UM Bulukumba Ikuti Lokakarya Akreditasi di Unismuh Makassar

Makassar – Universitas Muhammadiyah (UM) Bulukumba mengikuti Lokakarya Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi yang digelar Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar pada Senin, 20 April 2026) di Balai Sidang Muktamar Unismuh Makassar. Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) dari kawasan Indonesia Timur. Lokakarya menjadi forum strategis untuk membahas kebijakan dan regulasi terbaru terkait sistem akreditasi perguruan tinggi, sekaligus berbagi praktik baik dari kampus yang telah meraih akreditasi unggul. Kepala Badan Penjaminan Mutu UM Bulukumba, Sri Wahyuni Thamrin, M.Pd., mengatakan keikutsertaan dalam kegiatan ini merupakan langkah awal untuk memperkuat kesiapan institusi menghadapi proses reakreditasi. “Melalui lokakarya ini, kami meningkatkan pemahaman terhadap kebijakan terbaru serta mempelajari praktik baik dari perguruan tinggi terakreditasi unggul, khususnya Unismuh Makassar,” ujarnya. Ia menambahkan, hasil dari kegiatan tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan penguatan sistem penjaminan mutu internal kampus, terutama dalam menyongsong reakreditasi yang direncanakan pada 2031. Selain itu, partisipasi UM Bulukumba juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya mutu yang berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi. Dengan terus beradaptasi terhadap perkembangan standar akreditasi, kampus diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan kontribusi dalam pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia. (Syayyidina Ali)
UM Bulukumba Cetak Prestasi, 16 Dosen Lolos Pendanaan Penelitian dan PKM

BULUKUMBA, Universitas Muhammadiyah (UM) Bulukumba kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Sejumlah dosen berhasil lolos dalam program pendanaan hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Berdasarkan hasil seleksi yang diumumkan secara resmi 9 April 2026, total 12 judul penelitian dan 4 judul pengabdian kepada masyarakat (PKM) dari dosen UM Bulukumba dinyatakan didanai. Capaian ini menunjukkan peningkatan kualitas riset dan pengabdian yang dilakukan oleh dosen, sekaligus memperkuat posisi UM Bulukumba sebagai perguruan tinggi yang aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat. Rektor UM Bulukumba Dr. H. Jumase Basra, M.Si., menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut. “Kami sangat bangga atas keberhasilan para dosen yang telah lolos pendanaan hibah nasional ini. Ini adalah bukti nyata bahwa dosen UM Bulukumba mampu bersaing di tingkat nasional dan menghasilkan karya yang berdampak bagi masyarakat. Kami berharap capaian ini terus meningkat di tahun-tahun mendatang serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa.” Senada dengan itu, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM Bulukumba juga memberikan tanggapan positif. “Keberhasilan ini tidak lepas dari komitmen dosen dalam meningkatkan kualitas proposal serta pendampingan intensif dari LPPM. Kami akan terus mendorong peningkatan kualitas riset dan pengabdian berbasis kebutuhan masyarakat serta inovasi teknologi., sehingga ke depannya lebih banyak lagi dosen yang lolos dalam program hibah Kementerian ini.” Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas penelitian, serta memperluas dampak pengabdian kepada masyarakat. Daftar Penerima Hibah Penelitian 2026: Daftar Penerima Hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) 2026: (Syayyidina Ali)
Perkuat Tata Kelola Akademik, Rektor UM Bulukumba Lantik Kaprodi dan Sekprodi Dirangkaikan Buka Puasa Bersama

BULUKUMBA, Universitas Muhammadiyah Bulukumba kembali melakukan penguatan tata kelola akademik melalui pelantikan Ketua dan Sekretaris Program Studi di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Fakultas Sains dan Teknologi (F. Saintek) masa bakti 2026-2030. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan agenda Buka Puasa Bersama yang berlangsung di Gedung RM HDR, Bulukumba, Selasa 10 Maret 2026. Pelantikan ini menjadi bagian dari komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas layanan akademik serta memperkuat kepemimpinan di tingkat program studi. Momentum tersebut juga dihadiri pimpinan universitas, dosen, dan civitas akademika dalam suasana kebersamaan bulan Ramadan. Rektor Dr. Drs. H. Jumase Basra, M.Si. dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada para Ketua dan Sekretaris Program Studi yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan secara profesional. “Selamat kepada Ketua dan Sekretaris Program Studi yang baru saja dilantik. Ini adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Bapak dan Ibu telah menyampaikan ikrar janji yang disaksikan oleh khalayak, sehingga harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya. Rektor juga mengungkapkan bahwa perkembangan universitas saat ini terus mengalami kemajuan, salah satunya dengan hadirnya beberapa program studi baru termasuk Pendidikan Matematika di lingkungan kampus. Menurutnya, tantangan perguruan tinggi saat ini semakin besar, khususnya dalam menghadapi persaingan antar perguruan tinggi dalam menarik minat mahasiswa. “Tantangan hari ini semakin besar. Kita harus memahami bahwa mahasiswa adalah aset utama, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta,” kata Jumase Basra. Ia menekankan bahwa seluruh pimpinan program studi harus proaktif dalam membangun komunikasi dan pelayanan kepada calon mahasiswa. “Jangan menunggu bola, tetapi menjemput bola. Mahasiswa jangan ditunggu, tetapi harus dijemput,” tegasnya. Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kualitas pelayanan akademik menjadi faktor penting dalam persaingan perguruan tinggi. “Seluruh Kaprodi dan Sekprodi harus memberikan layanan prima. Persaingan yang besar saat ini juga terjadi pada bidang pelayanan kepada mahasiswa,” tambahnya. Dalam kesempatan tersebut, civitas akademika universitas juga menyampaikan ucapan selamat kepada para pimpinan program studi yang baru dilantik. Di lingkungan FKIP, yang dilantik antara lain: Sementara di lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi serta FKIP, turut dilantik: Rektor berharap para pimpinan program studi yang baru dilantik dapat menjalankan tugas dengan integritas serta membawa program studi masing-masing menuju peningkatan kualitas akademik dan pengabdian kepada masyarakat. “Semoga jabatan ini menjadi pintu keberkahan untuk meningkatkan kualitas akademik dan pengabdian kepada masyarakat. Selamat menjalankan tugas dengan integritas tinggi,” pungkasnya. Selain menjadi momentum penguatan kepemimpinan akademik, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi civitas akademika Universitas Muhammadiyah Bulukumba melalui kegiatan buka puasa bersama di bulan suci Ramadan.
Perkuat Literasi Sejak Dini, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UM Bulukumba Gelar PkM di SD Muhammadiyah Bulukumba

BULUKUMBA, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UM Bulukumba melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Edukasi Literasi Belanja bagi Peserta Didik Kelas Tinggi” di SD Muhammadiyah Bulukumba, baru-baru ini. Kegiatan ini diketuai oleh Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Juliana Rahman, S.Pd., M.Pd., bersama tim dosen dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia. PkM ini bertujuan sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memberikan edukasi kepada siswa agar lebih bijak dalam berbelanja dan mampu mengelola keuangan sejak dini. Dalam pelaksanaannya, tim dosen memberikan materi mengenai pemahaman perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, pentingnya menyusun skala prioritas, serta kemampuan membaca informasi harga dan kualitas barang secara kritis. Edukasi disampaikan secara interaktif melalui diskusi, simulasi, dan praktik sederhana yang kontekstual dengan kehidupan sehari-hari siswa. Ketua Pelaksana, Juliana Rahman, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa literasi belanja merupakan bagian dari literasi kehidupan yang perlu ditanamkan sejak usia sekolah dasar. “Melalui kegiatan ini, kami ingin membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir kritis dan bertanggung jawab dalam menggunakan uang saku. Literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga tentang kecakapan hidup,” ujarnya. Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Bulukumba, Ilmar Andi Achmad, S.Pd., M.Pd., turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan pentingnya keberlanjutan program pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat pendidikan. “Kegiatan pengabdian seperti ini mencerminkan komitmen institusi dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara konkret. Kami mendorong setiap program studi untuk terus menghadirkan inovasi yang relevan dan solutif bagi kebutuhan masyarakat,” ungkapnya. Sementara itu, salah satu anggota tim pelaksana, Dr. Jihad Talib, M.Hum., menilai kegiatan ini sangat relevan dan strategis dalam konteks penguatan literasi sejak dini. “Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berorientasi pada kebermanfaatan langsung bagi masyarakat pendidikan. Kegiatan ini dinilai sangat relevan dan strategis, khususnya dalam memperkuat literasi bahasa sejak jenjang sekolah dasar. Kehadiran dosen tidak hanya membawa pengetahuan teoretis, tetapi juga praktik pedagogis aplikatif yang membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan literasi dalam berbelanja, serta pembentukan karakter melalui bahasa Indonesia yang santun dan bermakna,” jelasnya. Kepala SD Muhammadiyah Bulukumba, Hasni, S.Pd., Gr, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas pelaksanaan kegiatan tersebut di sekolah yang dipimpinnya. Ia menilai program edukasi literasi belanja sangat bermanfaat bagi peserta didik, terutama dalam membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab sejak dini. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran para dosen yang telah memberikan edukasi yang aplikatif dan mudah dipahami siswa. Kegiatan ini sangat membantu dalam menanamkan kebiasaan bijak dalam berbelanja dan mengelola uang saku,” tuturnya. Melalui kegiatan ini, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UM Bulukumba kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat serta memberikan kontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, dimulai dari penguatan literasi dan kecakapan hidup peserta didik sejak dini.
Mahasiswa KKN FKIP UM Bulukumba Diterima Pemkab Bantaeng

BANTAENG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng secara resmi menerima mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Bulukumba. Kegiatan penerimaan berlangsung di Kantor Bupati Bantaeng, Kamis (12/2/2026), sebagai penanda dimulainya pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat. Penerimaan mahasiswa KKN ini menjadi bagian dari implementasi tridharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang akan dilaksanakan di Kecamatan Pa’jukukang dan Eremerasa. Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Bulukumba, Ilmar Andi Achmad, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bantaeng atas dukungan dan keterbukaan dalam menerima mahasiswa KKN. Ia menyebutkan, kesempatan tersebut menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan akademik sekaligus berkontribusi langsung kepada masyarakat. “Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bantaeng yang telah memberikan ruang bagi mahasiswa untuk melaksanakan pengabdian dan pembelajaran langsung di masyarakat,” ujarnya. Ilmar juga berharap kehadiran mahasiswa KKN dapat memberi kontribusi nyata serta selaras dengan arah pembangunan daerah. “Kami menitipkan mahasiswa kepada pemerintah daerah agar dapat berproses dan memberikan dampak positif, sekaligus mendukung visi dan misi Kabupaten Bantaeng,” katanya. Selain itu, ia mengingatkan mahasiswa untuk mampu beradaptasi dengan lingkungan, membangun kolaborasi, serta menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat selama masa KKN. Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bantaeng, Asruddin, menyampaikan ucapan selamat datang kepada civitas akademika Universitas Muhammadiyah Bulukumba beserta mahasiswa peserta KKN. Dalam arahannya, Asruddin menekankan pentingnya pelaksanaan program KKN yang selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Bantaeng, yakni Bangkit, Maju, dan Religius menuju Indonesia Emas 2045. Ia juga mengingatkan mahasiswa agar menyesuaikan diri dengan adat istiadat setempat serta menjalin sinergi dengan masyarakat, tokoh pemuda, dan pemerintah desa. Asruddin turut menyoroti pentingnya penguatan literasi digital dalam program kerja mahasiswa KKN. Menurutnya, pemanfaatan ilmu pengetahuan berbasis digital menjadi kebutuhan masyarakat saat ini dan diharapkan dapat mendukung penguatan program-program desa. Ia menambahkan, kegiatan KKN merupakan sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan dalam konteks nyata kehidupan masyarakat, baik dalam aspek pemerintahan, pembangunan, maupun sosial kemasyarakatan. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan masyarakat sekaligus memberikan pengalaman lapangan yang bermakna bagi mahasiswa peserta KKN. (Sakril)
FKIP UM Bulukumba Gelar Pembekalan dan Pelepasan KKN VII, Dorong Peningkatan Pendidikan dan Literasi Masyarakat

BULUKUMBA – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Bulukumba menyelenggarakan kegiatan Pembekalan dan Pelepasan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan VII dengan tema “Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Literasi Masyarakat melalui Peran Aktif Mahasiswa KKN.” Kegiatan berlangsung di Auditorium Kampus 2 UM Bulukumba, Rabu, 11 Februari 2026. Ketua panitia, Juliana Rahman, S.Pd., M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan KKN diharapkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa. “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa memperoleh pengalaman langsung di lapangan. Mahasiswa diharapkan hadir sebagai agen perubahan yang mampu memberi kontribusi positif.” Ia juga menjelaskan bahwa KKN Angkatan VII diikuti oleh 94 mahasiswa dari empat program studi yang akan ditempatkan di Kecamatan Pa’jukukang dan Kecamatan Eremerasa Kabupaten Bantaeng, serta menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. “Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada tim panitia dan seluruh peserta KKN atas kerja sama dan partisipasinya dalam kegiatan ini,” ujarnya. Sementara itu, Dekan FKIP UM Bulukumba, Dr. Nur Ina Syam, S.S., M.Pd., berpesan agar mahasiswa menjaga nama baik almamater selama menjalankan pengabdian. “Para peserta harus menjaga nama baik almamater, karena kegiatan ini merupakan implementasi salah satu nilai Caturdharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, yaitu pengabdian kepada masyarakat.” Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan program KKN perlu berbasis pada analisis masalah dan kebutuhan masyarakat serta dilaksanakan melalui kolaborasi. “Program kerja mahasiswa hendaknya disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat dan dilaksanakan dengan membangun kolaborasi yang baik,” tambahnya. Amanah disampaikan oleh Ketua BPH UM Bulukumba, Andi Muhammad Safwan, S.Pd, yang mengingatkan mahasiswa tentang tanggung jawab pengabdian selama di lokasi KKN. “Banyak pekerjaan yang harus dilakukan di lokasi KKN, bukan sekadar berekreasi.”Dalam pesannya, ia juga mengutip ayat Al-Qur’an, “Berpegang teguhlah kepada agama Allah dan janganlah bercerai-berai,” sebagai pedoman menjaga persatuan dan nilai keagamaan. Ia melanjutkan, “Jadikan agama sebagai pelindung, tetap bersama dalam kebaikan, dan di tempat KKN mahasiswa harus memberi contoh yang baik bagi masyarakat.” Selain itu, ia menekankan pentingnya musyawarah dan kekompakan. “Dahulukan musyawarah mufakat dan jaga kekompakan dalam menjalankan program,” pesannya. Materi pembekalan dalam kegiatan tersebut turut disampaikan oleh Ilmar Andi Achmad,S.Pd., M.Pd., selaku Kepala LPPM UM Bulukumba, yang memberikan arahan teknis dan akademik sebagai bekal mahasiswa dalam pelaksanaan pengabdian di lapangan. Melalui kegiatan ini, FKIP UM Bulukumba berharap mahasiswa mampu menjalankan tugas pengabdian dengan penuh tanggung jawab, memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan dan literasi masyarakat, serta membawa nama baik institusi selama menjalankan KKN. (Syayyidina Ali)
Sinergi UM Bulukumba, PDM, dan BAZNAS Cetak Muballigh–Muballighat Berbasis Kepedulian Sosial

Bulukumba — Universitas Muhammadiyah (UM) Bulukumba bekerja sama dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bulukumba serta BAZNAS Kabupaten Bulukumba menyelenggarakan kegiatan Pelatihan dan Refreshing Muballigh–Muballighat dengan tema “Sinergi Dakwah, Ilmu, dan Kepedulian Sosial.” Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 6–7 Februari 2026, bertempat di Gedung Lecture Theater UM Bulukumba. Ketua panitia kegiatan, Sufriadi, S.Pd., M.Pd., dalam laporannya menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pelatihan ini diikuti oleh sekitar 50 mahasiswa peserta yang selanjutnya akan diterjunkan dalam aktivitas dakwah pada bulan suci Ramadan bersama 12 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) di Kabupaten Bulukumba. “Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Peserta yang mengikuti pelatihan berjumlah sekitar 50 mahasiswa dan nantinya akan terlibat langsung dalam kegiatan dakwah Ramadan bersama 12 PCM di Kabupaten Bulukumba,” ungkap Sufriadi. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pelatihan dan refreshing muballigh–muballighat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas keilmuan dan keterampilan dakwah mahasiswa, memperkuat integrasi nilai dakwah dengan kepedulian sosial, serta menyiapkan kader muballigh–muballighat yang mampu menjalankan peran dakwah secara kontekstual di tengah masyarakat. “Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana untuk menebarkan nilai-nilai kebaikan dan mengimplementasikan ajaran Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin di tengah kehidupan sosial masyarakat,” tambahnya. Dalam sambutannya, Kepala Lembaga Pengembangan dan Pembinaan Al-Islam Kemuhammadiyahan (LP2AIK) UM Bulukumba, Andi Marwan Fachruddin, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan pentingnya tanggung jawab seorang muballigh sebagai penyampai pesan-pesan kebaikan di tengah masyarakat. Menurutnya, peran pendakwah tidak hanya sebatas menyampaikan ajaran agama, tetapi juga mencerminkan integritas moral dalam kehidupan sosial. “Seorang muballigh tidak hanya bertugas menyampaikan ajaran agama, tetapi juga memikul amanah moral untuk mengajak kepada kebaikan dengan penuh kesadaran, keteladanan, dan integritas,” tegasnya. Sementara itu, amanah dari PDM Bulukumba yang disampaikan oleh Drs. H. Syamsul Bakir menekankan nilai strategis kegiatan ini dalam konteks gerakan Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah. “Muhammadiyah adalah gerakan dakwah yang berorientasi pada penegakan nilai-nilai Islam. Karena itu, mahasiswa perlu terus meningkatkan kapasitas dakwahnya, membangun tradisi dialog, dan memahami bahwa dakwah bukan sekadar identitas, melainkan kewajiban umat Islam untuk menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran,” ujarnya. Melalui program Safari Ramadan, pelaksanaan dakwah diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung. “Melalui program Safari Ramadan, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan dakwah secara nyata dengan mengajak masyarakat kepada nilai-nilai keagamaan sekaligus memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.” Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, dan lembaga sosial dalam menyiapkan generasi muballigh–muballighat yang berilmu, peduli, dan siap mengabdi kepada masyarakat. UM Bulukumba berharap pelatihan ini memberikan dampak berkelanjutan dalam penguatan dakwah yang konstruktif di Kabupaten Bulukumba dan sekitarnya. (Syayyidina Ali)
UM Bulukumba Raih Akreditasi “Baik Sekali” dari BAN-PT: Komitmen Terhadap Peningkatan Mutu Berkelanjutan

Bulukumba, Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang konsisten membangun kualitas dan kepercayaan publik. Melalui kerja panjang yang senyap namun terukur, UM Bulukumba resmi meraih peringkat Akreditasi “Baik Sekali” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Capaian prestisius ini ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan BAN-PT Nomor 25/SK/BAN-PT/Ak/PT/I/2026, sekaligus menjadi penanda penting bahwa UM Bulukumba terus melangkah di jalur peningkatan mutu pendidikan tinggi yang berkelanjutan. Kerja Kolektif yang Berbuah Pengakuan Nasional Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., menyampaikan bahwa raihan akreditasi Baik Sekali bukanlah hasil kerja sesaat, melainkan buah dari komitmen kolektif seluruh civitas akademika yang terus dirawat dari waktu ke waktu. “Akreditasi Baik Sekali ini menjadi bukti nyata komitmen UM Bulukumba dalam meningkatkan kualitas tata kelola, akademik, serta layanan pendidikan kepada mahasiswa dan masyarakat,” ungkap Rektor. Lebih dari sekadar predikat, akreditasi ini mencerminkan keseriusan institusi dalam membangun sistem pendidikan yang adaptif, akuntabel, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Tata kelola yang diperkuat, proses akademik yang ditingkatkan, serta layanan pendidikan yang terus diperbaiki menjadi fondasi utama pencapaian tersebut. Apresiasi untuk Civitas Akademika Rektor UM Bulukumba juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses akreditasi institusi, dari hulu hingga hilir. “Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh tim akreditasi, pimpinan universitas, pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta seluruh civitas akademika UM Bulukumba yang telah bekerja keras, bersinergi, dan berkomitmen penuh dalam proses akreditasi ini. Capaian Baik Sekali merupakan hasil kerja bersama yang patut kita syukuri,” tuturnya. Sinergi lintas elemen kampus inilah yang menjadi kekuatan UM Bulukumba dalam menjawab tantangan penjaminan mutu pendidikan tinggi di tingkat nasional.Penjaminan Mutu sebagai Budaya, Bukan Sekadar Dokumen Sementara itu, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UM Bulukumba, Sri Wahyuni Thamrin, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa tantangan ke depan justru terletak pada bagaimana mutu dijaga dan ditingkatkan secara konsisten dalam praktik nyata. “Penjaminan mutu ke depan diharapkan tidak hanya fokus pada kelengkapan dokumen, tetapi benar-benar diterapkan dalam setiap kegiatan di kampus UM Bulukumba. Penjaminan mutu harus menjadi kebiasaan bersama agar setiap proses berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan,” jelasnya. Ia juga menekankan bahwa setiap hasil evaluasi harus bermuara pada aksi nyata, bukan berhenti sebagai laporan administratif semata. “Hasil evaluasi tidak boleh berhenti pada laporan, tetapi harus ditindaklanjuti dengan perbaikan nyata agar kualitas pendidikan terus meningkat secara berkelanjutan,” tambahnya. Menguatkan Langkah Menuju Pendidikan Tinggi BermutuDengan diraihnya Akreditasi Baik Sekali dari BAN-PT, UM Bulukumba tidak hanya mencatatkan prestasi institusional, tetapi juga menegaskan arah masa depannya: menjadi perguruan tinggi yang berdaya saing, berkarakter, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Capaian ini menjadi pijakan penting bagi UM Bulukumba untuk terus melanjutkan transformasi mutu—memperkuat tata kelol, meningkatkan kualitas akademik, serta menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Penulis: Yulia Citra Djafar*
UM Bulukumba Perkuat Jejaring Global lewat Penandatanganan MoA di Forum Internasional PANRITA–MALEBBI

Makassar — Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) turut ambil bagian dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (MoA) bersama Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dalam kegiatan internasional Panelist Visiting Professor and Training (PANRITA) dan Malebbi Leaders Bilateral and Boundless Incorporation (MALEBBI), di Balai Sidang Muktamar Unismuh, Senin, 2 Februari 2026. Rektor Unismuh Makassar, Dr. Ir. Abd. Rakhim Nanda, ST., MT., IPU., dalam sambutannya menegaskan bahwa kerja sama antarperguruan tinggi tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen semata. Menurutnya, MoU dan MoA harus ditindaklanjuti melalui implementasi program yang memberi dampak konkret bagi institusi dan mitra. Melalui kegiatan PANRITA dan MALEBBI, Unismuh Makassar menggandeng lima perguruan tinggi luar negeri, yakni Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), Taksin University dan Yala Rajabhat University (Thailand), serta Ateneo de Davao University dan Isabela State University (Filipina). Forum ini juga dihadiri pimpinan sejumlah perguruan tinggi di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, termasuk UM Bulukumba. Wakil Rektor I UM Bulukumba, Dr. Hj. Andi Sumrah AP, M.Si., yang mengikuti rangkaian kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa partisipasi UM Bulukumba dalam penandatanganan MoA menjadi momentum penting untuk memastikan kerja sama yang telah disepakati dapat diwujudkan secara konkret. Menurutnya, berbagai kesepakatan tersebut harus ditindaklanjuti melalui program nyata yang berdampak langsung bagi sivitas akademika. “Kami berharap MoA yang telah ditandatangani tidak berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi dapat diimplementasikan dalam bentuk kegiatan konkret, seperti kolaborasi riset, pengabdian kepada masyarakat berskala internasional, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta publikasi ilmiah bersama,” ujarnya. Ia menambahkan, keterlibatan aktif UM Bulukumba dalam PANRITA dan MALEBBI membuka peluang strategis untuk memperluas jejaring global, meningkatkan mutu akademik, serta memperkuat daya saing institusi di tingkat nasional maupun internasional. Melalui keikutsertaan dalam forum internasional ini, UM Bulukumba menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kolaborasi antarkampus yang berkelanjutan dan berbasis implementasi, sejalan dengan upaya penguatan mutu pendidikan tinggi di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah. (Syayyidina Ali)
UM Bulukumba Jadi Lokasi Konsolidasi LAZISMu Sulsel, Perkuat Sinergi Kampus dan Gerakan Sosial

BULUKUMBA — Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) menjadi salah satu lokasi pelaksanaan konsolidasi organisasi Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMu) Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Rektorat UM Bulukumba, Sabtu, 17 Januari 2026. Konsolidasi ini merupakan bagian dari agenda penguatan kelembagaan LAZISMu yang dilaksanakan di berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), khususnya Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Lazismu daerah di Sulawesi Selatan. Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., menyambut baik pelaksanaan konsolidasi sekaligus kehadiran Kantor Layanan LAZISMu (KLL) di lingkungan kampus. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan LAZISMu merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran sosial Muhammadiyah. “Kehadiran Kantor Layanan LAZISMu di kampus UM Bulukumba menjadi penguat komitmen kami dalam membangun kepedulian sosial yang terintegrasi dengan dunia pendidikan,” ujar Jumase. Ia menilai program-program LAZISMu memiliki dampak langsung bagi mahasiswa dan masyarakat sekitar, terutama dalam mendukung akses pendidikan bagi mahasiswa kurang mampu. “Program sosial seperti Beasiswa Sang Surya sangat membantu mahasiswa yang membutuhkan. Ini menjadi bukti bahwa sinergi UM Bulukumba dan LAZISMu mampu menghadirkan manfaat berkelanjutan,” katanya. Sementara itu, Ketua LAZISMu Sulawesi Selatan, Prof. H. Mahmudin, M.Ag., menegaskan bahwa konsolidasi ini menjadi bagian penting dalam penguatan peran LAZISMu, baik di tingkat wilayah maupun daerah. “Konsolidasi ini bertujuan memperkuat tata kelola LAZISMu agar semakin profesional, transparan, dan siap merespons persoalan sosial maupun kebencanaan secara cepat dan tepat,” ungkap Prof. Mahmudin. Hal senada disampaikan Ketua Kantor Layanan LAZISMu (KLL) UM Bulukumba, Yuliartati, S.E., M.M. Ia menyebut kolaborasi antara LAZISMu Wilayah dan KLL UM Bulukumba sebagai upaya konkret dalam memperkuat kesiapsiagaan sosial. “Kolaborasi ini menjadi bagian dari penguatan kesiapsiagaan dalam merespons berbagai persoalan sosial yang tidak terduga secara profesional dan berdampak, sehingga dapat mewujudkan kepedulian bagi sesama,” tuturnya. Yuliartati menambahkan, kegiatan konsolidasi tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan Buku Pedoman Kantor Layanan LAZISMu. Buku ini menjadi panduan dalam penguatan tata kelola dan operasional KLL di lingkungan kampus. Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara LAZISMu dan UM Bulukumba semakin solid dalam menjalankan misi kemanusiaan dan pengabdian kepada masyarakat, sejalan dengan nilai-nilai Islam Berkemajuan yang menjadi spirit gerakan Muhammadiyah. (Syayyidina Ali)