Rektor dan Dosen UM Bulukumba Hadiri Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah Tingkat Sulsel di Palopo

PALOPO — Rektor Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) bersama sejumlah dosen menghadiri resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah tingkat wilayah Sulawesi Selatan yang digelar di Lapangan Pancasila, Kota Palopo, Sabtu, 6 Desember 2025. Ribuan warga persyarikatan dari berbagai daerah memadati lokasi acara yang menjadi ajang refleksi perjalanan panjang Muhammadiyah dalam mencerahkan umat dan memajukan bangsa. Kehadiran Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., sekaligus menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung gerakan dakwah dan pendidikan Muhammadiyah. Ia menyampaikan apresiasi atas kiprah lebih dari satu abad persyarikatan yang terus memberi kontribusi nyata bagi masyarakat. “Milad ke-113 ini merupakan momentum bersejarah yang mengingatkan kita pada perjalanan panjang Muhammadiyah dalam mencerahkan umat, memajukan pendidikan, serta meneguhkan dakwah amar ma’ruf nahi munkar,” ujarnya. Rektor UM Bulukumba juga menekankan pentingnya inovasi dan keteladanan dalam melanjutkan peran strategis Muhammadiyah di masa mendatang. “Semoga di usia ke-113 ini, Muhammadiyah semakin kuat komitmennya untuk berinovasi, berkhidmat, dan menjadi teladan dalam mewujudkan Indonesia yang berkemajuan, berakhlak, dan berkeadaban,” katanya. Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag., menyampaikan arah gerakan Muhammadiyah ke depan. Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah akan tetap konsisten menjadi gerakan pembaruan bagi kesejahteraan masyarakat. “Muhammadiyah akan terus berupaya memajukan kesejahteraan warga Muhammadiyah, bangsa, dan negara, sebagaimana cita-cita para pendiri negeri ini,” tutur Prof. Ambo Asse. Saat menguraikan landasan spiritual gerakan, Prof. Ambo Asse mengingatkan pesan Al-Qur’an dalam Q.S. Ali ‘Imran ayat 102–105. “Sebagaimana pesan Ali ‘Imran 102–105, tugas kita adalah menanamkan keyakinan, memelihara persatuan, menyeru kepada kebaikan, mencegah kemungkaran, serta menjaga kedamaian,” ucapnya. Ia kemudian menegaskan kembali karakter dasar Muhammadiyah sebagai gerakan kebaikan. “Yang dipikirkan Muhammadiyah adalah kebaikan, yang dilakukan adalah kebaikan, dan yang dibangun pun adalah kebaikan demi kemaslahatan umat, bangsa, dan negara.” Pada akhir sambutannya, Prof. Ambo Asse menyampaikan tiga pesan penting bagi seluruh warga Muhammadiyah: Mengutamakan kehidupan akhirat melalui infak dan amal kebaikan. Mengusahakan kehidupan dunia dengan penuh tanggung jawab. Tidak melakukan kerusakan, termasuk menjaga kelestarian lingkungan. Momentum Penguatan Gerakan Persyarikatan Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah di Palopo menjadi momen penguatan gerakan bagi seluruh elemen persyarikatan di Sulawesi Selatan. Kehadiran pimpinan dan dosen UM Bulukumba mempertegas dukungan perguruan tinggi terhadap visi Muhammadiyah dalam mencerahkan umat serta menebar kebermanfaatan bagi bangsa dan negara.
Lahirkan Tenaga Pendidik Profesional, FKIP UM Bulukumba Kukuhkan 187 Sarjana Baru

Bulukumba — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) resmi melaksanakan Yudisium bagi 187 mahasiswa dari berbagai program studi, yaitu Pendidikan Non Formal (PNF), Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Biologi, Jumat,5 Desember 2025. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium KH. Ahmad Dahlan ini menandai bahwa seluruh peserta telah memenuhi persyaratan akademik dan berhak menyandang gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.). Dekan FKIP UM Bulukumba, Dr. Nur Ina Syam, M.Pd., dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada para lulusan dan pihak-pihak yang mendampingi selama proses studi. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika. “Saya menyampaikan selamat kepada seluruh mahasiswa yang mengikuti Yudisium dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh dosen, ketua dan sekretaris program studi yang telah mendampingi mahasiswa sampai selesai. Terkhusus kepada para Kaprodi yang telah memastikan mahasiswanya lulus tepat waktu,”ujarnya. Lebih lanjut, Dr. Ina mengingatkan bahwa gelar sarjana membawa tanggung jawab moral. Ia menekankan bahwa para lulusan harus mampu mengaplikasikan ilmunya dalam pengabdian kepada masyarakat. “Saya berharap ilmu yang kalian peroleh bisa menjadi bekal untuk berkarya, mengabdi, dan memberi manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Gelar yang kalian sandang bukan hanya pengakuan akademik, tetapi amanah yang harus dijaga dengan integritas,” tambahnya. Wakil Rektor I UM Bulukumba, Dr. Hj. Andi Sumrah AP, M.Si., dalam sambutannya menegaskan kembali pentingnya Yudisium sebagai tahap resmi pengesahan kelulusan mahasiswa. Ia menekankan bahwa proses ini merupakan standar akademik yang memastikan legalitas status kelulusan. “Yudisium ini ibarat ‘ijab kabul’ dalam dunia akademik, karena tanpa proses ini wisuda tidak dapat dinyatakan sah. Yudisium adalah bentuk pengakuan kelulusan secara resmi sesuai standar akademik universitas,” jelasnya. Dr. Sumrah juga mengajak para lulusan untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional dengan karakter dan integritas yang kuat. Ia menegaskan bahwa perjalanan mereka sebagai pendidik baru saja dimulai. “Perjalanan kalian sesungguhnya baru dimulai. Lulusan FKIP harus hadir sebagai tenaga profesional yang berkarakter, komunikatif, dan memiliki integritas moral dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan dan pendidikan,” pesannya. Di akhir rangkaian kegiatan, para lulusan kembali diingatkan untuk senantiasa menjaga nama baik almamater, menjunjung etika profesi, dan berperan aktif di masyarakat. Yudisium ini diharapkan menjadi titik awal bagi para sarjana pendidikan UM Bulukumba untuk berkarya dan menginspirasi di lingkungan masing-masing. (Syayyidina Ali)
KKN Saintek UM Bulukumba Dimulai, Pemerintah Bontotiro Apresiasi dan Beri Dukungan Penuh

Bulukumba —Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) hari ini resmi melakukan pengantaran dan penyerahan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke Pemerintah Kecamatan Bontotiro. Prosesi tersebut berlangsung di Kantor Camat Bontotiro dan dihadiri oleh jajaran aparat kecamatan, kepala desa dan lurah, serta para dosen pembimbing lapangan UM Bulukumba (Selasa, 25/11/25). Sebanyak puluhan mahasiswa KKN Angkatan 4 disambut Hangat oleh Pemerintah Kecamatan Bontotiro. Kegiatan ini menjadi tahap lanjutan setelah pembekalan KKN yang sebelumnya digelar di kampus, sekaligus menjadi tanda dimulainya pengabdian mahasiswa di masyarakat. Dalam acara tersebut, rombongan mahasiswa bersama dosen pendamping diterima langsung oleh Kepala Seksi Pelayanan Umum Kecamatan Bontotiro, H. Sukirman, S.Pd., yang hadir mewakili Camat Bontotiro. Ia menyampaikan apresiasi kepada UM Bulukumba karena mempercayakan kecamatannya sebagai lokasi pengabdian mahasiswa. “Kami berterima kasih kepada UM Bulukumba atas kepercayaannya menjadikan Kecamatan Bontotiro sebagai lokasi pelaksanaan KKN. Semoga para mahasiswa dapat menjalankan tugas dan program kerja yang telah disusun, serta mampu membawa nama baik kampus selama berada di tengah masyarakat,” ujarnya dalam sambutan. Ia juga menambahkan harapan agar mahasiswa dapat berbaur dan berkolaborasi secara aktif bersama pemerintah desa dan masyarakat setempat. “Kami berharap seluruh kegiatan dapat berjalan dengan baik dan lancar hingga masa penarikan KKN nantinya. Peran aktif mahasiswa tentu akan memberikan nilai tambah bagi desa, khususnya dalam mendukung program pemerintah kecamatan,” tutur Sukirman. Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM Bulukumba, Ilmar Andi Achmad, S.Pd., M.Pd., yang turut mendampingi penyerahan, memberikan pesan dan arahan kepada mahasiswa sebelum mereka diterjunkan ke desa lokasi KKN. “Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kecamatan Bontotiro yang telah menerima mahasiswa kami dengan sangat baik. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada pemerintah desa dan para lurah yang akan menjadi mitra langsung mahasiswa di lapangan,” ujarnya. Ilmar juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga sikap dan menjalankan program kerja dengan kesungguhan. “Mahasiswa KKN yang kami titipkan ini berasal dari berbagai program studi; karena itu, kami berharap keberadaan mereka dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kemajuan desa. Kepada para mahasiswa, kami berpesan agar senantiasa menjunjung tinggi sopan santun, memperbanyak silaturahmi, dan berkolaborasi dengan warga setempat agar seluruh program dapat berjalan lancar,” tambahnya. Setelah prosesi seremonial dan sambutan-sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penjemputan mahasiswa oleh masing-masing kepala desa dan lurah. Para peserta KKN menuju posko yang telah disiapkan di setiap desa, menandai dimulainya masa pengabdian mereka di Kecamatan Bontotiro. Kegiatan pengantaran dan penyambutan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa KKN Saintek UM Bulukumba untuk mengimplementasikan ilmu, berkontribusi dalam pembangunan desa, serta memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah melalui kegiatan pengabdian masyarakat. (Syayyidina Ali)
Rektor UM Bulukumba Dorong Mahasiswa KKN Jadi Pelopor Inovasi Pengelolaan Sampah di Kawasan Bontobahari

BULUKUMBA, Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) melaksanakan prosesi pengantaran dan penyerahan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 4, kali ini ke Pemerintah Kecamatan Bontobahari. Kegiatan berlangsung di Kantor Camat Bontobahari dan turut dihadiri oleh jajaran pemerintah kecamatan, kepala desa, lurah, serta para dosen pembimbing lapangan UM Bulukumba pada Selasa 25 November 2025. Puluhan mahasiswa KKN disambut hangat oleh pihak kecamatan, menandai dimulainya masa pengabdian mereka di wilayah pesisir yang dikenal sebagai salah satu sentra wisata unggulan Kabupaten Bulukumba. Dalam sambutannya, Camat Bontobahari, A. Arfhan Syukri, S.T., M.T., menegaskan bahwa kecamatannya merupakan wilayah yang kaya potensi untuk penelitian dan pengabdian masyarakat. Namun, ia juga menyoroti sejumlah persoalan prioritas yang memerlukan kontribusi nyata dari para mahasiswa. “Kecamatan Bontobahari adalah wilayah yang sangat potensial sebagai lokasi pengabdian. Namun kita masih menghadapi tantangan serius, terutama dalam pengelolaan sampah. Sebagai daerah wisata, volume sampah terus meningkat dan belum tertangani optimal,” ujarnya. Camat Arfhan secara khusus meminta bantuan kepada mahasiswa dari bidang teknologi untuk turut memberikan solusi konkret atas persoalan tersebut. “Kami berharap mahasiswa dapat menawarkan inovasi pengelolaan sampah yang bisa diterapkan langsung di masyarakat. Untuk mahasiswa PWK, kami juga mendorong pengembangan aplikasi berbasis SHP untuk memetakan data warga penerima bantuan dan jumlah anggota keluarga. Ini sangat penting untuk meningkatkan akurasi data pemerintah kecamatan,” jelasnya. Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., yang turut hadir melepas mahasiswa, menyambut baik arahan Camat Bontobahari dan menegaskan bahwa isu pengelolaan sampah merupakan kebutuhan mendesak yang sejalan dengan tujuan pengabdian mahasiswa. “Permasalahan yang disampaikan oleh Camat Bontobahari, terutama terkait pengelolaan sampah, merupakan isu prioritas yang sangat relevan untuk ditangani bersama. KKN adalah implementasi dari salah satu Tridharma Perguruan Tinggi, dan mahasiswa hadir untuk mendengar, memahami, serta memberikan solusi,” ungkapnya. Rektor juga menekankan pentingnya inovasi teknologi sebagai kontribusi jangka panjang mahasiswa bagi masyarakat. “Jika mahasiswa mampu menghadirkan teknologi atau inovasi yang dapat membantu masyarakat, terutama dalam menangani masalah sampah, maka itu akan menjadi warisan berharga bagi desa. Kami berharap para mahasiswa menjadi agent of change yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat Bontobahari,” tambahnya. Usai sambutan, prosesi dilanjutkan dengan penjemputan mahasiswa oleh kepala desa dan lurah dari berbagai wilayah di Kecamatan Bontobahari. Para mahasiswa kemudian menuju posko masing-masing untuk memulai program kerja sesuai dengan kebutuhan lokal. Kegiatan penyerahan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa KKN Saintek UM Bulukumba dalam mengimplementasikan ilmu, menjalin kolaborasi dengan masyarakat, dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan desa di wilayah Bontobahari. (Syayyidina Ali)
HUT ke-80 PGRI dan HGN 2025, Rektor UM Bulukumba Puji Solidaritas Guru

Bulukumba — Ribuan guru dari berbagai satuan pendidikan memadati kawasan Pantai Merpati pada kegiatan Gerak Jalan Santai yang digelar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bulukumba, Ahad, 23 Nobember 2025). Agenda ini menjadi rangkaian peringatan HUT ke-80 PGRI sekaligus Hari Guru Nasional (HGN) 2025. Rektor Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba), Dr. H. Jumase Basra, M.Si., yang pernah menjabat sebagai Ketua PGRI Bulukumba periode 2009–2014, turut hadir dan larut dalam antusiasme para pendidik. Ia menyampaikan apresiasi atas kekompakan para guru yang hadir tanpa paksaan. “Kegiatan ini menunjukkan kuatnya solidaritas guru di Bulukumba. Semangat kebersamaan seperti inilah yang menjadi energi positif untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita,” ujarnya. Dr. Jumase juga memberikan ucapan selamat atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan yang dinilainya meriah dan penuh makna. “Selamat dan sukses kepada PGRI Kabupaten Bulukumba atas terselenggaranya gerak jalan santai yang memperkokoh persatuan para pendidik. Semoga membawa keberkahan bagi dunia pendidikan,” tambahnya. Dalam momentum HGN 2025, Rektor UM Bulukumba memberi penghargaan khusus kepada seluruh guru di Bulukumba. “Terima kasih atas dedikasi, ketulusan, dan pengabdian tanpa lelah dalam mencerdaskan generasi,” tutur Dr. Jumase. Ketua PGRI Kabupaten Bulukumba, Hj. Andi Rina, turut mengapresiasi partisipasi ribuan guru yang hadir dengan penuh semangat. “Antusiasme ini membuktikan bahwa PGRI semakin solid dalam membangun kebersamaan dan komitmen memajukan pendidikan,” katanya. Kegiatan yang dimeriahkan ratusan doorprize itu berlangsung hingga pukul 11.30 WITA, meninggalkan suasana hangat dan penuh kekompakan di antara para pendidik. (Syayyidina Ali)
UM Bulukumba Gelar Pembekalan KKN Saintek: LP2M Dorong Mahasiswa Susun Program Berbasis Kebutuhan Masyarakat dan Kolaboratif

BULUKUMBA, Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) Universitas Muhammadiyah Bulukumba resmi melepas peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 4 pada kegiatan pembekalan yang berlangsung hari ini (Senin, 24/11/25) di Auditorium KH Ahmad Dahlan. Tahun ini, KKN mengusung tema “Pemberdayaan Potensi Lokal & Ekowisata Berbasis Sains dan Teknologi Menuju Desa Mandiri.” Berdasarkan laporan ketua panitia yang disampaikan oleh Hukmah, S.Si., M.Si., program ini diikuti oleh 95 mahasiswa, yang akan mengabdi selama dua bulan di dua kecamatan, yaitu Bontobahari dan Bontotiro, meliputi enam desa dan kelurahan. Para peserta dibekali untuk mengembangkan program kerja yang selaras dengan kebutuhan masyarakat serta berbasis potensi lokal masing-masing wilayah. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Saintek, Ardianto, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa meski KKN bukanlah program baru, namun Angkatan ke-4 ini memiliki penekanan khusus pada pengembangan potensi lokal dan ekowisata sebagai dasar mahasiswa dalam merancang program-program pemberdayaan. “Kompetensi berupa gagasan dan keterampilan mahasiswa akan diuji langsung di tengah masyarakat. Pembelajaran sejati justru lahir ketika mahasiswa berinteraksi dengan kehidupan sosial yang sesungguhnya,” ujarnya. Sementara itu, Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., menegaskan bahwa KKN adalah kewajiban akademik sekaligus wujud nyata dari caturdharma perguruan tinggi Muhammadiyah, yaitu pengabdian kepada masyarakat. “Mahasiswa harus hadir sebagai agen perubahan yang memberikan kontribusi nyata, baik melalui pengabdian maupun penerapan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan,”tegasnya. Rektor juga mengingatkan pentingnya etika dan penerapan ilmu selama mahasiswa berada di lokasi pengabdian. “Implementasikan teori yang diperoleh selama kuliah sepanjang sesuai dengan kebutuhan desa, serta jagalah sikap, kemampuan adaptasi, dan nama baik almamater selama menjalankan tugas,” pesannya. Mahasiswa juga mengikuti sesi pembekalan yang dibawakan oleh Kepala LP2M UM Bulukumba, Ilmar Andi Achmad, S.Pd., M.Pd. Pada kesempatan tersebut, Ilmar memberikan penekanan mengenai sikap dan kesiapan mahasiswa selama berada di lokasi KKN. “Mahasiswa harus mampu memahami dinamika sosial desa dan menyusun program kerja yang benar-benar berbasis kebutuhan masyarakat. Selain itu, penting untuk tetap menjaga etika pengabdian, bekerja kolaboratif dengan pemerintah desa, serta mendokumentasikan setiap kegiatan secara baik dan profesional.” Pada kesempatan yang sama, Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) UM Bulukumba, Andi Muhammad Safwan, S.Pd., berpesan agar seluruh peserta KKN senantiasa menjaga perilaku dan memberikan keteladanan di tengah masyarakat. “Ajaklah masyarakat kepada kebaikan dan jauhi segala bentuk keburukan selama berada di lokasi ibadah,” ujarnya. Pelepasan KKN Angkatan 4 Fakultas Saintek ini menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan, mengembangkan inovasi berbasis potensi desa, dan membangun kedekatan sosial melalui pengabdian langsung kepada masyarakat. (Syayyidina Ali)
Kolaborasi Riset Hingga Jepang, Dosen UM Bulukumba Lolos Program Internasional I-CORE 2025

Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) kembali mencatatkan prestasi akademik melalui keberhasilan dosen Program Studi Kimia Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek), Syahdam Karneng, S.Si., M.Si., yang dinyatakan lolos sebagai penerima Program Enhancing Quality Education for International University Impact and Recognition (EQUITY) melalui skema I-CORE 2025 yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek dengan dukungan LPDP. Syahdam saat ini juga tercatat sebagai mahasiswa Program Doktor (S3) Ilmu Kimia di Universitas Hasanuddin. Program I-CORE 2025 akan menghantarkan Syahdam untuk melaksanakan kolaborasi riset bersama para promotor dan co-promotor dari Universitas Hasanuddin serta Hokkaido University, Jepang. Syahdam menyampaikan rasa syukur dan komitmennya untuk memaksimalkan kesempatan ini. “Ini merupakan peluang besar bagi saya untuk memperkuat kualitas riset sekaligus memperluas jaringan kolaborasi internasional. Saya berharap hasil penelitian yang akan kami lakukan nantinya dapat memberikan kontribusi ilmiah yang signifikan dan membawa manfaat bagi pengembangan Prodi Kimia di UM Bulukumba,” ujarnya pada (Senin, 24/11/25). Ia juga berharap capaian ini dapat menjadi pendorong semangat bagi UM Bulukumba. “Semoga langkah ini menjadi motivasi bagi dosen dan mahasiswa lain untuk terus berkarya di bidang penelitian,” tambahnya. Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., memberikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. “Keberhasilan Syahdam Karneng dalam program I-CORE 2025 merupakan bukti bahwa kualitas sumber daya manusia UM Bulukumba terus meningkat dan mampu bersaing dalam program-program riset tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya. Ia juga menekankan bahwa pencapaian ini akan semakin memperkuat citra UM Bulukumba sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen pada peningkatan kualitas penelitian. “Kami berharap keberhasilan ini menjadi inspirasi dan membuka ruang kolaborasi lebih luas bagi para dosen lainnya,” tambahnya. Capaian ini menegaskan peran UM Bulukumba dalam mendorong lahirnya peneliti-peneliti muda yang berdaya saing serta memperkuat jejaring akademik internasional. Universitas berharap prestasi ini menjadi langkah strategis dalam peningkatan mutu riset sekaligus kontribusi bagi pengembangan ilmu kimia di tingkat global. (Syayyidina Ali)
Dialog Terbuka Kejati Sulsel Hadir di UM Bulukumba

BULUKUMBA, Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) menjadi tuan rumah pelaksanaan Dialog Terbuka bertajuk “Pidana Militer Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan”, Selasa (11/11/2025). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh perwakilan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan, serta diikuti oleh lima perguruan tinggi di Kabupaten Bulukumba, yakni UM Bulukumba, STIKES Panrita Husada, Akademi Kebidanan Thahirah, Institut Teknologi dan Bisnis Bina Adnata, dan STAI Al-Gazali Bulukumba. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi terbuka dalam memahami penegakan hukum pidana militer di Indonesia, sekaligus menjadi sarana edukasi hukum bagi mahasiswa sebagai calon pemimpin dan agen perubahan. Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan atas kepercayaannya menunjuk UM Bulukumba sebagai tuan rumah kegiatan tersebut. “Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kejaksaan Tinggi Provinsi Sulawesi Selatan. Ini merupakan bentuk kepercayaan yang luar biasa kepada kami di UM Bulukumba untuk menjadi tuan rumah,” ujarnya. Beliau juga berharap kegiatan ini dapat memberi manfaat luas, tidak hanya bagi mahasiswa UM Bulukumba tetapi juga bagi seluruh peserta dari berbagai perguruan tinggi yang hadir. “Semoga dialog hari ini bisa berjalan dengan baik dan lancar, serta memberikan pengalaman berpikir bagi mahasiswa bagaimana memahami dan menegakkan supremasi hukum sebagai agen perubahan,” tambahnya. Sementara itu, Dr. M. Asri Arief, S.H., M.Si., CTMP, selaku Asisten Pidana Militer Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, menyampaikan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam memahami sistem hukum, khususnya bidang pidana militer. “Melalui dialog ini, kita bisa berbagi informasi dan wawasan. Kami berharap ada respon balik dari mahasiswa agar acara ini tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi menjadi ruang belajar yang hidup dan dinamis,” ungkapnya. Lebih lanjut, Dr. Asri juga menekankan pentingnya kerja sama antara lembaga pendidikan dan institusi hukum. “Kami berharap ke depan terjalin kolaborasi antara perguruan tinggi dengan Kejaksaan, baik dalam pendampingan hukum maupun penanganan perkara-perkara tertentu yang membutuhkan pendekatan akademik dan edukatif,” tutupnya. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif antara mahasiswa dan narasumber, yang berlangsung dengan antusias dan penuh semangat intelektual. (Syayyidina Ali) Artikel ini telah tayang di suaramuhammadiyah.id dengan judul: Dialog Terbuka Kejati Sulsel Hadir di UM Bulukumba, https://suaramuhammadiyah.id/read/dialog-terbuka-kejati-sulsel-hadir-di-um-bulukumba
Mahasiswa UM Bulukumba Sabet Emas dan Penghargaan Favorit Poster di Ajang Nasional Universitas Mataram

Bulukumba – Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Tiga mahasiswa, yakni Fahmi Aulia dan Astria Amanda dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, serta Adiba Tul Khasana dari Program Studi Pendidikan Biologi, berhasil meraih Juara 1 (Gold Medal) dalam ajang Lomba Esai Nasional Ignite Futura Fest (IFF) 2025 yang diselenggarakan oleh Futura Innovation Hub X Imasepta Universitas Mataram, Lombok, pada 25–26 Oktober 2025. Selain meraih Gold Medal, tim UM Bulukumba juga berhasil mendapatkan penghargaan Favorit Poster, yang penilaiannya didasarkan pada jumlah like terbanyak di media sosial Instagram. Dalam kompetisi tersebut, tim UM Bulukumba mengusung esai berjudul “Melestarikan Sejarah melalui Pariwisata: Jejak Sejarah Kerajaan Munte di Tengah Keindahan Alam Bulukumba.” Ajang bergengsi ini diikuti oleh lebih dari 200 tim dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, hanya 50 tim kategori esai dan 50 tim kategori business plan yang berhasil lolos ke babak semifinal dan melakukan presentasi secara offline di Universitas Mataram. Menariknya, kompetisi ini dilaksanakan melalui dua tahap presentasi. Pada babak semifinal, peserta mengikuti sesi presentasi tertutup bersama juri dan liaison officer (LO). Sementara pada babak final, peserta yang lolos diminta mempresentasikan karya mereka secara terbuka di hadapan audiens dan dewan juri. Dalam babak final, tim UM Bulukumba berhasil mengungguli tim dari Universitas 17 Agustus Surabaya (juara 2) dan Universitas Tidar (juara 3). Mewakili timnya, Fahmi Aulia mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian tersebut. “Lomba ini merupakan pengalaman yang sangat menarik bagi kami. Kami bisa belajar banyak hal baru dan bertemu dengan orang-orang berbakat dari seluruh Indonesia. Acara ini sangat menginspirasi dan memotivasi saya untuk terus mengembangkan diri,” ungkapnya. Fahmi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak yang telah memberikan dukungan penuh selama proses kompetisi. “Kami sangat berterima kasih kepada dosen pembimbing kami, Dr. Andi Nurhikmah, M.Pd., dan Dekan FKIP Dr. Nur Ina Syam, M.Pd., serta Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Andi Anugrah M., S.Pd., M.Pd., dan ketua Program Studi Pendidikan Biologi Fauzan Akbar, S.Pd., M.Pd., yang selalu memberikan arahan, motivasi, dan semangat sejak awal persiapan hingga tahap final. Semoga dari prestasi kami, banyak adik-adik dan teman-teman yang juga termotivasi untuk mengukir prestasi,” tambahnya. Sementara itu, Dekan FKIP UM Bulukumba, Dr. Nur Ina Syam, M.Pd., turut memberikan apresiasi dan kebanggaannya. “Kami di FKIP selalu berupaya menciptakan lingkungan akademik yang mendukung mahasiswa untuk berprestasi. Kemenangan ini menunjukkan bahwa pembinaan dan semangat kompetitif mahasiswa kita terus berkembang. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya,” katanya. Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para mahasiswa atas capaian yang mengharumkan nama universitas di tingkat nasional. “Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UM Bulukumba memiliki potensi besar dan mampu bersaing secara intelektual di panggung nasional. Kemenangan ini tidak hanya membanggakan, tetapi juga menunjukkan hasil nyata dari komitmen universitas dalam membangun budaya akademik yang unggul, inovatif, dan berdaya saing. Kami akan terus mendukung dan membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan bakat serta menorehkan prestasi di berbagai bidang,” ujar Rektor. Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi sivitas akademika UM Bulukumba. Melalui semangat kolaborasi dan kerja keras, UM Bulukumba terus menunjukkan eksistensinya sebagai kampus yang melahirkan generasi muda yang berprestasi, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
UM Bulukumba Resmi Buka Program Studi Pendidikan Matematika

Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) kembali mencatat capaian penting dalam pengembangan akademik. Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 902/B/0/2025, kampus ini resmi memperoleh izin pembukaan Program Studi Pendidikan Matematika jenjang Sarjana. Dengan terbitnya keputusan tersebut, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UM Bulukumba kini menambah satu lagi program studi yang siap mencetak calon pendidik profesional di bidang matematika. Ketua tim pengusul sekaligus Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan (P2) UM Bulukumba, Ilmar Andi Achmad, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan memperoleh izin pembukaan prodi baru ini. “Proses pengusulan ini melalui tahapan yang panjang, mulai dari penyusunan dokumen akademik, pemenuhan sarana dan prasarana, hingga asesmen kelayakan. Alhamdulillah, berkat kerja sama tim dan dukungan pimpinan universitas, izin ini akhirnya terbit. Kami berharap kehadiran Prodi Pendidikan Matematika dapat memperkuat peran UM Bulukumba dalam mencetak tenaga pendidik unggul, berkarakter, dan berdaya saing,” ujarnya, Jumat, 18 Oktober 2025. Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., menegaskan bahwa pembukaan Program Studi Pendidikan Matematika merupakan bagian dari komitmen universitas dalam memperluas akses pendidikan berkualitas di wilayah selatan Sulawesi Selatan. “Terbitnya izin ini menjadi bukti keseriusan UM Bulukumba dalam memperluas cakupan keilmuan dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi di daerah. Kami berharap prodi ini menjadi wadah lahirnya calon guru yang tidak hanya menguasai konsep-konsep matematika, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan dalam pembelajaran,” tutur Rektor. Kepala Humas dan Lembaga Informasi (Humasli) UM Bulukumba, Syayyidina Ali, S.Pd., M.Hum., menambahkan bahwa penerimaan mahasiswa baru untuk Program Studi Pendidikan Matematika akan dimulai pada tahun akademik mendatang. “Saat ini universitas tengah mempersiapkan berbagai aspek pendukung agar proses perkuliahan dapat berjalan optimal sejak awal,” jelasnya. Syayyidina juga memaparkan bahwa UM Bulukumba kini memiliki 12 program studi yang terbagi dalam dua fakultas. “Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menaungi enam prodi, yakni Pendidikan Nonformal (PNF), Pendidikan Bahasa Inggris (S1 dan S2), Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Biologi, Pendidikan Kepelatihan Olahraga, dan Pendidikan Matematika. Sementara itu, Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) memiliki lima prodi, Ilmu Aktuaria, Kimia, Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Peternakan, dan Agroteknologi,” terangnya. Dengan bertambahnya Program Studi Pendidikan Matematika, UM Bulukumba semakin memperkuat posisinya sebagai universitas yang berkomitmen membangun sumber daya manusia unggul di bidang pendidikan, sains, dan teknologi—berdaya saing global serta berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan. (Syayyidina Ali)