkungan kampus. Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara LAZISMu dan UM Bulukumba semakin solid dalam menjalankan misi kemanusiaan dan pengabdian kepada masyarakat, sejalan dengan nilai-nilai Islam Berkemajuan yang menjadi spirit gerakan Muhammadiyah. (Syayyidina Ali)

UM Bulukumba Perkuat Kerja Sama Internasional melalui MoU dengan Universiti Muhammadiyah Malaysia

SINJAI, Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) ikut serta dalam kegiatan Sosialisasi Studi Lanjut Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) sekaligus Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universiti Muhammadiyah Malaysia dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah–’Aisyiyah (PTMA). Kegiatan ini berlangsung di Universitas Muhammadiyah Sinjai (UMSi), Senin, 29 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat jejaring kerja sama internasional di bidang pendidikan tinggi, khususnya dalam membuka peluang studi lanjut, pertukaran akademik, serta pengembangan riset dan sumber daya manusia antarperguruan tinggi Muhammadiyah di tingkat global. Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., menyampaikan bahwa keikutsertaan UM Bulukumba dalam kegiatan tersebut merupakan langkah strategis dalam pengembangan institusi. “Keikutsertaan UM Bulukumba dalam sosialisasi dan penandatanganan MoU ini merupakan langkah strategis untuk memperluas jejaring kerja sama internasional, khususnya dalam membuka peluang studi lanjut bagi mahasiswa dan dosen,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kerja sama dengan Universiti Muhammadiyah Malaysia diharapkan dapat memberi dampak nyata bagi peningkatan mutu akademik. “Kerja sama ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas akademik, penguatan riset kolaboratif, serta pertukaran pengalaman antarperguruan tinggi Muhammadiyah di tingkat internasional,” lanjutnya. Lebih lanjut, Dr. Jumase menegaskan komitmen UM Bulukumba dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global. “Melalui kemitraan ini, UM Bulukumba berkomitmen menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing internasional, dan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam dan kemuhammadiyahan,” tutupnya. Melalui kegiatan ini, UM Bulukumba berharap kerja sama yang terjalin dapat segera ditindaklanjuti dalam bentuk program-program konkret yang memberikan manfaat langsung bagi sivitas akademika. (Syayyidina Ali)

UM Bulukumba Wisuda 310 Sarjana, Teguhkan Kampus Berkarakter dan Perkuat Kolaborasi dengan BAZNAS

BULUKUMBA, Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) kembali mencatatkan tonggak penting dalam perjalanan akademiknya dengan melaksanakan Wisuda Sarjana dengan tema”Mencetak Sarjana Unggul, Berakhlak Islami, dan Siap Mengabdi Untuk Negeri” pada Senin, 22 Desember 2025. Prosesi wisuda berlangsung khidmat di Auditorium KH. Ahmad Dahlan dan diikuti oleh 310 wisudawan dari dua fakultas, yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek). Dari FKIP, wisudawan berasal dari Program Studi Pendidikan Non Formal (PNF), Pendidikan Biologi, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Bahasa Indonesia. Sementara itu, Fakultas Saintek meluluskan mahasiswa dari Program Studi Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Ilmu Aktuaria, Kimia, dan Peternakan. Wisuda ini menjadi penanda keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan studi sekaligus bentuk tanggung jawab UM Bulukumba dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul dan berkarakter. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kab. Bulukumba, H. Andi Edy Manaf, S.Sos. menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Universitas Muhammadiyah Bulukumba sebagai satu-satunya “universitas” di Kabupaten Bulukumba yang konsisten menghadirkan pendidikan berkarakter. “Terima kasih kepada UM Bulukumba sebagai satu-satunya universitas di Kabupaten Bulukumba yang telah menghadirkan pendidikan berkarakter, menanamkan nilai kewirausahaan, akhlak Islami, dan integritas kepada para mahasiswanya,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa capaian para wisudawan merupakan buah dari proses panjang dan kerja keras, serta diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. “Capaian para wisudawan hari ini merupakan hasil kerja keras yang luar biasa. Di balik keberhasilan ini ada perjuangan orang tua, sehingga kini saatnya para lulusan membalasnya dengan prestasi, dan siap menjadi agen perubahan. Begitupun kampus senantiasa mengedepankan kualitas daripada kuantitas dalam menyiapkan generasi ke depan,” tambahnya. Sementara itu, Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada seluruh wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi dengan penuh ketekunan. “Selamat kepada para wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan studi dengan baik. Capaian ini adalah bukti kerja keras, ketekunan, serta kemampuan Ananda dalam menghadapi berbagai tantangan dan rintangan selama masa perkuliahan,” ujarnya. Rektor juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para orang tua atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan kepada UM Bulukumba. “Pada Wisuda ke-6 ini, atas nama pimpinan dan civitas akademika UM Bulukumba, kami mengucapkan terima kasih kepada orang tua wisudawan. Jangan pernah melupakan almamater, kami menantikan saran dan masukan konstruktif untuk bersama-sama membesarkan UM Bulukumba. Amalkan ilmu yang diperoleh dan songsong masa depan yang gemilang,” tuturnya. Orasi ilmiah pada wisuda ini disampaikan oleh Dr. Hj. Andi Yuliani Paris, M.Sc. yang menekankan peran strategis UM Bulukumba sebagai kampus yang berkarakter dan responsif terhadap kebutuhan zaman. “UM Bulukumba telah membuktikan perannya sebagai kampus berkarakter, berakhlak, dan responsif terhadap kebutuhan zaman. Kampus berdampak adalah kampus yang melahirkan lulusan unggul, siap kerja dan berwirausaha, serta berlandaskan nilai-nilai Islam,” jelasnya. Ia juga berpesan kepada para wisudawan agar mampu menjadi motor penggerak perubahan di tengah masyarakat. “Menyandang gelar sarjana berarti menjunjung tinggi integritas dan etika. Teruslah belajar, adaptif terhadap perubahan, inovatif, dan jangan mudah menyerah agar dapat berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah melalui riset dan inovasi,” tegasnya. Perwakilan LLDIKTI Wilayah IX, Muh Tahir Hamzah, S.T., M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa gelar sarjana bukan sekadar simbol akademik, melainkan amanah yang harus dijaga dengan adab dan moral. “Meraih gelar sarjana bukanlah hal yang mudah. Gelar ini mengandung ilmu dan keterampilan, namun tanpa adab dan nilai, semuanya menjadi tidak bermakna. Seorang sarjana dituntut tidak hanya pintar, tetapi juga cerdas dengan memadukan IPTEK dan akhlak,” ungkapnya. Ia juga memberikan apresiasi kepada orang tua wisudawan dan menyampaikan komitmen LLDIKTI dalam memperkuat mutu perguruan tinggi. “Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada orang tua wisudawan sebagai pejuang pendidikan. Melalui regulasi penjaminan mutu, perguruan tinggi terus diperkuat dengan peningkatan SDM, mendorong dosen melanjutkan studi, serta penguatan jabatan fungsional,” tambahnya. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Abdul Qadir Gassing, HT., MS., memberikan pesan moral kepada para wisudawan agar memegang teguh nilai-nilai kehidupan setelah menyandang gelar sarjana. “Peganglah empat bekal utama: dahulukan etika sosial, kuatkan iman, perkokoh ilmu, serta bekerja keras dengan jujur dan ikhlas. Dengan bekal inilah sebuah bangsa dapat berdiri dan bertahan lama,” pesannya. Ia juga mengingatkan pentingnya kemandirian dan tanggung jawab setelah lulus dari perguruan tinggi. “Setelah menyandang gelar sarjana, jangan lagi membebani orang tua. Tetapkan niat yang lurus, bekerja keras, dan miliki tujuan yang jelas. Semoga Universitas Muhammadiyah Bulukumba terus berkembang dan memberi manfaat yang lebih luas,” ujarnya. Amanah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Eng. Muhammad Kunta Biddinika, M.Eng., turut mewarnai rangkaian wisuda dengan pesan keberlanjutan dan pembelajaran sepanjang hayat. “Terima kasih dan selamat kepada UM Bulukumba atas terselenggaranya proses akademik yang baik. Semoga UMB terus maju dan membawa kemaslahatan bagi banyak orang,” disampaikan dalam amanah tersebut. Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga berpesan agar senantiasa menjaga nilai-nilai yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan. “Jangan berhenti belajar di tengah perubahan yang cepat. Manfaatkan kemajuan teknologi, bangun jejaring, dan teruskan kebiasaan baik yang diperoleh di UMB, khususnya nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan serta kepedulian sosial. Jadilah alumni yang berintegritas, amanah, dan bertanggung jawab,” pesannya. Rangkaian Wisuda Sarjana ke-6 Universitas Muhammadiyah Bulukumba juga dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara UM Bulukumba dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bulukumba. Kerja sama tersebut bertujuan untuk memperkuat sinergi dalam bidang pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, serta optimalisasi program-program sosial berbasis zakat, infak, dan sedekah. Melalui MoU ini, kedua belah pihak berkomitmen mendorong lahirnya program-program yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kabupaten Bulukumba. Pada Wisuda Sarjana ke-6 UM Bulukumba tersebut, pihak universitas juga memberikan penghargaan kepada wisudawan terbaik tingkat universitas sebagai bentuk apresiasi atas prestasi akademik, dedikasi, dan keteladanan selama menempuh pendidikan. Adapun wisudawan terbaik tingkat universitas yang menerima penghargaan yaitu Terbaik I Astria Amanda dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Terbaik II Awal Saputra Ramadan dari Program Studi Pendidikan Non Formal (PNF), dan Terbaik III Eka Sujisno Ramadan dari Prodi Kimia. Wisuda Sarjana UM Bulukumba ini menjadi bukti komitmen universitas dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, berakhlak Islami, dan siap berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Yudisium Fakultas Saintek UM Bulukumba: 92 Lulusan Baru Siap Unjuk Diri di Ranah Profesional

BULUKUMBA — Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) Universitas Muhammadiyah Bulukumba menggelar Yudisium Sarjana pada Rabu, 10 Desember 2025 di Lecture Theatre UM Bulukumba. Sebanyak 92 mahasiswa dari empat program studi, yaitu Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Ilmu Aktuaria, Kimia, dan Peternakan resmi dinyatakan lulus setelah memenuhi seluruh persyaratan akademik. Dekan Fakultas Saintek, Ardianto, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa capaian kelulusan merupakan buah dari proses panjang yang tidak mudah. “Kalian telah melewati berbagai tantangan akademik dengan ketekunan. Hari ini membuktikan bahwa usaha tidak pernah mengkhianati hasil,” ujarnya. Ardianto juga mengingatkan bahwa persaingan di dunia kerja semakin ketat.“Tantangannya jauh lebih besar di luar kampus. Karena itu, kesiapan mental menjadi modal penting untuk bertahan dan berkembang,” katanya. Ia menambahkan agar para lulusan tetap menjaga ikatan dengan almamater.“Kampus akan selalu terbuka untuk kolaborasi dan kontribusi kalian ke depan,” tuturnya. Sementara itu, Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., menyampaikan bahwa setiap lulusan telah ditempa melalui proses akademik yang berlandaskan empat dharma perguruan tinggi. “Pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian masyarakat, serta dharma khusus Muhammadiyah, nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, semuanya telah kalian jalani. Setelah lulus, justru tanggung jawab itu harus semakin dihidupkan,” ungkapnya. Ia menekankan bahwa gelar sarjana membawa konsekuensi moral.“Yudisium bukan akhir, melainkan awal untuk mengamalkan ilmu dan nilai yang telah dipelajari,” tegasnya. Rektor juga mengajak lulusan untuk terus meningkatkan kapasitas diri di tengah perubahan yang semakin cepat.“Hanya mereka yang mau belajar sepanjang hayat yang mampu beradaptasi dan unggul,” katanya. Di akhir sambutan, Jumase Basra menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta.“Terima kasih telah mempercayakan UM Bulukumba sebagai tempat tumbuh dan belajar. Kami menunggu kiprah kalian di masyarakat,” tutupnya. Yudisium Fakultas Saintek UM Bulukumba tahun ini menjadi momentum penting bagi para lulusan untuk memasuki dunia profesional. Kampus berharap seluruh sarjana dapat membawa manfaat bagi masyarakat, menjaga nama baik almamater, dan terus mengembangkan kompetensi di masa depan. (Syayyidina Ali)

Rektor dan Dosen UM Bulukumba Hadiri Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah Tingkat Sulsel di Palopo

PALOPO — Rektor Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) bersama sejumlah dosen menghadiri resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah tingkat wilayah Sulawesi Selatan yang digelar di Lapangan Pancasila, Kota Palopo, Sabtu, 6 Desember 2025. Ribuan warga persyarikatan dari berbagai daerah memadati lokasi acara yang menjadi ajang refleksi perjalanan panjang Muhammadiyah dalam mencerahkan umat dan memajukan bangsa. Kehadiran Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., sekaligus menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung gerakan dakwah dan pendidikan Muhammadiyah. Ia menyampaikan apresiasi atas kiprah lebih dari satu abad persyarikatan yang terus memberi kontribusi nyata bagi masyarakat. “Milad ke-113 ini merupakan momentum bersejarah yang mengingatkan kita pada perjalanan panjang Muhammadiyah dalam mencerahkan umat, memajukan pendidikan, serta meneguhkan dakwah amar ma’ruf nahi munkar,” ujarnya. Rektor UM Bulukumba juga menekankan pentingnya inovasi dan keteladanan dalam melanjutkan peran strategis Muhammadiyah di masa mendatang. “Semoga di usia ke-113 ini, Muhammadiyah semakin kuat komitmennya untuk berinovasi, berkhidmat, dan menjadi teladan dalam mewujudkan Indonesia yang berkemajuan, berakhlak, dan berkeadaban,” katanya. Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag., menyampaikan arah gerakan Muhammadiyah ke depan. Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah akan tetap konsisten menjadi gerakan pembaruan bagi kesejahteraan masyarakat. “Muhammadiyah akan terus berupaya memajukan kesejahteraan warga Muhammadiyah, bangsa, dan negara, sebagaimana cita-cita para pendiri negeri ini,” tutur Prof. Ambo Asse. Saat menguraikan landasan spiritual gerakan, Prof. Ambo Asse mengingatkan pesan Al-Qur’an dalam Q.S. Ali ‘Imran ayat 102–105. “Sebagaimana pesan Ali ‘Imran 102–105, tugas kita adalah menanamkan keyakinan, memelihara persatuan, menyeru kepada kebaikan, mencegah kemungkaran, serta menjaga kedamaian,” ucapnya. Ia kemudian menegaskan kembali karakter dasar Muhammadiyah sebagai gerakan kebaikan. “Yang dipikirkan Muhammadiyah adalah kebaikan, yang dilakukan adalah kebaikan, dan yang dibangun pun adalah kebaikan demi kemaslahatan umat, bangsa, dan negara.” Pada akhir sambutannya, Prof. Ambo Asse menyampaikan tiga pesan penting bagi seluruh warga Muhammadiyah: Mengutamakan kehidupan akhirat melalui infak dan amal kebaikan. Mengusahakan kehidupan dunia dengan penuh tanggung jawab. Tidak melakukan kerusakan, termasuk menjaga kelestarian lingkungan. Momentum Penguatan Gerakan Persyarikatan Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah di Palopo menjadi momen penguatan gerakan bagi seluruh elemen persyarikatan di Sulawesi Selatan. Kehadiran pimpinan dan dosen UM Bulukumba mempertegas dukungan perguruan tinggi terhadap visi Muhammadiyah dalam mencerahkan umat serta menebar kebermanfaatan bagi bangsa dan negara.

Lahirkan Tenaga Pendidik Profesional, FKIP UM Bulukumba Kukuhkan 187 Sarjana Baru

Bulukumba — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) resmi melaksanakan Yudisium bagi 187 mahasiswa dari berbagai program studi, yaitu Pendidikan Non Formal (PNF), Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Biologi, Jumat,5 Desember 2025. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium KH. Ahmad Dahlan ini menandai bahwa seluruh peserta telah memenuhi persyaratan akademik dan berhak menyandang gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.). Dekan FKIP UM Bulukumba, Dr. Nur Ina Syam, M.Pd., dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada para lulusan dan pihak-pihak yang mendampingi selama proses studi. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika. “Saya menyampaikan selamat kepada seluruh mahasiswa yang mengikuti Yudisium dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh dosen, ketua dan sekretaris program studi yang telah mendampingi mahasiswa sampai selesai. Terkhusus kepada para Kaprodi yang telah memastikan mahasiswanya lulus tepat waktu,”ujarnya. Lebih lanjut, Dr. Ina mengingatkan bahwa gelar sarjana membawa tanggung jawab moral. Ia menekankan bahwa para lulusan harus mampu mengaplikasikan ilmunya dalam pengabdian kepada masyarakat. “Saya berharap ilmu yang kalian peroleh bisa menjadi bekal untuk berkarya, mengabdi, dan memberi manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Gelar yang kalian sandang bukan hanya pengakuan akademik, tetapi amanah yang harus dijaga dengan integritas,” tambahnya. Wakil Rektor I UM Bulukumba, Dr. Hj. Andi Sumrah AP, M.Si., dalam sambutannya menegaskan kembali pentingnya Yudisium sebagai tahap resmi pengesahan kelulusan mahasiswa. Ia menekankan bahwa proses ini merupakan standar akademik yang memastikan legalitas status kelulusan. “Yudisium ini ibarat ‘ijab kabul’ dalam dunia akademik, karena tanpa proses ini wisuda tidak dapat dinyatakan sah. Yudisium adalah bentuk pengakuan kelulusan secara resmi sesuai standar akademik universitas,” jelasnya. Dr. Sumrah juga mengajak para lulusan untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional dengan karakter dan integritas yang kuat. Ia menegaskan bahwa perjalanan mereka sebagai pendidik baru saja dimulai. “Perjalanan kalian sesungguhnya baru dimulai. Lulusan FKIP harus hadir sebagai tenaga profesional yang berkarakter, komunikatif, dan memiliki integritas moral dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan dan pendidikan,” pesannya. Di akhir rangkaian kegiatan, para lulusan kembali diingatkan untuk senantiasa menjaga nama baik almamater, menjunjung etika profesi, dan berperan aktif di masyarakat. Yudisium ini diharapkan menjadi titik awal bagi para sarjana pendidikan UM Bulukumba untuk berkarya dan menginspirasi di lingkungan masing-masing. (Syayyidina Ali)

KKN Saintek UM Bulukumba Dimulai, Pemerintah Bontotiro Apresiasi dan Beri Dukungan Penuh

Bulukumba —Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) hari ini resmi melakukan pengantaran dan penyerahan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke Pemerintah Kecamatan Bontotiro. Prosesi tersebut berlangsung di Kantor Camat Bontotiro dan dihadiri oleh jajaran aparat kecamatan, kepala desa dan lurah, serta para dosen pembimbing lapangan UM Bulukumba (Selasa, 25/11/25). Sebanyak puluhan mahasiswa KKN Angkatan 4 disambut Hangat oleh Pemerintah Kecamatan Bontotiro. Kegiatan ini menjadi tahap lanjutan setelah pembekalan KKN yang sebelumnya digelar di kampus, sekaligus menjadi tanda dimulainya pengabdian mahasiswa di masyarakat. Dalam acara tersebut, rombongan mahasiswa bersama dosen pendamping diterima langsung oleh Kepala Seksi Pelayanan Umum Kecamatan Bontotiro, H. Sukirman, S.Pd., yang hadir mewakili Camat Bontotiro. Ia menyampaikan apresiasi kepada UM Bulukumba karena mempercayakan kecamatannya sebagai lokasi pengabdian mahasiswa. “Kami berterima kasih kepada UM Bulukumba atas kepercayaannya menjadikan Kecamatan Bontotiro sebagai lokasi pelaksanaan KKN. Semoga para mahasiswa dapat menjalankan tugas dan program kerja yang telah disusun, serta mampu membawa nama baik kampus selama berada di tengah masyarakat,” ujarnya dalam sambutan. Ia juga menambahkan harapan agar mahasiswa dapat berbaur dan berkolaborasi secara aktif bersama pemerintah desa dan masyarakat setempat. “Kami berharap seluruh kegiatan dapat berjalan dengan baik dan lancar hingga masa penarikan KKN nantinya. Peran aktif mahasiswa tentu akan memberikan nilai tambah bagi desa, khususnya dalam mendukung program pemerintah kecamatan,” tutur Sukirman. Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM Bulukumba, Ilmar Andi Achmad, S.Pd., M.Pd., yang turut mendampingi penyerahan, memberikan pesan dan arahan kepada mahasiswa sebelum mereka diterjunkan ke desa lokasi KKN. “Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kecamatan Bontotiro yang telah menerima mahasiswa kami dengan sangat baik. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada pemerintah desa dan para lurah yang akan menjadi mitra langsung mahasiswa di lapangan,” ujarnya. Ilmar juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga sikap dan menjalankan program kerja dengan kesungguhan. “Mahasiswa KKN yang kami titipkan ini berasal dari berbagai program studi; karena itu, kami berharap keberadaan mereka dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kemajuan desa. Kepada para mahasiswa, kami berpesan agar senantiasa menjunjung tinggi sopan santun, memperbanyak silaturahmi, dan berkolaborasi dengan warga setempat agar seluruh program dapat berjalan lancar,” tambahnya. Setelah prosesi seremonial dan sambutan-sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penjemputan mahasiswa oleh masing-masing kepala desa dan lurah. Para peserta KKN menuju posko yang telah disiapkan di setiap desa, menandai dimulainya masa pengabdian mereka di Kecamatan Bontotiro. Kegiatan pengantaran dan penyambutan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa KKN Saintek UM Bulukumba untuk mengimplementasikan ilmu, berkontribusi dalam pembangunan desa, serta memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah melalui kegiatan pengabdian masyarakat. (Syayyidina Ali)

Rektor UM Bulukumba Dorong Mahasiswa KKN Jadi Pelopor Inovasi Pengelolaan Sampah di Kawasan Bontobahari

BULUKUMBA, Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) melaksanakan prosesi pengantaran dan penyerahan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 4, kali ini ke Pemerintah Kecamatan Bontobahari. Kegiatan berlangsung di Kantor Camat Bontobahari dan turut dihadiri oleh jajaran pemerintah kecamatan, kepala desa, lurah, serta para dosen pembimbing lapangan UM Bulukumba pada Selasa 25 November 2025. Puluhan mahasiswa KKN disambut hangat oleh pihak kecamatan, menandai dimulainya masa pengabdian mereka di wilayah pesisir yang dikenal sebagai salah satu sentra wisata unggulan Kabupaten Bulukumba. Dalam sambutannya, Camat Bontobahari, A. Arfhan Syukri, S.T., M.T., menegaskan bahwa kecamatannya merupakan wilayah yang kaya potensi untuk penelitian dan pengabdian masyarakat. Namun, ia juga menyoroti sejumlah persoalan prioritas yang memerlukan kontribusi nyata dari para mahasiswa. “Kecamatan Bontobahari adalah wilayah yang sangat potensial sebagai lokasi pengabdian. Namun kita masih menghadapi tantangan serius, terutama dalam pengelolaan sampah. Sebagai daerah wisata, volume sampah terus meningkat dan belum tertangani optimal,” ujarnya. Camat Arfhan secara khusus meminta bantuan kepada mahasiswa dari bidang teknologi untuk turut memberikan solusi konkret atas persoalan tersebut. “Kami berharap mahasiswa dapat menawarkan inovasi pengelolaan sampah yang bisa diterapkan langsung di masyarakat. Untuk mahasiswa PWK, kami juga mendorong pengembangan aplikasi berbasis SHP untuk memetakan data warga penerima bantuan dan jumlah anggota keluarga. Ini sangat penting untuk meningkatkan akurasi data pemerintah kecamatan,” jelasnya. Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., yang turut hadir melepas mahasiswa, menyambut baik arahan Camat Bontobahari dan menegaskan bahwa isu pengelolaan sampah merupakan kebutuhan mendesak yang sejalan dengan tujuan pengabdian mahasiswa. “Permasalahan yang disampaikan oleh Camat Bontobahari, terutama terkait pengelolaan sampah, merupakan isu prioritas yang sangat relevan untuk ditangani bersama. KKN adalah implementasi dari salah satu Tridharma Perguruan Tinggi, dan mahasiswa hadir untuk mendengar, memahami, serta memberikan solusi,” ungkapnya. Rektor juga menekankan pentingnya inovasi teknologi sebagai kontribusi jangka panjang mahasiswa bagi masyarakat. “Jika mahasiswa mampu menghadirkan teknologi atau inovasi yang dapat membantu masyarakat, terutama dalam menangani masalah sampah, maka itu akan menjadi warisan berharga bagi desa. Kami berharap para mahasiswa menjadi agent of change yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat Bontobahari,” tambahnya. Usai sambutan, prosesi dilanjutkan dengan penjemputan mahasiswa oleh kepala desa dan lurah dari berbagai wilayah di Kecamatan Bontobahari. Para mahasiswa kemudian menuju posko masing-masing untuk memulai program kerja sesuai dengan kebutuhan lokal. Kegiatan penyerahan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa KKN Saintek UM Bulukumba dalam mengimplementasikan ilmu, menjalin kolaborasi dengan masyarakat, dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan desa di wilayah Bontobahari. (Syayyidina Ali)

HUT ke-80 PGRI dan HGN 2025, Rektor UM Bulukumba Puji Solidaritas Guru

Bulukumba — Ribuan guru dari berbagai satuan pendidikan memadati kawasan Pantai Merpati pada kegiatan Gerak Jalan Santai yang digelar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bulukumba, Ahad, 23 Nobember 2025). Agenda ini menjadi rangkaian peringatan HUT ke-80 PGRI sekaligus Hari Guru Nasional (HGN) 2025. Rektor Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba), Dr. H. Jumase Basra, M.Si., yang pernah menjabat sebagai Ketua PGRI Bulukumba periode 2009–2014, turut hadir dan larut dalam antusiasme para pendidik. Ia menyampaikan apresiasi atas kekompakan para guru yang hadir tanpa paksaan. “Kegiatan ini menunjukkan kuatnya solidaritas guru di Bulukumba. Semangat kebersamaan seperti inilah yang menjadi energi positif untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita,” ujarnya. Dr. Jumase juga memberikan ucapan selamat atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan yang dinilainya meriah dan penuh makna. “Selamat dan sukses kepada PGRI Kabupaten Bulukumba atas terselenggaranya gerak jalan santai yang memperkokoh persatuan para pendidik. Semoga membawa keberkahan bagi dunia pendidikan,” tambahnya. Dalam momentum HGN 2025, Rektor UM Bulukumba memberi penghargaan khusus kepada seluruh guru di Bulukumba. “Terima kasih atas dedikasi, ketulusan, dan pengabdian tanpa lelah dalam mencerdaskan generasi,” tutur Dr. Jumase. Ketua PGRI Kabupaten Bulukumba, Hj. Andi Rina, turut mengapresiasi partisipasi ribuan guru yang hadir dengan penuh semangat. “Antusiasme ini membuktikan bahwa PGRI semakin solid dalam membangun kebersamaan dan komitmen memajukan pendidikan,” katanya. Kegiatan yang dimeriahkan ratusan doorprize itu berlangsung hingga pukul 11.30 WITA, meninggalkan suasana hangat dan penuh kekompakan di antara para pendidik. (Syayyidina Ali)